Lima elemen bergerak ganjil, berbagai bencana sering terjadi, akherat membuat buku catatan, tak bisa luput dari bencana.
Pada tahun 2020 dan tahun 2021, saya banyak kali bertemu dengan Dewa Pengatur Bencana.
Setiap kali setelah Dewa Pengatur Bencana nampak, selalu sinkron dengan bencana yang terjadi di dunia. Tahun lalu, kata-kata yang saya dengar adalah: "Lima Elemen berputar terbalik". Tahun ini, saya mendengar "Lima Elemen bergerak abnormal". Jadi bagaimana mereka termanifestasi di dimensi lain? Dipadankan dengan dunia manusia, bencana macam apa itu? Saya ingin bicarakan pemandangan yang saya lihat dan bencana yang terjadi di dunia ini bila dihubungkan.
Lima elemen bergerak ganjil, berbagai bencana sering terjadi,
akhirat membuat buku catatan tak bisa luput dari bencana.
Tahun 2020 dan tahun 2021,
saya bertemu banyak kali dengan Dewa Pengatur Bencana.
Setiap kali setelah Dewa Pengatur Bencana nampak,
selalu sinkron dengan bencana yang terjadi di dunia.
Tahun lalu, kata-kata yang saya dengar adalah
5 elemen berputar terbalik.
Tahun ini, saya mendengar 5 elemen bergerak abnormal.
Jadi bagaimana mereka termanifestasi di dimensi lain?
Dipadankan dengan dunia manusia bencana macam apa itu?
Saya ingin bicarakan pemandangan yang saya lihat
dan bencana yang terjadi di dunia ini bila dihubungkan.
5 elemen bergerak abnormal, berbagai bencana sering terjadi.
Pada tanggal 17 Juli, Dewa Pengatur Bencana berkata,
5 elemen bergerak abnormal, berbagai bencana sering terjadi.
Setelah itu, saya melihat peredaran roda 5 elemen
sangat berbeda dengan penampakan di tahun lalu.
Perasaan saya sangat buruk.
Sekarang lidah api dari roda 5 elemen beredar tidak normal,
ada fenomena offside melampaui posisi,
yang saya sebut lidah api merebut istana.
Tak peduli apakah itu lidah api roda dalam urutan putaran
yang terbentuk secara eksternal,
atau lidah api roda dalam urutan putaran yang terjalin secara internal.
Aktivitas lidah api roda tidak normal, semuanya kacau,
semuanya tidak pada posisi asalnya.
Misalnya, lidah api dari roda api menjulurkan
satu lidah api menancap miring ke dalam lidah api dari roda air.
Gerakan ganjil dari 5 elemen sesuai dengan bencana di dunia manusia.
Langit dan bumi adalah bersepadanan.
Pepatah lama disebut langit dan manusia saling bersesuaian.
Misalnya, pada pertengahan bulan Mei tahun ini,
dewa pengatur bencana berkata,
pohon besar akar tercabut, pasir dan lumpur berjalan bersama.
Semua bencana datang bersamaan.
Pada akhir bulan Mei, gempa bumi terjadi di Shaanxi, Yunan,
dan Provinsi Qinghai di daerah Tantiongkok.
Tanah longsor terjadi di Provinsi Zhejiang.
Tornado muncul di Heilongjiang.
Ini sesuai dengan peringatan, pohon besar akar tercabut,
pasir dan lumpur berjalan bersama.
Pada bulan Juni, hujan es, gempa bumi,
banjir lumpur dan batu, air bah dan lain-lain.
Terjadi di beberapa provinsi di Tiongkok.
Di beberapa tempat hujan es sebesar telur ayam,
kaca mobil hancur tertimpa.
Melihat bencana dalam beberapa saat ini memang benar adalah tanggapan dari kata dewa.
Bencana datang dan datang dengan sangat cepat.
Akherat buat buku catatan, tak bisa luput dari bencana.
Selama meditasi pada tanggal 22 Juli,
saya melihat orang-orang mati tenggelam dan mayat tergeletak di jalan.
Saya teringat tahun lalu, ketika memancarkan pikiran lurus,
saya melihat para korban bencana penuh di sepanjang jalan.
Tahun ini, setelah melihat pergerakan abnormal roda lima elemen,
saya tahu bahwa segala macam bencana akan datang lagi.
Dalam memancarkan pikiran lurus pada tanggal 22 Juli,
saya melihat sebuah buku turun dari langit.
Secara intuitif saya tahu bahwa itu adalah buku kematian.
Saya berpikir, Maha Dewa mana yang membawanya ke sini?
Anda membawanya ke sini, saya akan melihatnya.
Saya bukan membalik halaman secara langsung untuk melihatnya.
Adalah kemampuan kung saya yang membalik-balik halaman untuk melihat.
Bukunya sangat tebal, isinya adalah nama-nama orang yang meninggal.
Beberapa di antaranya adalah kematian sekeluarga demi sekeluarga.
Saat membalik hingga setengah buku,
saya merasa jumlah orang yang tercatat dalam buku kematian adalah sebanyak 40.000 hingga 50.000 orang.
Saya merasa sedikit ngeri.
Dewa pengatur bencana muncul dan saya bertanya,
apakah jumlah kematian 40.000 atau 50.000?
Dewa pengatur bencana berkata, ya.
Saya mengerti adalah mengerti dalam sekejap.
Akhirat membuat buku ini selama tiga bulan setelah festival Qingming sudah dimulai.
Para juru tulis di akhirat sangat sibuk.
Beberapa juru tulis terus mengibaskan tangan karena lelah.
Beberapa halaman terakhir dari buku ditambahkan belakangan.
Ada beberapa nama orang telah dicoret,
diberi keterangan bahwa alasannya adalah orang ini bertemu dengan seorang pengikut tafa,
memahami kebenaran dan mundur dari organisasi partai jahat.
Nama lain ditambahkan di tempat yang dicoret.
Tak lama kemudian seorang dewa muncul dan berkata,
buku itu seperti dipindahkan, saya harus menemukan dan membawanya balik.
Saya berkata, buku itu hilang tanpa sengaja dan saya melihatnya tanpa sengaja.
Mungkin bukan kebetulan.
Dewa mengambil buku itu dan membalikan kepala serta berkata kepada saya,
kita masih harus membuat buku besar, alam dewa dan dunia akhirat tidak bisa santai lagi.
Apa yang Anda lihat hanya sebagian saja.
Editor berkata, ilmu pengetahuan modern percaya bahwa bencana yang disebabkan oleh kempa bumi,
banjir, kekeringan, kebakaran, wabah penyakit, iklim dan lain-lain,
secara kolektif disebut sebagai bencana alam.
Implikasinya tampaknya tidak ada hubungannya dengan manusia dan manusia juga tidak dapat menolak.
Sebenarnya bukan begitu.
Terjadinya bencana-bencana ini semuanya memiliki alasan
dan semuanya memiliki tanda serta peringatan dari Tuhan.
Hanya saja orang yang tidak percaya pada Tuhan tidak mempercayainya.
Kalangan rakyat juga mengatakan bahwa sebelum bencana seperti air, api, pedang, tentara dan lain-lain,
dunia akhirat harus membuat buku penciptaan bencana untuk menentukan ruang lingkup,
jenis dan kematian yang sesuai bagi bencana yang terjadi.
Mengenai buku ini, ada yang hidup lagi setelah dia pergi ke alam bakar
dan pernah mengungkapkan sedikit, di dalam kekaburan sebenarnya semuanya sudah diatur.
Kami pernah membuat video, demi satu kali gempa, dunia akhirat telah mempersiapkan 50 tahun,
berkonten alam akhirat membuat buku.
Kisah ini menceritakan bahwa di antara tahun-tahun Tao Kuang dan Xiang Feng dari dinasti Qing,
Tuan Niu Xiumei menjabat sebagai wali kota Ningyuan,
adalah seorang pejabat yang bersih, jujur, rajin dan bijaksana,
serta pencapaian politiknya tersohor, dengan suara bulat dipuji oleh masyarakat.
Tiba-tiba suatu hari terjadi gempa besar, semua rumah di kota seluruhnya runtuh,
jumlah korban tidak terhitung, dan kantor pemerintah juga rusak di banyak tempat.
Putra Tuan Niu juga tewas, dia sendiri tumitnya juga terluka, sehingga sulit untuk berjalan.
Tuan Niu merasa sangat marah, jadi dia menulis sebuah esai yang mempertanyakan dewa kota Alambaka.
Isi pokoknya adalah menuduh dewa kota menikmati pembakaran dupa dari rakyat,
namun tidak melindungi rakyat.
Seluruh kota begitu besar, apakah semuanya orang jahat?
Bahkan dia sebagai pejabat, dia memiliki hati nurani dan bersih,
tetapi putranya di luar dugaan meninggal, dan dia sendiri juga terluka.
Apakah benar jalan Tuhan tidak dapat dipercaya?
Apakah ada kesalahan dalam pemeriksaan Tuhan?
Hingga tengah malam Tuan Niu bermimpi bahwa dewa kota memintanya untuk datang,
duduk sesuai dengan aturan tamu dan tuan rumah.
Dewa kota berkata kepadanya,
Tuan Niu menuduhnya dengan kata-kata lantang karena benar,
tetapi sayangnya tidak dapat mengerti jalan hantu dan dewa.
Oleh karena itu mengundang Anda datang berbicara untuk menjelaskan kecurigaan dan fitnah.
Semua malapetaka disebabkan oleh akumulasi kejahatan orang banyak,
mutlak bukan kebetulan.
Bencana gempa bumi kali ini telah diselidiki dan dicatat selama 50 tahun.
Semua orang yang tidak seharusnya menderita bencana telah dipindahkan ke tempat lain.
Jika itu adalah dosa baru yang dibuat di periode waktu dekat ini,
maka akan dipindahkan kembali.
Meskipun waktunya sementara, juga akan ada perubahan keluar dan masuk.
Mutlak tidak akan pernah sembarangan mengabaikan kehidupan rakyat.
Tuan Niu berkata,
Kalau begitu, apakah tidak ada satupun orang baik di kota ini?
Apakah anak saya dan saya juga akan dihukum?
Dewa Cheng Huang berkata,
Masih ada tiga keluarga.
Memang sulit untuk pindah dalam waktu singkat
dan sekarang mereka semua selamat tanpa cedera.
Salah satu keluarga adalah seorang wanita luhur di jalan tertentu,
tiga generasi hidup sebagai janda dan membesarkan seorang cucu yang masih kecil.
Yang lainnya adalah seorang dokter yang tidak menjual obat-obatan palsu dalam hidupnya.
Jika ada orang yang meminta dia untuk periksa,
walaupun turun hujan di malam hari dan jalan berlumpur,
dia juga akan segera pergi dan merawat pasien dengan sepenuh hati.
Satu keluarga lagi adalah wanita tua yang menjual kue ketan dan cucu kecilnya.
Semuanya selamat.
Sekembalinya silakan Tuhan selidiki,
maka akan menemukan mereka.
Saya tak akan menipu Anda.
Putra Tuhan karma berat di kehidupan masa lalu,
tidak ada jalan keluar.
Bahkan Tuhan sendiri juga di dalam bencana malapetaka.
Karena menjadi pejabat jujur bersih dan bijaksana,
maka mendapatkan toleransi hanya di lukai tumitnya.
Singkatnya Tuhan memberi penghargaan dan hukuman,
sangatlah berhati-hati dan tidak pernah memihak.
Tidak ada malapetaka yang tidak masuk akal dan tidak ada alasan untuk terhindar.
Setelah mendengarkan Tuhannya berterima kasih kepada Dewa Cengkuang dan meminta maaf.
Setelah dia bangun, dia mencari dimana-mana
dan dia menemukan Ciefu, wanita luhur, dan dokter,
wanita tua yang menjual kue ketan dan cucu kecilnya.
Mereka semua aman dan sehat.
Tuhannyu sangat takjuk.
Sejak saat itu dia percaya pada prinsip sebab dan akibat dari hantu dan dewa.
Dalam kekaburan, sebenarnya semuanya sudah diatur.
Dewa telah mengatakan bahwa mereka akan membuat buku besar,
dunia dewa dan dunia akhirat semuanya tak bisa santai lagi.
Bagaimana kita bisa terhindar dari malapetaka ini?
Itu berarti harus memahami fakta kebenaran Falun Gong
dan mundur dari organisasi partai, liga, pioner yang dibentuk oleh partai JDPKT.