PABRIK-PABRIK DI CHINA TUTUP SATU DEMI SATU. DEPRESI BESAR TELAH TIBA.

PABRIK-PABRIK DI CHINA TUTUP SATU DEMI SATU. DEPRESI BESAR TELAH TIBA.

D
34 Tayangan video·25 Jan 2026

"Bayangkan sebuah kota yang dulunya tidak pernah tidur, di mana deru mesin adalah musik kehidupan bagi jutaan orang. Namun kini, yang tersisa hanyalah kesunyian yang mencekam. Kita tidak sedang membicarakan set film horor, melainkan realita pahit yang sedang melanda pusat manufaktur global di Dongguan dan Guangdong."

"Satu per satu, pabrik-pabrik besar yang telah berdiri selama puluhan tahun—benteng stabilitas ekonomi—kini roboh seperti kartu domino. Sebuah perusahaan percetakan legendaris yang telah eksis selama 37 tahun, yang dulunya menjadi standar industri, kini dinyatakan bangkrut dengan beban utang mencapai 1,4 miliar Yuan. Rak-rak besi yang dulunya menopang mimpi ribuan pekerja, kini dibongkar dan dijual kiloan sebagai rongsokan".

"Fenomena ini bukan sekadar penyesuaian bisnis, melainkan sebuah 'eksodus besar'. Pabrik mainan raksasa yang telah beroperasi selama 27 tahun dan mempekerjakan puluhan ribu orang, tiba-tiba berhenti beroperasi tanpa peringatan. Para pekerja terbangun hanya untuk menemukan gerbang kantor terkunci rapat tanpa kompensasi, sementara sang pemilik telah pergi."

"Dampaknya merambat ke segala lini. Bukan hanya buruh pabrik, guru-guru di sekolah bahkan dilaporkan tidak menerima gaji selama enam bulan. Di pusat kota Shenzhen, yang dianggap sebagai zona paling aman, para pegawai negeri pun mulai merasakan pemotongan tunjangan secara diam-diam. Dari pemilik restoran hingga salon kecantikan, semua menangis menghadapi pusat perbelanjaan yang kini kosong melompong."

"Tahun 2026 ini terasa seperti ujian terberat. Gelombang kepulangan pekerja ke kampung halaman terjadi jauh sebelum perayaan tahun baru dimulai—bukan untuk berlibur, tapi karena tak ada lagi pekerjaan yang tersisa. Apakah ini tanda berakhirnya sebuah era keemasan manufaktur? Yang jelas, dunia sedang menyaksikan perubahan besar yang tak terduga."