
KRISIS PROPERTI BEIJING: PANIC SELLING PICU KERUNTUHAN NASIONAL !
Pasar perumahan Beijing sedang mengalami keruntuhan harga yang brutal, dengan pemotongan yang drastis di seluruh kota. Harga telah anjlok hingga membuat para pemilik rumah putus asa. Contohnya, harga di Beijing Selatan turun dari $25.000 menjadi hanya 22.000 yuan per meter persegi, dan unit di Desa Asian Games kini dijual hanya seharga 26.000 yuan per meter persegi dari puncaknya di atas 100.000 yuan.
Penurunan ini meluas; properti unggulan di Xiaoyang anjlok dari lebih dari 3 juta yuan menjadi 960.000 secara tunai. Bahkan di komunitas lain, harga turun dari 75.000 menjadi 60.000 yuan/meter persegi dalam setahun. Beberapa unit mengalami pemotongan nilai hingga separuh, misalnya, dari hampir 4,8 juta menjadi 2,8 juta yuan. Data transaksi pada pertengahan September mencapai rekor terendah, menunjukkan minimnya permintaan yang nyata.
Kebijakan lunak belum mampu menghentikan penurunan, dan para pengembang serta penjual barang bekas terpaksa melakukan pemotongan harga yang lebih dalam. Contoh ekstrem terlihat di Tongzhou, di mana sebuah rumah yang dibeli seharga 3,58 juta yuan pada tahun 2017 kini hanya diminta seharga 1,75 juta yuan.
Penulis mendesak para pemilik rumah untuk menjual sekarang karena tahun 2025 adalah "jendela terakhir" untuk mencairkan uang tunai sebelum terjebak. Keruntuhan ini terjadi karena gelembung properti telah pecah, menjerumuskan kekayaan keluarga ke dalam utang. Para ahli mengonfirmasi Beijing memimpin penurunan harga rumah bekas paling tajam secara nasional di antara 70 kota besar di Tiongkok. Mimpi "era keemasan" perumahan telah berakhir, digantikan oleh keputusasaan dan likuidasi.
