Pilihan Aktor Ternama, Guangyu Jiang dan Sebuah Film Origin Bound

The Truth Media
770 pengikut
154 Tayangan video·14 Nov 2022
Berapa banyak pilihan sulit yang harus dibuat dalam kehidupan yang penuh dengan cobaan dan kesengsaraan untuk dapat menemukan jalan yang menuntun kembali ke asal?
Saksikan kisah yang sangat mengharukan berikut ini sampai ahir.
Dikisahkan, Howard Wong adalah seorang bintang film bergengsi yang berada di puncak karirnya.
Namun kehidupannya yang glamour hampir hancur berkeping-keping.
Karirnya tiba-tiba berakhir dan cinta dalam hidupnya telah hilang.
Ketika hidupnya akan hancur dalam hitungan mundur,
ia menemukan harapan dan keajaiban yang jauh dari tanah kelahirannya.
Ini adalah perjalanan yang menginspirasi protagonis pria dalam film yang dikenal Origin Bound.
Origin Bound adalah film independen berbahasa Mandarin yang diproduksi oleh New Century Film.
Pada bulan Mei ini, Origin Bound memenangkan Award of Merit di acara penghargaan kompetisi film global 2019
dalam kategori film utama aktor dan sutradara.
Kuang Yi Chiang adalah aktor utama dalam film Origin Bound.
Pada tahun 1990-an, Chiang adalah bintang yang sedang naik daun di daratan Tiongkok.
20 tahun setelah meninggalkan karir filmnya,
Chiang kembali dengan penampilan luar biasa dalam film Origin Bound.
Di daratan Tiongkok, Chiang sangat terkenal dalam peran seorang pangeran yang ia mainkan
di salah satu serial televisi sejarah yang paling diakui secara kritis,
Dinasti Kaisar Yongcheng.
Chiang adalah seorang aktor muda pada saat itu,
namun akting yang diperankannya cukup solid dalam serial tersebut.
Sejak itu karir akting Chiang semakin naik dan ia membintangi sejumlah drama populer.
Pada saat Chiang siap untuk karir yang menjanjikan dan kesuksesan yang lebih besar,
sesuatu terjadi yang memaksanya untuk meninggalkan karir filmnya.
Pada Agustus 1998, Chiang dikeluarkan dari peran utama di salah satu produksi televisi besar.
Pada hari Chiang menandatangani kontraknya,
seorang produser menyerahkan selembar kertas untuk ditandatangani.
Pada saat itu di Tiongkok, semua produksi televisi utama dan kru mereka,
termasuk aktor, diminta untuk menandatangani pernyataan bersumpah
bahwa mereka tidak terlibat dalam berlatih Falun Gong,
sebuah latihan meditasi yang dilarang oleh negara.
Chiang membaca pernyataan itu dan setelah beberapa saat ia berkata kepada produser.
Produser menatap Chiang dengan perasaan tidak percaya
dan dia terus membujuk Chiang untuk berubah pikiran.
Saya hanya butuh tanda tanganmu.
Kamu selalu dapat berlatih secara rahasia.
Tidak ada yang perlu tahu.
Dengan cara ini kamu tidak akan kehilangan pekerjaan ini.
Ini adalah produksi besar pertama tahun ini.
Kuang Yi berkata
Kata-kata pertama yang kami latih adalah benar.
Saya tidak boleh berbohong. Saya telah menandatangani pernyataan ini.
Saya telah berbohong. Saya telah menyalahkan kepercayaan saya.
Saya tidak dapat melakukannya.
Dengan begitu saja,
ia memilih untuk melepaskan peran yang begitu banyak diidamkan.
Di masa muda, Chiang menjadi aktor adalah impian seumur hidupnya.
Tanpa memberitahu ayahnya yang cukup keras kepadanya,
Chiang telah keluar dari perguruan tinggi untuk jurusan komputer
dan mengambil pekerjaan paru waktu
sehingga ia bisa melakukan perjalanan ke Beijing untuk audisi akting.
Akhirnya dalam kompetisi yang sangat sengit,
dengan hampir 5.000 pelamar dengan hanya 50 korsi yang tersedia,
Chiang diterima di salah satu akademi film paling bergensi di Tiongkok,
Akademi Drama Pusat.
Pada hari-hari awal karirnya,
Chiang adalah aktor baru yang tidak dikenal oleh siapapun.
Ia mulai dengan mengambil peran kecil yang bisa ia lakukan
dan untuk sementara waktu hidup menjadi begitu sulit baginya,
yakni pada saat ia hanya memiliki 10 dolar di sakunya.
Namun seiring waktu kerja keras dan dedikasi Chiang membuahkan hasil.
Ia mulai mendapatkan ketenaran dan mendapatkan penawaran yang lebih baik.
Tetapi pada saat karir aktingnya menanjak dan ketenaran
serta kekayaan menantinya, Chiang melepaskan semuanya.
Apakah dia pernah berpikir dua kali tentang keputusannya?
Benarkah?
Tak lama setelah Chiang menolak peran itu,
ia menerima tawaran lain dari produksi serial televisi yang berbeda.
Sang sutradara mencoba untuk memberi peran pada salah satu aktor terkemuka.
Chiang memberitahu sang sutradara apa yang terjadi dengan pekerjaan sebelumnya.
Chiang mendapat peran tersebut tanpa audisi.
Serial televisi itu berjudul Sungai Yak An Yang Tenang
dan ditayangkan di CCTV2.
Chiang mulai berlatih Falun Gong pada tahun 1998.
Falun Gong mengikuti prinsip sejati baik sabar.
Pada Juli 1999, Falun Gong menjadi target resim komunis Tiongkok
Tetapi Chiang yakin bahwa penganiayaan itu tidak adil.
Ia pergi dua kali ke lapangan Tiananmen untuk mengajukan petisi dan ditangkap dua kali.
Pada April 2000, Chiang ditahan selama 24 jam
dan kemudian dibebaskan dengan bantuan dari teman-temannya.
Meskipun mendapatkan kembali kebebasan, Chiang memikirkan masa depannya dengan hati yang berat.
Chiang percaya pada keyakinannya dengan keyakinan yang tak tergoyahkan.
Tapi harga yang harus ia bayar adalah melepaskan impian seumur hidupnya untuk berakting.
Sejak itu, bisnis pertunjukannya di Tiongkok berada di bawah kendali ketat pemerintah komunis.
Keamanannya juga berada di bawah ancaman secara terus-menerus.
Akhirnya Chiang tidak punya pilihan selain meninggalkan tanah airnya.
Setelah meninggalkan negara komunis Tiongkok, Chiang menghapiskan waktunya di sekolah,
terkadang bekerja paru-waktu di pompa bensin.
Berjalan di jalanan New York, Chiang akan berhenti dan menonton
ketika kru film sedang syuting adegan di jalan-jalan.
Pertanyaan yang sering ia tanyakan adalah, apakah ia menyesal membuat pilihan ini?
Pada 2019, setelah meninggalkan karir akting selama hampir 20 tahun,
Chiang kembali ke impian seumur hidupnya melalui film Origin Pond
dengan kekuatan dan kebijaksanaan yang diperbarui.
Origin Pond menceritakan tentang perjalanan ajaib Howard Wong.
Wong seorang aktor di puncak karirnya,
didiagnosis dengan kanker stadium akhir dan hanya memiliki 3 bulan untuk hidup.
Karena putus asa, Wong meninggalkan segalanya dan melanjutkan satu perjalanan terakhir.
Saat Wong mencoba melupakan detik-detik jam kematiannya,
hal-hal mulai berubah secara tak terduka,
dan Wong menemukan keajaiban yang menunggunya.
Kuang I Chiang menghargai apa yang telah ia lalui di masa lalu.
Ia percaya bahwa itu adalah pelajaran hidup yang tak ternilai.
Sebagai halnya Howard Wong,
kisah Kuang I Chiang juga ditempa oleh pasang surutnya kehidupan
dan membuat pilihan surut yang benar-benar menyentuh jiwa seseorang.
Chiang penuh harapan dan keyakinan tentang masa depan.
Kita juga menantikan karya-karya yang lebih menginspirasi dari Kuang I Chiang.
