PKT Takut pada Lansia yang Berkumpul untuk Belajar?
Partai Komunis Tiongkok (PKT) secara terang-terangan Melanggar Hukum. Orang-orang yang membaca bersama buku penempaan watak dan moral, buku Zhuan Falun (buku utama Falun Gong), di luar dugaan telah dianggap suatu kejahatan besar sehingga mereka dipenjara, dijebak, dianiaya dan lain-lain, bahkan orang tua, para tetua yang uzur juga tidak dilewatkan.
Banyak orang tua karena hal ini dijatuhi hukuman dan didenda secara ilegal, menyebabkan kerugian besar bagi mereka dan keluarga mereka. Ini adalah cerita 1001 malam di abad ke-21, tetapi dimainkan secara riil di daratan Tiongkok saat ini.
Dalam masyarakat beradab yang normal, fungsi polisi adalah menangkap orang jahat yang melakukan kejahatan.
Sedangkan polisi Partai Komunis Tiongkok (PKT) malah menculik orang tua yang berkumpul untuk membaca buku.
Hitam dan putih terbalik, keadilan sudah hilang. Hanya karena membaca buku Zhuan Falun, mereka yang tidak bersalah dihukum dan dipenjara, ini cukup membuktikan bahwa Sejati, Baik, Sabar benar-benar membikin gentar PKT.
Menurut laporan media minghui.com,
pada tanggal 10 September 2020,
delapan praktisi Falun Gong di kota Nandung, Provinsi Cangsu,
saat membaca buku cuan Falun,
buku utama dari Falun Gong,
diculik dan digeledah rumahnya oleh polisi.
Diantaranya Huang Yiru, Huang Weinan,
dilepaskan dengan jaminan,
menunggu peradilan selama satu tahun.
Ditahan secara ilegal di pusat penahanan.
Pada bulan Maret tahun 2018,
Huang Renjian, praktisi Falun Gong berusia 64 tahun
dari Kuning, Provinsi Inan.
Karena saat naik kereta kecepatan tinggi
membawa buku cuan Falun,
diculik oleh polisi stasiun secara ilegal.
Dijatuhi hukuman satu tahun dan empat bulan.
Falun Gong atau yang disebut juga Falun Tafa,
menyebar di Tiongkok sejak tahun 1992.
Tersebar luas kelebih dari 100 negara dan wilayah di dunia.
Memenangkan lebih dari 3.600 penghargaan
dari berbagai negara.
Buku utama Falun Gong, cuan Falun,
membimbing orang untuk menjadi orang baik
dengan mengikuti prinsip alam semesta
sejati, baik, sabar.
Saat ini buku ini telah diterjemahkan
kelebih dari 40 bahasa
dan diedarkan secara terbuka di komunitas internasional.
Pada tahun 1996, cuan Falun telah berulang kali
masuk dalam daftar buku terlaris di Beijing.
Pada tahun 2004, cuan Falun masuk peringkat ke-14
dari 100 buku terpopuler di Australia.
Adalah satu-satunya buku latihan cikung dari timur
dalam 100 buku yang paling populer.
Cuan Falun bukan hanya membuat kagum,
juga dibaca dengan senang hati oleh orang barat
yang memiliki latar belakang budaya berbeda.
Berbagai etnis keturunan juga mendapatkan manfaat jiwa dan raga
melalui membaca buku cuan Falun.
Hal ini sebenarnya adalah kebanggaan dan kehormatan
bagi orang Tionghoa perantauan dalam dunia kultivasi.
Namun malah ditindas dan dianiaya oleh
Partai Komunis Tiongkok dan kelompok Jiang Zemin.
Para praktisi Falun Gong yang baik dan tidak bersalah
disiksa dengan kejam dalam jangka waktu lama.
Setidaknya sejauh ini telah dikonfirmasi
lebih dari 4.500 orang dianiaya hingga meninggal.
Contoh yang mirip di kota Nandung,
Provinsi Changsu, tak terhitung banyaknya.
Tanggal 10 Juli tahun lalu,
Biro Keamanan Umum Kabupaten Jisan, Provinsi Saansi,
memobilisasi lebih dari 30 polisi,
menculik lebih dari selusin orang tua berusia tujuh puluhan
yang sedang membaca buku cuan Falun bersama.
Lalu menggeledah rumah secara ilegal
dan merampas harta benda pribadi.
Di antaranya Xi Mingxiang, Zhao Pinglan, dan Yalan
terus ditahan dan dijebak secara ilegal.
Zhao Lixiang, Huihui, Wang Ruijin, Li Huijin, dan Zhao Jiehu
dibebaskan dengan jaminan dan juga dijebak kekejaksaan.
Tanggal 24 Maret tahun 2018,
Yerong Kui yang berusia 81 tahun
dan lainnya empat wanita tua saat membaca buku cuan Falun bersama
diculik dan rumahnya digeledah secara ilegal oleh polisi.
Empat orang tua dikirim secara paksa ke kelas cuci otak.
Yerong Kui dijatuhi hukuman 4 tahun penjara secara ilegal.
Wang Xiangzhe, 3 tahun 10 bulan.
Fang Xietao, 3 tahun.
Meng Texiu, 2 tahun.
Mereka semua diperas dan didenda 3.000 hingga 4.000 yuan.
Berbicara menurut hukum,
praktisi Falun Gong memegang buku-buku Falun Gong sepenuhnya legal.
Merupakan hak dasar yang diberikan kepada warga negara oleh konstitusi
Partai Komunis Tiongkok Pasal 36.
Warga negara memiliki kebebasan berkeyakinan.
Pada tanggal 1 Maret tahun 2011,
perintah nomor 50 dari administrasi pers dan publikasi nasional
diantaranya Pasal 99 dan Pasal 100
telah menghapus perintah larangan tahun 1999
terhadap penerbitan buku-buku Falun Gong.
Jelas bahwa buku cuan Falun telah disertifikasi secara resmi
adalah buku yang legal.
Partai Komunis Tiongkok secara terang-terangan melanggar hukum.
Orang-orang yang membaca bersama buku penempaan watak dan moral ini
diluar dugaan telah dianggap suatu kejahatan besar
sehingga mereka dipenjara, dijebak, dianiaya, dan lain-lain.
Bahkan orang tua, para tetua yang uzur juga tidak dilewatkan.
Banyak orang tua karena hal ini dijatuhi hukuman dan didenda secara ilegal
menyebabkan kerugian besar bagi mereka dan keluarga mereka.
Ini adalah cerita seribu satu malam di abad ke-21
tetapi dimainkan secara real di daratan Tiongkok saat ini.
Dalam masyarakat beradab yang normal, fungsi polisi adalah
menangkap orang jahat yang melakukan kejahatan.
Sedangkan polisi Partai Komunis Tiongkok atau PKT
malah menculik orang tua yang berkumpul untuk membaca buku.
Hitam dan putih terbalik, keadilan sudah hilang.
Hanya karena membaca buku cuan Falun
Ini cukup membuktikan bahwa
sejati, baik, sabar, benar-benar membuat gentar Partai Komunis Tiongkok.
Tragedi kemanusiaan yang konyol ini
adalah disebabkan oleh pembalikan benar dan salah oleh Partai Komunis Tiongkok
dari permulaan yang sekelumit dapat diketahui arah perkembangannya.
Situasi berat Falun Gong selama 21 tahun
Menurut statistik yang tidak lengkap,
paruh pertama tahun 2020,
Partai Komunis Tiongkok secara ilegal menghukum 132 praktisi Falun Gong.
100 kali diperiksa di pengadilan,
66 orang ditangkap,
388 orang dijebak kekejaksaan dan pengadilan.
Paruh pertama tahun ada 24 orang berusia di atas 65 tahun
Praktisi Falun Gong yang sudah tua dijatuhi hukuman tidak adil.
11 orang diperiksa di pengadilan dan 2 orang ditangkap,
25 orang dijebak kekejaksaan dan pengadilan
dengan usia tertua 83 tahun.
Semakin banyak pengacara yang tampil,
pembelaan yang adil dan jujur di pengadilan tidak ada habisnya.
Tahun lalu ada pengacara adil melakukan pembelaan tak bersalah
bagi 299 praktisi Falun Gong.
Pernyataan pembelaan tak bersalah dari pengacara berdasarkan alasan
acat kali membuat gentar pengadilan Partai Komunis Tiongkok
membuat personil polisi, jaksa, dan hakim
yang hadir membungkam dalam seribu bahasa
merasa malu dan benci.
Dalam persidangan ilegal di pengadilan,
pada awalnya personil polisi, jaksa, dan hakim
berdalih tak masuk akal.
Pada akhirnya dibantah oleh pengacara
Pengacara sering bertanya kepada polisi, jaksa, dan hakim
Praktisi Falun Gong sebenarnya melanggar hukum yang mana?
Menyebabkan kerugian sosial apa?
Para personil yang relevan semuanya bungkam tak dapat menjawab.
Seiring para praktisi Falun Gong dengan tekun mengklarifikasi fakta kebenaran,
masyarakat luas di dalam dan luar negeri telah sadar.
Juga ada banyak personil polisi, jaksa, dan hakim
yang tidak mau lagi berpartisipasi dalam penganiayaan
setelah mengetahui fakta kebenaran.
Kasus membebaskan para praktisi Falun Gong di berbagai tempat semakin banyak.
Menurut statistik yang tidak lengkap, pada tahun 2018
praktisi Falun Gong yang dianiaya ada 20 provinsi,
kota Madya, dan daerah otonom.
Muncul 117 kasus penculikan dan penjebakan oleh polisi.
Keadaan di mana kejaksaan menolak berkas dengan alasan tidak cukup bukti,
penolakan berkas mencapai 156 kali.
Selain itu ada 8 orang dibebaskan karena tidak bersalah.
Falun Gong mengajarkan orang kebaikan adalah maha hukum moralitas tinggi
untuk mengkultivasi hati.
Cuan Falun adalah buku pusaka tak ternilai
yang dimuliakan oleh lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia.
Wahai kawan,
jika anda bingung tak tahu makna arti kehidupan
atau ingin mencari tahu tentang alam semesta dan kebenaran hidup,
kami sarankan untuk membaca buku Cuan Falun.
Anda akan menemukan bahwa ini adalah sebuah karya tulis dengan prinsip hukum luas
yang dapat membubukkan jiwa dan raga
sampai-sampai tidak bisa melepaskannya lagi
sebab telah mendapatkan manfaat yang sangat mendalam.