
FENOMENA ANEH MENYEBAR DI SELURUH BEIJING — ORANG-ORANG KETAKUTAN!
😔 Keruntuhan Ekonomi dan Keheningan di Beijing
Artikel ini melukiskan gambaran brutal tentang keruntuhan ekonomi dan sosial di Beijing. Sebagian besar toko fisik telah lenyap (93% toko batu-dan-mortir hilang), mengubah lingkungan yang dulunya ramai menjadi sunyi. Bisnis kecil tutup dalam hitungan bulan, dan jalanan yang dulu dipenuhi 100 perusahaan kini hanya menyisakan segelintir.
Kota ini "meredup," dan keheningan terasa tidak wajar. Sementara teori politik beredar, orang biasa sibuk berjuang untuk bertahan hidup. Tempat-tempat yang dulunya merupakan pusat perdagangan, seperti Genuine Shopping Center dan Beijing Friendship Store yang ikonik, kini menjadi cangkang kosong dengan eskalator yang menganggur dan parkir yang sepi.
Penulis, yang bekerja di bidang real estat dan keuangan, menyaksikan ekonomi "terengah-engah." Perusahaan memecat karyawan, restoran tutup, dan ritel offline menjadi "zona perang" melawan e-commerce. Kemerosotan perdagangan tatap muka terlihat di setiap blok.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah peningkatan kehadiran militer di ibu kota—truk gelap dan pasukan reguler ditempatkan di dekat sekolah dan rumah sakit. Sebuah peringatan dingin dari kontak keamanan, "Jangan bertanya, awasi saja apa yang kamu katakan," menyebar, memicu pertanyaan tentang siapa yang ditakuti pihak berwenang.
Krisis ini sangat terasa secara pribadi. Ratusan juta orang terperangkap dalam utang. Mimpi kekayaan properti telah runtuh, dengan harga di pinggiran kota anjlok drastis (di Yongqing, dari 23.000 menjadi 3.500 yuan/m²). Pasar perumahan Beijing "membeku padat," dan properti mewah telah kehilangan jutaan yuan nilainya. Kelas menengah ambruk, dengan profesional menjadi pengemudi taksi atau kurir makanan hanya untuk bertahan.
Beijing, yang dulunya simbol kemakmuran, kini dipenuhi gedung yang bersinar tanpa kehidupan, jalan yang lebar namun tandus, dan monumen bangunan bobrok. Kota ini "menahan napas," dan detak jantungnya telah berhenti.
