Terbebas dari Virus Corona Berkat Tekun Berlatih Falun Dafa
Prima yang berusia 51 tahun adalah seorang IT, bekerja dibidang Informasi dan Teknologi. Karena terbentur dengan pekerjaannya yang terlalu sibuk, akhirnya ia mengalami stress, sehingga ia harus mengkonsumsi rokok 2-3 pack perhari. Akibatnya di tahun 2005 ia mengalami pembengkakan jantung. Ia mengalami penderitaan yang sangat berat dan mencari cara untuk kesembuhannya.
Akhirnya ia menemukan sebuah situs internet (minghui.org) yang mengajarkan latihan kultivasi Falun Dafa yang memberikannya harapan untuk tetap hidup dan memberikannya kehidupan kedua. Ia terbebas dari sakit jantung yang dideritanya.
Menurut situs web Minghui, Falun Dafa atau yang disebut juga Falun Gong adalah metode kultivasi jiwa dan raga yang didasarkan atas prinsip universal; Sejati, Baik Sabar. Orang yang berlatih akan mendapatkan peningkatan kesehatan fisik dan mental.
Namun, karena tuntutan pekerjaan yang cukup ketat dan menyita waktu, dalam jangka waktu cukup panjang ia jarang berlatih, bahkan tidak sempat untuk berlatih. Akibatnya ia terpapar virus corona di bulan Januari 2021.
Keajaiban kesembuhan telah dialami kembali oleh Prima setelah ia kembali tekun berlatih Falun Dafa/Falun Gong. Kondisi kesehatannya kembali normal dalam enam hari tanpa mengonsumsi obat-obatan. Sungguh ajaib!
Hal unik juga terjadi pada keluarga mertua Prima berkenaan dengan virus corona. Papa mertuanya yang berusia 83 tahun terpapar virus corona dan melakukan isolasi mandiri yang dijaga oleh mama mertuanya (yang berlatih Falun Dafa). Mujizatnya, mama mertua dan iparnya (yang juga berlatih Falun Dafa) tidak tertular sama sekali, walaupun bersentuhan dekat dengan papa mertuanya.
Falun Dafa telah memberikan manfaat yang luar biasa pada keluarga Prima. Dari Pengalamannya itu, ia ingin berbagi pada semua orang dan menyarankan untuk ikut berlatih.
Prima yang berusia 51 tahun adalah seorang IT.
Bekerja di bidang informasi dan teknologi.
Karena terbentur dengan pekerjaannya yang terlalu sibuk,
akhirnya ia mengalami stres.
Sehingga ia harus mengkonsumsi rokok 2-3 pak per hari.
Akibatnya di tahun 2005, ia mengalami pembengkakan jantung.
Ia mengalami penderitaan yang sangat berat
dan mencari cara untuk kesembuhannya.
Dan ketika saya mencari-cari di internet,
saya menemukan bahwa ada latihan yang namanya Falun Gong ini.
Kemudian saya membacanya, saya merasa tertarik dan saya mencobanya.
Pada waktu itu tidak ada praktisi lain yang mengajarkan saya bagaimana berlatih.
Saya hanya mendownload videonya.
Di website itu ada videonya.
Kemudian saya coba ikuti.
Juga saya membaca buku Cuan Falun yang disampaikan di website itu.
Saya cari waktu itu di toko buku dan ketemu saya baca.
Menurut situs web Minghui, Falun Tawfal atau yang disebut juga Falun Gong
adalah metode kultivasi jiwa dan deraga
yang didasarkan atas prinsip universal.
Sejati, baik, sabar.
Orang yang berlatih akan mendapatkan peningkatan kesehatan fisik dan mental.
Dalam kurun waktu dua minggu,
saya merasakan sakit di jantung saya itu mulai meredah-meredah dan akhirnya hilang.
Jadi cukup aja, dalam waktu dua minggu sakit jantung saya hilang
dan saya mendapatkan kesehatan seperti setiap kala
dan saya tidak pernah mengalami lagi sakit jantung
sejak tahun 2005 sampai sekarang.
Namun, karena tuntutan pekerjaan yang cukup ketat dan menyita waktu,
dalam jangka waktu yang cukup panjang
ia jarang berlatih.
Bahkan tidak sempat untuk berlatih.
Akibatnya, ia terpapar virus corona di bulan Januari 2021.
Pada pertengahan bulan Januari kemarin,
bulan Januari 2021 ini,
saya terpapar covid.
Itu bermula dari mama saya yang sudah almarhum.
Beliau mengalami sesak nafas.
Lalu oleh adik saya dibawa ke rumah sakit, ke UGD.
Dan adik saya menelpon saya, saya segera ke sana.
Dan saya temukan mama saya sudah dimasukkan ke dalam UGD
yang bersama dengan pasien-pasien covid lainnya.
Di sana, mau tidak mau, saya ikut mendampingi mama saya
di mana cukup lama, berada di sana sekitar satu jam.
Namun, mama saya tidak bertahan.
Beliau sudah berusia 86 tahun.
Akhirnya, beliau meninggal dunia.
Setelah peristiwa tersebut,
seminggu kemudian saya mulai mengalami gejala covid.
Saya sepertinya terpapar.
Saya mengalami demam tinggi.
Tulang-tulang terasa sakit semua.
Indra kunciman hilang.
Kalau menelan terasa pahit.
Penglihatan jadi agak buram.
Tubuh terasa lemas sekali.
Kemudian pernafasan terganggu.
Nafasnya itu sengal-sengal.
Nafas pendek.
Kemudian mengalami jari, mual-mual.
Dan yang paling mengkhawatirkan, jantung saya jadi terasa sakit.
Kondisi kesehatan saya terus semakin berubah.
Melihat kondisi saya yang mengkhawatirkan ini,
istri saya yang juga seorang praktisi Falun Gong,
kemudian mengajak saya untuk berlatih Falun Gong bersama-sama.
Saya masih ingat, pada malam itu saya demam tinggi
dan seluruh tulang saya sakit semua.
Dan malam itu saya dan istri berlatih.
Baru saja kami menyelesaikan gerakan pertama dan yang kedua,
demam saya langsung hilang.
Dan sakit di seluruh tulang saya lenyap.
Ajaib.
Namun dua hari berikutnya,
di pagi hari saya mengalami perasa sakit di jantung saya.
Itu seperti dari sebelah kiri ini,
seperti ada benda tajam menusuk,
dan dari depannya seperti ada yang menyindih.
Jadi sakitnya sangat luar biasa.
Saya memberitahu istri saya kondisi ini,
dan istri saya mengajak saya berlatih gerakan Falun Gong lagi.
Begitu kami baru saja menyelesaikan gerakan ke-satu dan ke-dua,
sakit di jantung saya tiba-tiba lenyap.
Hilang begitu saja. Ajaib.
Pada hari berikutnya, saya mulai mengalami nafas pendek.
Umumnya para penderita COVID ini akan mengalami nafas pendek
karena virus COVID ini biasanya menyerang kolu paru.
Saya sama sekali tidak bisa menarik nafas panjang.
Lalu malam itu, istri saya mengajak lagi untuk berlatih gerakan Falun Gong.
Setelah kami menyelesaikan gerakan ke-satu, ke-dua, ke-tiga, dan ke-empat,
lalu saya duduk.
Tidak lama kemudian, saya mencoba menarik nafas panjang.
Eh, kaget juga saya.
Seketika itu juga saya mampu menarik nafas panjang.
Nafas panjang yang dalam.
Dan bahkan tanpa terhalang sama sekali.
Seolah sesuatu yang menghalangi paru-paru saya tadi itu,
itu lenyap. Entah kemana.
Ajaib.
Jadi, saya ingat sekali malam itu saya merasa lega sekali
karena dapat bernafas normal kembali.
Sangat ajaib.
Nah, selama terpapar COVID ini,
saya tidak minum obat-obatan apapun.
Tidak minum suplemen apapun.
Atau vitamin apapun.
Saya hanya benar-benar mengandalkan pada berlatih Falun Gong ini.
Karena saya tahu Falun Gong ini adalah baik.
Dan sejak peristiwa itu membuat saya akhirnya setiap harinya
berlatih Falun Gong sampai sekarang.
Setiap pagi, saya dan istri berlatih Falun Gong.
Dan kami sudah 4,5 bulan ini berlatih Falun Gong setiap hari.
Saya mengalami gejala COVID yang parah itu
sampai akhirnya normal kembali itu terhitung selama 6 hari.
Waktu itu saya menjalani isolasi mandiri di rumah.
Namun, saya tidak mengurung diri di kamar.
Saya masih melakukan aktivitas seperti biasa dengan anak-anak saya.
Berinteraksi dengan anak-anak saya seperti biasa.
Lalu, atas permintaan RTS tempat,
kami semua diminta untuk tes swab antigen.
Dan kami melakukannya di sebuah rumah sakit.
Dan hasil tes menunjukkan bahwa semua orang yang ada di rumah kami
hasilnya adalah negatif.
Hal unik juga terjadi pada keluarga mertua Prima
berkenaan dengan virus Corona.
Oke, saya mau cerita tentang papa mertua saya.
Papa mertua saya juga ternyata terpapar COVID.
Dan gejalanya cukup berat.
Beliau umurnya 83 tahun.
Dan gejalanya cukup berat sampai harus memakai oksigen.
Nah, yang merawat papa mertua saya adalah istrinya,
yaitu mama mertua saya.
Nah, mama mertua saya ini adalah seorang praktisi Falun Gong.
Mama mertua saya usianya sudah 71 tahun.
Dan selama ini rajin berlatih Falun Gong setiap hari.
Saya tahu, sejak dulu sampai sekarang
tiap pagi pasti berlatih Falun Gong.
Dari sekitar tahun 2000-2003,
beliau rajin sekali berlatih Falun Gong.
Nah, setiap harinya mama mertua saya ini yang merawat papa.
Jadi memandikan papa, memberikan makan,
mengganti tabung oksigen,
mengurusi mandinya, dan segala macam.
Jadi tiap hari terjadi kontak fisik.
Nah, walaupun terjadi kontak fisik cukup dekat dengan papa,
namun mama mertua saya tetap sehat segar.
Beliau sama sekali tidak terpapar.
Dan sampai akhirnya papa saya sembuh,
itu adalah sekitar dua bulan,
mama mertua saya tetap sehat dan tidak terpapar sama sekali.
Di rumah itu juga ada ipar saya.
Ipar saya juga rajin berlatih Falun Gong.
Dan beliau, ipar saya ini tetap sehat-sehat saja.
Dan atas permintaan RTS tempat,
mama mertua saya dan ipar saya ini diminta untuk
melakukan tes swab PCR di sebuah rumah sakit
dan mereka semua hasil tesnya adalah negatif.
Falun Tafa telah memberikan manfaat yang luar biasa
pada keluarga Prima.
Dari pengalamannya itu,
ia ingin berbagi pada semua orang
dan menyarankan untuk ikut berlatih.
Di masa pandemi yang entah kapan semua ini akan berlalu,
di tengah ketidakpastian, di tengah kekhawatiran,
di tengah kebingungan melalui masa-masa sulit ini,
ternyata masih ada secerca harapan
bagaimana kita sebaiknya menyikapi semua ini.
Oleh karena itu, kiranya saya boleh sarankan
mencoba berlatih Falun Gong ini
yang adalah merupakan solusi yang sangat bagus
untuk jiwa dan raga kita
dan semoga dapat memperoleh manfaat
dari berlatih Falun Gong ini.