CANDRA : KECERIAAN DAN KEPEDULIAN SAMBIL BEROLAHRAGA

KEBAIKAN KECIL
81 pengikut
40 Tayangan video·26 Jan 2026
Matahari pagi di Desa Sukaria selalu tampak seperti kuning telur yang matang,
hangat dan membangkitkan semangat.
Bagi Chandra, itu adalah alarm alami.
Sebelum ayam jantan selesai berkokok tiga kali,
Chandra sudah sibuk mengikat tali sepatu lari birunya yang sedikit kusam,
namun sangat ia sayangi.
Di lapangan desa yang rumputnya masih basah oleh embun,
teman-teman Chandra sudah berkumpul.
Laras dan asep.
Mereka menyebut diri mereka tim pelangi,
karena warna baju olahraga mereka yang berbeda-beda.
Chandra adalah kaptennya, bukan karena dia yang paling hebat,
tapi karena dia bisa melihat saat temannya mulai lelah atau patah semangat.
Ayo teman-teman, mari kita mulai dengan pemanasan.
Ajak Chandra.
Mereka berputar mengelilingi lapangan.
Kaki-kaki kecil mereka menapak bumi dengan irama yang teratur.
Saat mereka sedang asyik berlatih operan bola,
tiba-tiba Bimo terjatuh.
Ia mencoba mengejar bola liar, namun kakinya tersangkut akar pohon.
Permainan terhenti seketika.
Bimo memegangi lututnya yang lecet.
Mukanya memerah karena menahan malu dan perih.
Chandra langsung menghampiri Bimo.
Ia tidak membawa bola, melainkan membawa botol minumnya.
Bimo, dengar ya, kalau ada satu yang sakit,
artinya kita semua harus istirahat dulu, kata Chandra.
Mendengar ucapan Chandra, Laras dan Asep langsung mendekat.
Laras membersihkan tanah di lutut Bimo, dan Asep membantu Bimo berdiri.
Pagi itu, mereka tidak banyak mencetak gol.
Mereka lebih banyak duduk melingkar di bawah pohon besar,
berbagi air minum, dan bercerita tentang cita-cita mereka.
Chandra menyadari satu hal penting.
Olahraga bukan hanya soal otot yang kuat atau kecepatan kaki.
Olahraga adalah latihan tentang kepedulian.
Saat matahari mulai naik tinggi,
mereka pulang dengan baju yang kotor oleh tanah dan keringat yang bercucuran.
Namun, wajah mereka bersinar lebih terang dari matahari.
Sambil berjalan pulang, Chandra menatap sepatu birunya.
Sepatu itu kotor, tapi hatinya merasa sangat bersih.
Ia belajar bahwa kemenangan sejati adalah saat kita bisa memastikan tidak ada teman yang tertinggal di belakang.
