Apa yang Terjadi Saat Perwira Jerman Duduk di Kursi Naga?

The Truth Media
770 pengikut
Apa yang Terjadi Saat Perwira Jerman Duduk di Kursi Naga?
Budaya Tionghoa memiliki sejarah yang panjang, dan terdapat banyak cerita misterius yang membuat orang tidak dapat menjelaskannya. Terutama cerita di keluarga kerajaan, lebih misterius dan selalu dibicarakan oleh rakyat jelata sepanjang waktu.
----------------------
Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://www.truthmedia.id/
Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://www.facebook.com/truthmediaindo
Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://www.facebook.com/TruthMediaIndonesiaNews
Terhubung dengan kami di Channel Youtube TMI ☛https://www.youtube.com/channel/UCcoEfurrJqAlEHK1OF3ctzQ
#Kisahkursinaga #kursinaga #perwirajerman #budayationghoa #kepercayaan
Perwira Jerman tewas mendadak di kursi naga.
Budaya Tionghoa memiliki sejarah yang panjang dan terdapat banyak cerita misterius yang membuat orang tidak dapat menjelaskannya.
Terutama cerita di keluarga kerajaan.
Lebih misterius dan selalu dibicarakan oleh rakyat jelata sepanjang waktu.
Kaisar Tiongkok kuno memiliki kursi khusus di aula istana yang diduduki setiap hari, yakni kursi naga.
Menurut rumor yang beredar, kalau yang duduk bukan putra kayangan tuleng, maka akan membahayakan jiwa.
Misalnya, Tzu Chi tidak berani duduk di kursi naga meskipun dia berkuasa.
Ketika Yun Shikai menopatkan diri sebagai kaisar karena khawatir dirinya akan menerima balasan karma,
ia lalu meminta seseorang membuatkan kursi naga untuk dirinya.
Tidak berani duduk di atas kursi naga yang asli di istana terlarang.
Bahkan ada rumor di kalangan rakyat yang mengatakan bahwa Mao Zedong tidak berani memasuki istana terlarang seumur hidupnya, apalagi duduk di kursi naga.
Namun, dalam sejarah selalu ada orang yang tidak percaya pada keanehan ini.
Pada tahun 1900, pasukan sekutu delapan negara menyerbu masuk ke Beijing.
Ada seorang perwira Jerman langsung duduk di kursi naga, bukan hanya duduk, ia bahkan mengambil foto saat duduk.
Menurut rumor yang beredar, saat dia turun dari kursi naga sudah merasakan sedikit tidak nyaman,
tapi tidak dianggapnya sebagai masalah besar.
Anehnya adalah beberapa saat kemudian dia meninggal mendadak.
Karena pengobatan barat selalu dikagumi di luar negeri, para dokter pada saat itu memeriksa kondisi sakitnya.
Tidak ada kesimpulan atas kematiannya, dan tidak ada penyebab spesifik yang bisa ditemukan.
Akhirnya diputuskan sebagai kematian yang tidak diketahui penyebabnya.
Kematiannya benar-benar membuat orang merasakan misteri dari kursi naga.
Bahkan para ahli juga sulit menjelaskan.
Berbicara tentang insiden misterius membuat orang teringat akan Lim Piao.
Pada tahun 1969, demi membangun vila pribadi dan karena menyukai tiga wihara di gunung kutan,
ia lalu memerintahkan orang untuk mengusir para biku di wihara,
patung Buddha, bangunan, dan barang antik di dalam wihara.
Diledakan semua oleh pasukan seni yang dia perintahkan.
Saat itu seorang fotografer pendamping ingin merekam proses peledakan dan mengambil banyak foto.
Hasilnya, ketika foto-foto itu selesai dicuci,
dia menemukan penampakan bodhisattva Manjushri di foto-foto tersebut.
Foto yang sangat berharga ini masih diabadikan di kuil Xiantung hingga sekarang.
Setelah peledakan, sebuah vila maobeng yang di Jakarta dibangun di tempat itu,
untuk dipergunakan oleh keluarga Lim Piao.
Tetapi keluarga Lim Piao hanya datang kesini satu kali.
Pada tanggal 13 September 1971, seluruh keluarga meninggal dengan tidak wajar.
Kesaksian tunggal membuat orang sulit percaya.
Di masa Republik Tiongkok Raja Perang Besar Si Yu San,
memerintahkan orang untuk membakar kuil Shaolin.
Akhirnya dia juga berakhir dengan tragis dikubur hidup-hidup.
Sebenarnya di zaman sekarang juga ada banyak contoh kasus tentang pembalasan yang dihitung dan dicatat.
Pada 14 April 2004, Ren Jiangxia, Direktur Biro Keamanan Umum Kota Tengfeng Provinsi Henan,
kembali ke Tengfeng dari Cengco.
Di jalan tol Ceng Sao, mobil bertabrakan dengan trak besar yang berjalan searah.
Semua orang di dalam mobil selamat, hanya Ren Jiangxia,
yang duduk di posisi paling aman tewas di tempat dalam usia 40 tahun.
Menurut laporan dari Minghui.com,
Ren Jiangxia berpartisipasi secara aktif dalam penangkapan,
menindas para pembuat petisi,
serta menahan banyak praktisi Falun Gong setelah menjabat sebagai Direktur Biro Keamanan Umum Kota Tengfeng
pada bulan April tahun 2001.
Pernah ada empat praktisi Falun Gong menyebarkan informasi kebenaran di halaman pemerintah Kota Tengfeng
dan ditangkap.
Setelah mengetahui hal ini, Ren Jiangxia berkata,
Falun Gong terlalu berani menyebarkan brosur sampai ke halaman pemerintah
dan saya harus menghukum mereka.
Akibatnya, keempat praktisi tersebut ditahan secara ilegal di penjara wanita Xin Xiang.
Setelah Ren Jiangxia tewas,
banyak petugas polisi di Kota Tengfeng berpendapat
bahwa karena Ren Jiangxia mati-matian dalam penganiaian terhadap Falun Gong,
lalu mengalami balasan karma.
Saudari Ren berkata kepada orang lain,
di masa lalu, saya tidak percaya pada perkataan Falun Gong
bahwa kebaikan dibalas dengan kebaikan
dan kejahatan dibalas dengan kejahatan.
Sekarang saya sangat percaya.
Pada tanggal 29 Oktober tahun 2008,
empat tahun setelah kematian Ren Jiangxia,
suami Ren, Wei Chunxiao, meninggal karena pendaraan otak pada usia 45 tahun,
meninggalkan seorang anak.
Program wawancara fokus CCTV telah membuat sejumlah besar program khusus
yang berisi sejumlah intrik jahat yang memfitnah Falun Gong.
Termasuk kasus bakar diri Tiananmen,
film tersebut memfitnah dan melontarkan tuduhan palsu kepada Falun Gong,
serta menyesatkan banyak orang di dalam dan luar negeri.
Produser utamanya, Chen Fei,
didiagnosis menderita kanker perut pada bulan Maret tahun 2008
dan menderita siksaan hebat karena penyakitnya hingga tak ingin hidup lagi.
Dan karena tak sanggup menahan penderitaan,
ia mohon pengobatannya dihentikan.
Pada tanggal 23 Desember di tahun yang sama,
Chen Fei meninggal dunia pada usia 47 tahun.
Menurut edisi khusus Epoch Times tahun 2017,
pejabat di atas tingkat provinsi dan kementerian yang telah menderita pembalasan
karena menganyai Falun Gong, jumlahnya mencapai 126 orang.
Mungkin ada orang yang bertanya mengapa ada beberapa orang yang terus menganyai
namun tidak mengalami balasan?
Seperti peribahasa Tiongkok kuno yang mengatakan,
bukan tidak dibalas, waktunya belum tiba.
Sejarah dan kenyataan telah meninggalkan banyak pelajaran penting bagi umat manusia.
Kekaisaran Romawi yang pernah kuat menderita empat wabah besar
karena penganyianya terhadap orang-orang Kristen
selama 300 tahun dan pada akhirnya negara itu musnah.
Punahnya agama Buddha oleh 3 U dan 1 Cung,
yakni Kaisar Tai Wu dari dinasti Wei Utara,
Kaisar Wu dari dinasti Chou Utara,
Kaisar Wu Cung dari dinasti Tang,
dan Kaisar Se Cung dari dinasti Chou Akir.
Peristiwa itu menyebabkan rakyat menderita.
Kaisar yang memusnahkan Buddha semuanya menderita pembalasan kejahatan.
Entah dia dipunuh oleh kasim,
atau meninggal dengan tubuhnya membusuk,
atau mati keracunan.
Fakta sejarah menunjukkan bahwa penganyian terhadap kultifator
akan mendatangkan kutukan yang paling parah.
Falun Gong juga dikenal sebagai Falun Tava
adalah latihan kultifasi tingkat atas
dari aliran Buddha yang disebarkan oleh Mr. Li Hongzhi pada tahun 1992.
Falun Tava mengambil karakteristik tertinggi alam semesta,
sejati, baik sahabat,
sebagai prinsip panduannya
dan mengharuskan praktisi untuk mencari ke dalam,
kultifasi sing-sing,
menunjukkan bahwa makna hidup adalah balik ke asal,
kembali ke jati diri.
Ini adalah falurus yang sejati,
jalan agung.
Begitu Falun Gong disebarkan,
langsung menampakkan efek khas pemurnian jiwa dan raga,
secara efektif meningkatkan moralitas sosial,
menyebar pesat di daratan Tiongkok dan luar negeri,
telah menarik orang dari semua etnis untuk berkultifasi.
Di era kemerosotan moralitas yang tajam dan hilangnya keyakinan,
penyebaran Falun Gong sekali lagi memberikan harapan kepada orang-orang
untuk meningkatkan taraf jiwa dan penyelamatan.
Lebih dari 100 juta orang berkultifasi hati menuju kebaikan,
mengangkat moralitas masyarakat,
merupakan arus aliran jernih dan terang di zaman ini,
membuat manusia bisa melihat adanya fajar masa depan.
Namun, sejak zaman kuno,
kebenaran dan kejahatan bagai air dan api.
Orang-orang yang percaya pada sejati, baik, dan sabar,
tidak ditoleransi oleh PKT.
Dibawah penindasan PKT yang memusnahkan para praktisi Falun Gong,
melalui berbagai cara damai,
telah melawan penindasan,
mengklarifikasi fakta kebenaran
untuk mempertahankan keyakinan diri sendiri,
mengungkap kebohongan dan kejahatan PKT.
Keberanian moral yang mereka tunjukkan dikagumi oleh dunia.
Falun Gong dibuci sebagai harapan dalam dunia yang kacau.
Hati manusia timbul sekilas pikiran,
langit dan bumi mengetahui semuanya.
Lebih dari 20 tahun ini,
kita juga tahu bahwa ada banyak orang menghadapi penganiayaan.
Tidak takut pada kekuasaan,
mereka dalam lingkup batas kemampuannya
menggunakan cara berbeda
untuk melindungi dan memperlakukan dengan baik para praktisi Falun Gong.
Masih ada beberapa anggota dalam sistem
yang pernah berpartisipasi dalam penganiayaan
dengan cepat insyaf akan kesalahan
dan berjalan menuju kesadaran.
Bagi orang-orang yang masih mengikuti PKT,
menganiaya para kultifator yang baik
dan masih belum menyadari konsekuensi serius,
segeralah sadar,
renungkan kembali contoh-contoh pembalasan kejahatan
yang terjadi di sekitar Anda
serta ambil tindakan nyata
untuk menebus kesalahan yang dibuat di masa lalu.
Hukum langit sedang menilai
dan menetapkan segala sesuatu di dunia.
Berharap semua orang bisa dengan jelas
membedakan antara baik dan jahat,
melihat jelas arah,
dan melakukan pilihan yang tepat di dalam arena pertandingan
antara kebaikan dan kejahatan
yang belum pernah terjadi sebelumnya.
