Apakah Anda adalah seorang yang punya impian besar?
Ada kalanya ketika di sekolah, kita akan diminta untuk menulis tentang mimpi.
Teman saya, Robert, menulis tentang mimpinya sebanyak tujuh halaman, hanya dalam satu malam.
Impiannya adalah tentang suatu hari, ia akan memiliki sebuah peternakan kuda seluas 200 hektare.
Ia bahkan membuat gambar tentang peternakan impiannya,
menunjukkan seluruh bangunan, kandang, jalur balap, serta rumah besar seluas seribu meter persegi di sana.
Semua terletak di dalam areal peternakan kudanya.
Ia mencurahkan upaya besar untuk proyek itu.
Kesokan harinya, ia menyerahkan hasil pekerjaan itu kepada gurunya.
Namun ketika ia mengambil kembali pekerjaan rumahnya,
ia terkejut melihat huruf merah F di halaman pertama.
Sang guru juga menulis,
Temui saya setelah kelas selesai.
Jadi Robert menemui gurunya setelah kelas selesai dan bertanya,
Misakah guru memberi tahu mengapa saya mendapat F?
Gurunya berkata,
Apa yang kamu tulis adalah tidak masuk akal, nak.
Itu berasal dari keluarga Tunawisma.
Tidak ada uang ataupun sumber daya.
Jika ingin memiliki sebuah peternakan kuda, itu memerlukan banyak uang.
Bagaimana kamu mampu membayar harga tanah dan biaya pengelolaannya?
Satu lagi,
Bisakah kamu membayar biaya konstruksinya?
Itu mustahil diwujudkan.
Jika kamu menulis ulang artikel yang lebih logis,
dan menyerahkan kembali kepada saya,
saya mungkin akan merevisi nilaimu.
Robert pulang dan berpikir sejenak.
Ia tidak tahu harus berbuat apa.
Karena itu, ia berniat meminta pandangan dari ayahnya.
Ayahnya berkata,
Nak, kamu harus memantapkan pikiranmu sekarang.
Ini adalah keputusan yang sangat penting bagimu.
Akhirnya setelah seminggu, Robert masih menyerahkan hasil pekerjaan yang sama
tanpa diubah sedikit pun.
Ia berkata kepada gurunya,
Guru boleh tetap memberi nilai F,
tapi saya tetap dengan pendirian saya pada mimpi itu.
Bertahun-tahun kemudian,
banyak kegiatan amal telah dilakukan di
tempat kediaman Robert seluas seribu meter persegi
yang terletak tepat di dalam peternakan kuda miliknya,
yang luasnya 200 hektare.
Tapi, itu bukan bagian terbaik dari kisah ini.
Yang paling menarik adalah dua musim panas lalu,
kata Robert bangga.
Guru sekolah lama saya membawa 30 orang siswa ke peternakan saya
untuk kegiatan berkema selama seminggu.
Sebelum meninggalkan peternakan,
dia berkata,
Lihat, Robert,
saya boleh memberitahumu sekarang.
Ketika saya menjadi gurumu,
saya telah menghapus mimpi sebagian besar siswa saya.
Namun untungnya,
kamu berani berupaya untuk mewujudkan impianmu.
Saya sangat bangga dengan kesuksesanmu.
Ingat, jangan biarkan siapapun mencuri mimpi Anda.
Ikuti kata hati Anda,
tidak peduli apapun yang terjadi.