00:11 AS Unjuk Gigi Bersama Jepang Hadapi Agresi China 01:28 Sidang Bahas Organisasi Kriminal China di Amerika Latin
AS terbang bersama Jepang di Laut Jepang tunjukkan dukungan lawan agresi China/Rusia, tegaskan tekad cegah perubahan tatanan dengan kekerasan. -------------- Sidang Senat AS bahas organisasi kirminal asal China di Amerika Latin yang mengoperasikan penyelundupan narkoba dan pencucian uang dan dampaknya bagi AS.
AS menunjukkan kekuatannya untuk mendukung Jepang di tengah meningkatnya agresi China.
Militer AS menerbangkan pesawat pembom berkemampuan nuklir bersama jet tempur Jepang
pada hari Rabu di atas laut Jepang,
sehari setelah pesawat pembom Rusia dan China terbang di dekat pulau selatan Jepang.
Kementerian Pertahanan Jepang berkata Tokyo dan Washington menegaskan kembali tekad mereka
untuk mencegah upaya perubahan tatanan dengan kekerasan.
Ditambahkan bahwa kedua negara siap menanggapi ancaman kapan saja.
Jepang berada dalam siaga tinggi setelah sebuah jet tempur China
mengunci radarnya pada jet Jepang pada akhir pekan.
Ini adalah langkah provokatif karena dapat menjadi langkah yang diambil tepat sebelum meluncurkan senjata.
Sebagai tanggapan, Tokyo mengerahkan jet untuk memantau situasi.
Berikut adalah pernyataan Presiden Taiwan, Lai Ching Teh.
Ini adalah tindakan yang sangat tidak pantas.
Kami dengan tegas menentang tindakan sepihaknya menggunakan kekerasan atau paksaan
untuk mengubah perdamaian dan stabilitas regional.
Perdamaian harus dicapai oleh semua pihak dan China memiliki tanggung jawab yang sama.
Beijing telah meningkatkan agresinya menyusul komentar Perdana Menteri Jepang
yang berkata Jepang akan terlibat secara militer jika China menyerang Taiwan.
Selasa lalu, para saksi memberi keterangan di hadapan Dewan Senat AS di Capitol Hill
yang melakukan operasi ilegal termasuk penyelundupan narkoba dan pencucian uang
serta dampaknya terhadap AS.
Dewan Senat mendengar kesaksian tentang aksi kejahatan terorganisir asal China di AS
serta dampaknya bagi AS dan sekitarnya.
Pada sidang Senat Urusan Pengawasan Narkotika Internasional,
tiga orang saksi berkata bahwa aksi kriminal tersebut merupakan ancaman
yang membahayakan dan nyata bagi AS.
Sidang hari ini membuat kita paham akan bahaya serta konsekuensi strategis jangka panjang
yang ditimbulkan oleh kelompok kriminal asal China terhadap warga negara kita
melalui perdagangan racun yang melewati perbatasan kita
juga bagaimana tanggapan pemerintah China sendiri.
Saksi berkata bahwa PKC menggunakan rekening pelajar untuk akses pencucian uang
dan memanfaatkan organisasi kriminal yang ada di AS.
Kami melihat PKC bekerja dengan geng kriminal mereka yang ada di Meksiko
untuk membawa masuk bahan-bahan kimia itu,
membantu produksi fentanil dan mentamvetamin,
kemudian membawa obat-obatan itu ke negara kita.
Leland Lazarus berkata bahwa selama empat tahun terakhir,
jaringan tersebut berhasil meraup 312 miliar dolar keuntungan
bagi Kartel Meksiko dan para taipan China.
Salah seorang pelang narkotik yang ia kenal sebagai brader uang
memiliki 100 perusahaan Changkang
dan 170 rekening bank yang tersebar di Meksiko, AS, dan China.
Saya menyambut baik tanda-tanda awal kerjasama antara Meksiko dan China.
Tahun lalu, pihak Berundang China menangkap seorang individu yang di dakwa AS
terlibat dalam skema pencucian uang atas nama Kartel Sinaloa.
Namun, mari kita perjelas.
Urgensi krisis fentanil menuntut agar kita tidak hanya bergantung
pada niat baik negara lain.
Kita bisa dan harus mengambil langkah di internal kita.
Pakar menyarankan solusi seperti menerapkan tarif,
membentuk gugus tugas internasional,
menindak perbankan ilegal China,
dan menekan korupsi di AS.