PM Jepang Takaichi dan Xi Jinping bertemu perdana di KTT APEC, sepakati kerjasama saling menguntungkan, pembahasan isu Taiwan, HAM China, Senkaku, dan tanah jarang. ------------------ Tiongkok menunda beberapa kontrol ekspor tanah jarang, tetapi pembatasan April tetap berlaku. Tanah jarang (17 unsur logam) krusial bagi teknologi modern. AS berupaya mengejar dominasi pasokan dan pemrosesan Tiongkok.
00:11 Takaichi Bicara Perdana dengan Xi, Sentil Isu Sensitif 01:59 China Dominasi Tanah Jarang, AS Berusaha Keras Kejar Ketertinggalan
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bertemu perdana dengan Xi Jinping Jumat kemarin di sela-sela KTT APEC di Korea Selatan.
Pertemuan yang berlangsung selama 30 menit itu membahas isu yang belum terpecahkan antara Tokyo dan Beijing.
Takaichi berharap kesempatan ini bisa meredakan ketegangan dan menjaga komunikasi yang baik.
Keduanya sepakat untuk melanjutkan apa yang mereka sebut manfaat strategis yang saling menguntungkan.
China mengangkat masalah Taiwan di awal pembicaraan.
Xi membuat beberapa pernyataan mengenai Taiwan.
Jadi saya katakan kepadanya bahwa menjaga hubungan baik China dan Taiwan adalah sangat penting bagi stabilitas dan keamanan regional.
Takaichi juga mengangkat isu sensitif seputar hak asasi manusia di Xinjiang dan Hong Kong.
Ia juga mempertanyakan manoeuvre Beijing di sekitar kepulauan Senkaku,
serta kontrol ekspor tanah jarang yang mengancam rantai pasokan global.
Jepang mendesak Beijing untuk menjamin keselamatan warganya di China dan mencabut larangan impor makanan laut dan daging sapi Jepang.
Sementara Xi Jinping meminta Jepang untuk melihat hubungan kedua negara dari sisi sejarah.
Xi merujuk pada penyesalan mantang Perdana Menteri Tomichi Murayama atas agresi Jepang di masa perang.
Takaichi yang dijuluki wanita besi Jepang telah mengambil kebijakan luar negeri yang tegas.
Dia bekerjasama dengan para sekutu, terutama AS, demi menjaga keseimbangan geopolitik regional
di tengah upaya China mengubah tatanan global dan menantang demokrasi barat.
Setelah Takaichi terpilih, Xi melanggar tradisi dengan tidak mengirimkan ucapan selamat secara pribadi
dan mendelegasikan tugas tersebut kepada Perdana Menteri Li Jiang.
Pengamat melihat perbedaan kontras dalam nada bicara Takaichi yang terlihat menyambut hangat Presiden Trump,
namun terlihat menjaga jarak dengan Xi.
China setuju untuk menunda kontrol tanah jarang setelah pertemuan dengan Trump,
tetapi pembatasan mulai April akan tetap berlaku.
Pembatasan terbaru Beijing akan mempersulit negara-negara untuk mendapatkan teknologi dan peralatan China
demi mengembangkan kilang tanah jarang mereka sendiri.
Aturan April membatasi ekspor tujuh lagam tanah jarang, termasuk magnet vital bagi produsen mobil, pertahanan, dan chip.
Aturan juga memaksa beberapa produsen mobil untuk menghentikan produksi di beberapa pabrik.
Apa itu tanah jarang dan mengapa ia penting? Bagaimana AS bisa mengejar ketertinggalannya?
Tanah jarang adalah logam sekelompok 17 unsur pada tabel periodik yang digunakan di hampir semua teknologi modern
dari iPhone hingga motor Tesla dan senjata canggih.
China menambang 70 persen pasokan tanah jarang global.
Secara keseluruhan, AS, Brazil, India, Australia, Rusia, Vietnam, dan Greenland memiliki tanah jarang yang serupa dengan China.
Tetapi China memproses lebih dari 90 persen tanah jarang dunia.
Awal tahun ini, China membatasi ekspor tanah jarang ke AS sebagai balasan tarif Trump.
Akibatnya, Ford menghentikan produksi di pabrik Chicago selama seminggu.
Produsen mobil di Eropa dan Jepang juga menghadapi gangguan pasokan.
AS telah berusaha mengejar ketertinggalan.
Menteri Keuangan AS Scott Besen berkata, mereka berencana mengambil alih kendali dan sektor strategis untuk melawan China,
salah satunya dengan mengambil lebih banyak saham ekuitas di perusahaan terkemuka.
Departemen Perang telah setuju membeli 15 persen saham di MP Materials, perusahaan AS yang telah menambang tanah jarang di Kalifornia.
Besen berkata, AS juga membutuhkan cadangan strategis mineral kritis serupa dengan cadangan strategis minyak bumi.
Itu adalah pasokan minyak darurat negara untuk masa kekurangan.
Presiden Donald Trump menandatangani perjanjian mineral penting dengan empat negara Asia Tenggara dan Australia untuk meningkatkan pasokan tanah jarang.