
“Satu Per Satu Tumbang: Negara Peminjam China Mulai Tercekik”
Sejak awal abad ke-21, Tiongkok membangun reputasi sebagai mesin pembangunan global dengan menyalurkan pinjaman besar untuk proyek infrastruktur negara berkembang. Jembatan, bendungan, pelabuhan, hingga jaringan kereta berkecepatan tinggi di Afrika, Asia, dan Amerika Latin dibangun melalui program Belt and Road Initiative (BRI) yang diluncurkan pada 2013. Beijing kala itu menyebut pendekatan ini sebagai kolaborasi ekonomi yang “saling menguntungkan.”
Namun kini, memasuki kuartal akhir tahun 2025, banyak negara berkembang justru mengalami kenyataan yang jauh berbeda. Di mata sebagian besar pemerintah dan analis internasional, Tiongkok tidak lagi dilihat sebagai mitra pembangunan bersahabat, melainkan sebagai kreditur keras yang menagih utang tanpa kompromi, bahkan di tengah kondisi ekonomi global yang sedang terguncang.
#ekonomi
#hutang
#negaraberkembang
