Kapal Segera Akan Menabrak Gunung Es, Apakah Anda Sudah Dapat Melihatnya?

The Truth Media
770ย pengikut
51 Tayangan videoยท25 Jan 2021
๐๐๐ฃ๐๐ ๐ฆ๐๐๐๐ฅ๐ ๐๐๐๐ก ๐ ๐๐ก๐๐๐ฅ๐๐ ๐๐จ๐ก๐จ๐ก๐ ๐๐ฆ, ๐๐ก๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐ง๐ก๐ฌ๐?
Petisi: https://bit.ly/Petisi-End-CCP
Titanic adalah kapal pesiar kerajaan Inggris, yang pelayaran perdananya berangkat dari pelabuhan Southampton ke pelabuhan New York pada tanggal 10 April tahun 1912. Pada tanggal 14 April kapal tersebut bertabrakan dengan gunung es, yang akhirnya menyebabkan kapal tenggelam dan 1.514 orang meninggal, menjadi kecelakaan kapal yang paling buruk dalam sejarah di masa damai. Pelajaran apakah yang dapat dipetik darinya? Simak kisahnya berikut ini!
Titanic adalah sebuah kapal pesiar kerajaan Inggris
yang pelayaran perdananya berangkat dari Pelabuhan Southampton ke Pelabuhan New York
pada tanggal 10 April tahun 1912.
Pada tanggal 14 April, kapal tersebut bertabrakan dengan gunung es
yang akhirnya menyebabkan kapal tenggelam dan 1514 orang meninggal.
Menjadi kecelakaan kapal yang paling buruk dalam sejarah di masa damai.
Sebelum bertabrakan dengan gunung es sudah menerima enam kali peringatan es laut.
Meskipun kapten mengetahui bahwa ada gunung es yang muncul
dan menghilang di sekitar sana,
dia tidak mengurangi kecepatan kapal.
Saat itu secara umum diakini bahwa resiko gumpalan es di laut sangat kecil.
Pengindaran darurat juga sering terjadi
dan bahkan bertabrakan juga tidak akan menimbulkan resiko bencana yang fatal.
Namun saat pengintai melihat gunung es,
kecepatan kapal pun mendekati kecepatan tertinggi.
Karena tidak bisa berputar arah dengan cepat,
sisi kanan kapal mengalami benturan
dan akhirnya setelah 2 jam 40 menit kemudian kapal pun tenggelam.
Cerita ini memberi tahu kita bahwa krisis tidak akan terjadi dalam sehari.
Tetapi sebelum masalah muncul, orang yang berbeda memiliki pemahaman yang berbeda.
Seperti yang disebut selai daun dapat mengenali musim gugur,
orang yang melihat esensi melalui fenomena permukaan dapat memimpin dan keluar dari bahaya.
Lihat beberapa contoh di bawah.
Banyak orang hanya mengetahui bahwa Einstein adalah seorang fisikawan yang hebat.
Nyatanya, dia memiliki wawasan yang mendalam tentang kejadian-kejadian terkini.
Menurut biografi Einstein,
Pada akhir tahun 1932, Einstein meninggalkan Berlin untuk memberi kuliah di Amerika Serikat.
Seperti dia mendapatkan firasat dan berkata kepada istrinya,
kali ini perhatikan baik-baik villa Anda, Anda tidak akan pernah melihatnya lagi.
Istrinya mengira dia sedang bercanda,
Einstein tidak berkata apa-apa, hanya pergi dengan diam-diam.
Sejak beberapa tahun yang lalu,
Einstein telah memiliki wawasan yang tajam tentang perubahan situasi saat ini,
krisis ekonomi, dan disintegrasi parlement.
Pertempuran jalanan yang diperakarsai oleh Partai Nasi,
semuanya menjelaskan bahwa badai akan datang,
dan sekarang krisis sedang dalam perjalanan.
Pada tanggal 30 Januari tahun 1933,
sebulan setelah Einstein meninggalkan Berlin,
Hitler secara resmi menjadikan Kanselir Jerman.
Jerman memasuki era Nasi.
Segera setelah itu, Einstein menjadi sasaran serangan publik di Surat Kabar,
dan Berlin menargetkan sidang absennya Einstein dimulai.
Jika Einstein tetap tinggal di Jerman, maka konsekuensinya tidak dapat dibayangkan.
Teman baiknya, George Alexander Pick,
seorang ahli matematika meninggal tragis di kamp konsentrasi Nasi,
karena identitas dia sebagai orang Yahudi.
Pada tahun 1948,
penilaian pemerintah nasionalis tentang kelompok akademisi pertama
dalam sejarah Tiongkok modern telah keluar.
Berjumlah 81 orang akademisi,
dan datang ke Taiwan setelah tahun 1949 hanya 9 orang dari mereka.
13 di antaranya pergi ke Amerika Serikat,
dan 59 dari mereka tinggal di daeratan Tiongkok.
Terhitung 74 persen dari jumlah total akademisi.
Dan apa yang terjadi dengan mereka?
Selama revolusi kebudayaan, kebanyakan dari mereka dihancurkan,
dikritik, diubah melalui kem kerja, dan diarah ke jalanan menjadi hal yang biasa.
Jianmu adalah seorang sejarawan terkenal di Tiongkok.
Dia, sejak awal sudah meramalkan situasi sangat tegang menjelang bentrokan,
jadi sebelum bencana hadir, dia telah melakukan pilihan yang bijak.
Pada musim semi tahun 1949,
Jianmu pergi mengajar di Universitas Huaqiao di Guangzhou.
Pada saat itu banyak intelektual disesatkan oleh Partai Komunis Tiongkok PKT,
dan memilih untuk tetap tinggal di Tiongkok daeratan.
Tetapi Jianmu memutuskan untuk pergi ke Hong Kong.
Apa alasannya?
Memoir Jianmu,
Miscellaneous Memoirs of Teachers and Friends,
pernah menggambarkan kejadian yang lalu.
Pada tahun 1949,
tentara PKT menyeberangi sungai Tianmu Yangtze,
dan mulai bergerak ke selatan sungai Yangtze.
Kaum intelektual diadapkan pada dilema antara tinggal dan pergi.
Tuan Jian Qipo, yang terkenal karena meneliti sastra klasik,
memujuk Jianmu untuk tetap tinggal.
Jianmu bertanya dari Esai Kuno tentang aturan raja,
dan dengan membaca pengumuman tentara menyeberangi sungai itu,
apakah ada suasana kemurahan hati?
Jian Qipo tidak berbicara.
Pengumuman itu ditulis oleh Mao Zedong sendiri.
Jianmu memahami dari membaca pengumuman bahwa pahlawan tidak dapat menahan semangat segala sesuatu,
dan dia meragukan bahwa apakah sebagai seorang sejarawan dirinya bisa diterima.
Oleh karena itu, dia pergi ke Hongkong,
sedangkan Jian Qipo memilih untuk percaya pada BKT.
Nasib kedua orang itu di kemudian hari tentu saja sangat berbeda.
Jianmu mendirikan akademi di Hongkong,
dan murid-muridnya tersebar di seluruh dunia.
Sedangkan naskah karya Jian Qipo yang melelahkan,
sejumlah besar dihancurkan dan dibakar selama gerakan menarik bendera putih
di lingkungan akademis pada tahun 1959.
Pada akhirnya dia meninggal dalam depresi.
Wawasan Jianmu sungguh membuat orang kagum.
Akademisi Republik Tiongkok yang tinggal di Tiongkok Daratan,
kecuali beberapa orang yang menjadi budak BKT,
kebanyakan dari mereka mengalami penganiayaan yang tragis
atau mati mengenaskan dalam penganiayaan,
atau hidup dalam penghinaan setelah kejadian dan meninggal dalam depresi.
Mereka telah selamat dari politik korup di akhir dinasti Qing.
Selamat dari hujan peluru Perang Anti Jepang dan bertahan dalam gejolak di ROC,
namun mereka gagal melarikan diri dari kesialan setelah tahun 1949,
secara meninggalkan pelajaran yang menyakitkan satu demi satu.
Makna dari pelajaran untuk hari ini adalah memperingatkan manusia di dunia,
Jangan menunggu saat kapal hendak membentur gunung es
baru menemukan bahwa krisis berada di depan mata.
Pada tahun Keng Tse, sering terjadi bencana.
Wabah belum usai, banjir di mana-mana, bencana belalang muncul kembali.
Orang mau tidak mau bertanya, apa yang terjadi?
Ketika kita melihat kembali ke 70 tahun terakhir,
ateisme BKT telah merajalela, tidak menghormati langit dan bumi,
masih mau berperang melawan langit dan bumi,
menggunakan kebohongan dan kekerasan meracuni orang-orang di dunia.
3 anti, 5 anti, anti kanan, lompatan jauh ke depan, revolusi kebudayaan, 4 Juni,
penganiayaan terhadap Falun Gong, penganiayaan terhadap Muslim Uyghur di Xinjiang,
mengakibatkan lebih dari 80 juta kematian tak wajar.
Manusia yang melakukan, langit mengamati.
Semua ini bagaimana mungkin tidak terurus hingga berakhir?
Sejarah sekali lagi sampai pada persimpangan jalan,
bagaimana memilih hanya terletak pada sekilas pikiran manusia.
Orang dahulu mengatakan bahwa orang Budiman tidak berdiri di bawah tembok yang berbahaya.
Menghadapi BKT yang ateisme, bergegaslah melompat keluar dari kapal merah,
mundur dari BKT dan organisasi terkaitnya.
