
KEMUNGKINAN PEMBALIKAN DALAM KASUS ZHANG YOUXIA. XI JINPING DALAM BAHAYA ?
Situasi politik di China saat ini diliputi ketegangan luar biasa akibat dugaan pembangkangan militer dan keretakan di internal Partai Komunis China (PKC). Aktivitas militer yang tidak biasa di Beijing, termasuk pergerakan tank dan jet tempur, memicu spekulasi mengenai ancaman terhadap kekuasaan Xi Jinping.
Indikasi utama ketidakstabilan ini muncul saat Zhang Youxia dan Liu Zhenli secara mengejutkan tetap terdaftar sebagai delegasi NPC, meskipun sebelumnya dikabarkan ditangkap. Hal ini menandakan adanya "pembalikan" politik dan kebuntuan hukum. Selain itu, penganugerahan tanda jasa kepada Angkatan Darat Grup ke-82 dilakukan tanpa mencantumkan nama Xi Jinping, yang memicu rumor bahwa Xi telah mengundurkan diri dari jabatan Ketua Komisi Militer Pusat.
Konflik ini berakar pada perseteruan antara faksi Xi Jinping (didukung He Weidong dan Cai Qi) dengan faksi militer Zhang Youxia yang didukung tetua partai. Saling serang melalui isu korupsi pengadaan senjata dan penjualan jabatan militer telah menciptakan kekacauan personel. Pengamat politik Du Jang menilai bahwa meskipun Xi mencoba menyingkirkan Zhang Youxia melalui pasukan khusus di bawah kendali Cai Qi, tindakan tersebut justru memicu perlawanan pasif di seluruh birokrasi.
Dengan hilangnya kepercayaan di lingkaran inti dan munculnya kembali tokoh-tokoh faksi anti-Xi (seperti Liu Yuan dan loyalis Hu Jintao), otoritas Xi Jinping dianggap berada di titik nadir. Sejarah Pemberontakan Wuchang diingatkan kembali sebagai analogi; bahwa perubahan besar di China sering kali dipicu oleh aksi individu di tingkat bawah pada momen kritis.
