Sikap Ketiga Capres Terhadap China: Wawancara Dengan Johanes Herlijanto, Ketua FSI

Sikap Ketiga Capres Terhadap China: Wawancara Dengan Johanes Herlijanto, Ketua FSI

N
NTD Indonesia
57 Tayangan video·10 Jan 2024  #capres2024 #forumsinologiindonesia #indonesia

Tiga calon presiden Indonesia yang sedang bersaing dalam kontestasi Pilpres 2024, diperkirakan tidak ada yang berani bersikap tegas terhadap China. Mereka ingin bermain aman, melanjutkan kerjasama dengan China yang sudah dibina dengan baik oleh Presiden Joko Widodo. Ketergantungan Indonesia secara ekonomi pada China dengan proyek Belt & Road Initiative-nya, dan adanya kedekatan anggota tim pemenangannya dengan China membuat mereka bersikap lunak. Hal itu disampaikan oleh Dosen Universitas Pelita Harapan Johanes Herlijanto Ph.D usai diskusi akhir tahun berjudul 'China, Asia Tenggara, dan Indonesia: Perkembangan 2023' yang diselenggarakan oleh Forum Sinologi Indonesia (FSI) di Jakarta pada 28 Desember 2023. Kepada wartawan kami, Ketua FSI Johanes Herlijanto menjelaskan panjang lebar tentang sikap para capres terhadap China.

Bagaimana Anda melihat sikap para capres kita terhadap kebijakan luar negeri pemerintah kita selama ini cenderung sangat dekat dengan China?

[Johanes Herlijanto, Ketua Forum Sinologi Indonesia]
"Kalau kita melihat capres maka tentu mungkin tinggal pertanyaannya pada capres nomer 3 dan nomer 1. Karena nomer 2 ini dengan adanya mas Gibran disitu sangat mungkin, apalagi nomer 2 sudah komitmen untuk meneruskan apa yg dikerjakan pak Jokowi.

Bagaimana dengan Ganjar Pranowo, apakah sikapnya akan seperti Paslon 02?

[Johanes Herlijanto, Ketua Forum Sinologi Indonesia]
"Untuk mas Ganjar-Mahfud, sebetulnya kalau kita lihat yah tanpa menyebut, ada orang-orang dekat dari pak Ganjar yang memiliki kedekatan dengan Tiongkok, atau orang-orang yg berada pada tim layer sehingga akhirnya menurut pandangan saya, kehadiran, kelanjutan investasi dari Tiongkok, kedekatan ekonomi ini akan tetap berlangsung. Kalau kita ingat misalnya ketika bicara di suatu universitas, lalu ada pertanyaan terkait adanya kehadiran tenaga kerja asing (China) kan pak Ganjar juga menyampaikan pandangan bahwa kelihatan dia sangat akomodatif terhadap masuknya tenaga

Apakah pasangan Anies-Muhaimin yang mengusung visi perubahan akan bersikap berbeda?

[Johanes Herlijanto, Ketua Forum Sinologi Indonesia]
"Yang saya belum memahami dan meraba-raba justru pada 01 pak Anies yah. Kita lihat mungkin orang-orang yang dekat dengan Tiongkok ada disitu. Tapi sejauh mana nanti pak Anies yg sudah menjanjikan suatu perubahan, kemudian tetap melanjutkan kedekatan hubungan dengan Tiongkok gitu , atau justru dia akan setidaknya rnengurangi. Ini yg saya belum terlihat.

Apakah dengan demikian para capres ini sedang bermain aman terkait sikapnya terhadap China?

[Johanes Herlijanto, Ketua Forum Sinologi Indonesia]
"Ya sepertinya seperti itu, mungkin karena hubungan ekonomi ini dianggap sebagai suatu faktor yang menentukan, karena bicara tentang ekonomi kan bicara soal dunia usaha. Sementara dari Tiongkok, dari China ini lumayan besar (uang) yang masuk."

Ada yang bilang, secara ekonomi kita membutuhkan China dan secara keamanan atau pertahanan kita membutuhkan Amerika Serikat?

[Johanes Herlijanto, Ketua Forum Sinologi Indonesia]
"Sebetulnya kan kalau kita lihat untuk pertahanan Indonesia juga punya seri latihan perang dengan Tiongkok. Walaupun belakangan yg dijalankan dengan Amerika Serikat dan dengan beberapa negara Barat. Garuda dan seterusnya. Saya pikir mungkin, saya tidak melihat Indonesia kemudian punya kerjasama pertahanan dalam konteks yg kemudian patroli bersama, lebih pada action gitu yah dengan Barat, dengan Amerika. Mungkin yg dilakukan, sejauh ini yg saya lihat pada penguatan yah, ada dengan Jepang juga, dengan Amerika juga untuk melakukan penguatan menjaga pantai kita. Kalau tidak salah seperti itu, saya pikir ada juga center buat pelatihan penjaga pantai. Saya kira ini, itu yg terjadi yah. Dan saya pikir, memang saya berpendapat bahwa tidak ada buruknya. Untuk kemudian dapat dukungan dari kekuatan-kekuatan ... di luar Tiongkok untuk memperkuat kapasitas awal kita dalam bidang pertahanan maupun dalam bidang penegakan hukum. Dalam hal ini penegakan hukum dalam perairan yg menjadi hak kedaulatan kita.”

********
Support us by Joining NTD Fanclub, dapatkan T-Shirt NTD Fanclub, Coffee Mug dan kesempatan pasang iklan di Youtube NTD yang ditonton ribuan viewers. Info lebih lanjut ☛ https://bit.ly/ntdfanclub
Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/
Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://ntdindonesia.com/
Terhubung dengan kami di Ganjing World ☛
https://www.ganjingworld.com/channel/u7SnRLmAnT8ee
Terhubung dengan kami di Safechat ☛ https://safechat.com/channel/2790461463648540578
Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/
Terhubung dengan kami di Telegram ☛ https://t.me/ntdindo
Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.youtube.com/ntdkehidupan

#capres2024 #forumsinologiindonesia #indonesia #ganjarpranowo #aniesbaswedan #prabowosubianto #china #kebijakanpemerintah #tiongkok #gibranrakabumingraka #mahfudmd #muhaiminiskandar #politik