Cerita ini berlatar belakang di tahun 283 SM, pada masa Periode Negara-Negara Berperang di Tiongkok kuno. Kala itu, Tiongkok terpecah menjadi tujuh negara besar yang saling bersaing, dengan negara Qin sebagai yang terkuat. Kaisar Qin berambisi menyatukan seluruh negeri, menjadi penguasa dinasti baru. Inti dari kisah ini adalah tentang sebuah pusaka Giok, Hé Shì Bì (和氏璧). Di Tiongkok kuno, benda giok berbentuk lingkaran yang disebut Bì (璧) bukan sekadar perhiasan biasa — melainkan benda ritual suci yang digunakan dalam upacara penghormatan kepada Langit, dan upacara ini hanya boleh dilakukan oleh Putra Langit. Karena itu, memiliki Bì secara simbolis berarti memiliki hak untuk menjadi penguasa atas seluruh negeri.
**********
🎒 subscribe TAS KECIL - SIAO SHU BAO INDONESIAN. Tumbuhkan Ketrampilan Anak Melalui Cerita.
Cerita kami bukan sekadar cerita, tetapi mengajak adik-adik mengasah imajinasi, melatih nalar, menumbuhkan logika, serta rasa saling peduli. Yuk, ajak anak bertumbuh melalui cerita!
Di zaman dahulu kala, ada seorang raja sedang dirundung masalah besar.
Ia tidak tahu bagaimana baiknya. Masalah apa sih yang dihadapi?
Bisakah kamu membantunya?
Zaman dulu, dulu sekali. Zaman negara-negara perang.
Ada sebuah negara Cao, ada negara Qin. Hubungan keduanya tidak terlalu baik.
Sedikit ada kesalahan, bisa terjadi perang.
Waktu itu, negara Cao mendapatkan sebuah pusaka bernama He Xie Pi,
batu yang sangat berharga, permata giyok yang amat langka.
Tak disangka justru gara-gara giyok ini telah memicu krisis antar kedua negara.
Raja Qin Cao Xiang dari kerajaan Qin mendengar raja Cao mendapatkan He Xie Pi.
Ia menginginkannya lalu berunding dengan para menterinya.
Seorang menteri berkata,
Giyok ini berfungsi menghormati langit dalam ritual kerajaan.
Tidak hanya keramat, ia juga sangat berharga.
Apalagi warnanya hijau abu bening tembus cahaya, tanpa cacat sedikitpun.
Ini batu giyok paling berharga di dunia.
Ada juga yang berkata,
Jika baginda memiliki He Xie Pi, akan lebih menonjolkan keagungan negara Qin kita
sebagai negara yang memperoleh mandat dari langit.
Gagasan ini benar-benar mengena ke hati raja Qin.
Karena Qin saat itu adalah negara yang sangat kuat.
Mereka selalu berambisi menyatukan dunia.
Lalu raja Qin Cao Xiang bertanya,
Jadi bagaimana kita bisa mendapatkan He Xie Pi?
Setelah berunding,
mereka memutuskan menawarkan 15 kota berbenteng
untuk ditukar dengan He Xie Pi yang berharga ini.
Wah, sepotong He Xie Pi ditukar dengan 15 kota berbenteng.
Sampai-sampai ada peribahasa Tiongkok berbunyi,
bernilai setara serangkaian kota.
Maka raja Qin pun mengirimkan utusan ke negara Cao.
Setelah raja Cao mengetahui keinginan raja Qin,
awalnya dia senang.
Dia pikir,
He Xie Pi dapat ditukar dengan 15 kota berbenteng.
Wilayah negara Cao kita jadi semakin luas dan makmur.
Kemampuan menyaingi negara Qin jadi lebih besar.
Tapi setelah dipikir-pikir lagi,
timbul kekhawatiran di hati raja Cao.
Ia pun mengumpulkan para menteri membahas masalah itu.
Beberapa menteri setuju dengan pertukaran tersebut,
berkata,
Negara Qin adalah negara adidaya.
Jika kita tidak menyanggupi permintaan raja Qin menukar He Xie Pi,
andai kata dia tidak senang,
mungkin mereka akan mengirim pasukan dan menyerang kita.
Selain tidak dapat 15 kota berbenteng,
kita malah memicu peperangan.
Ada juga yang tidak setuju pertukaran tersebut.
Seorang jenderal tampil berkata dengan penuh emosi.
Raja Qin dulu pernah ingkar janji pada raja Cao.
Dia belum tentu serius mau menukar He Xie Pi kita dengan 15 kota berbenteng.
Pada akhirnya, selain tidak dapat 15 kota berbenteng,
kita juga akan kehilangan He Xie Pi.
Bagaimana kalau itu terjadi?
Nah, itulah mengapa raja Cao khawatir.
Raja Cao menghala nafas.
Semua yang kalian katakan masuk akal.
Jika benar begini, kita harus bagaimana?
Ramai lagi para menteri berunding.
Semua sangat serius berbicara,
tapi tak ada yang menemukan satu pun ide bagus.
Apakah kamu punya solusi membantu raja Cao terhindar krisis ini?
Juga agar tidak kehilangan He Xie Pi yang berharga.
Di saat semua orang benar-benar kehabisan akal,
Miao Hsien, seorang pejabat kepercayaan raja,
menghampiri raja Cao.
Dia berbisik kepada raja Cao.
Baginda, seorang staf ahli hamba bernama Lin Xiang Ru
mungkin bisa membantu meringankan beban raja.
Raja Cao sangat percaya dengan Miao Hsien.
Lalu raja bertanya.
Oh, bagaimana kau begitu yakin?
Maka, Miao Hsien pun menceritakan sebuah peristiwa di masa lalu.
Baginda, apakah Baginda ingat beberapa tahun yang lalu?
Hamba telah menyinggung Baginda.
Hamba takut dihukum Baginda.
Hamba ingin melarikan diri ke negara Yen.
Saat itu Lin Xiang Ru mencegat hamba
dan bertanya hamba mau pergi kemana.
Hamba berkata mau kabur ke negara Yen.
Lalu dia tanya lagi, mengapa mau kabur ke negara Yen?
Hamba beritahu dia, raja Yen menyukai hamba.
Ketika raja Yen berkunjung ke negara Cao,
raja Yen minum-minum dengan hamba.
Ia menarik tangan hamba ingin berteman dengan hamba.
Hamba merasa raja Yen sangat menghargai hamba.
Jadi hamba ingin mencari perlindungan darinya.
Lin Xiang Ru berkata, jangan ke sana.
Didorong rasa ingin tahu, raja Cao bertanya lagi.
Oh, apa yang dikatakan Lin Xiang Ru?
Lin Xiang Ru memberikan analisanya.
Dia berkata, negara Cao kuat, negara Yen lemah.
Yang dihargai raja Yen saat itu bukanlah hamba.
Dia ingin memanfaatkan kepercayaan raja Cao terhadap hamba.
Membina hubungan baik dengan negara Cao.
Yang dia hargai adalah hubungan dengan negara Cao, bukan hamba.
Jika hamba ke negara Yen karena telah membuat marah raja Cao,
raja Yen bukan hanya tidak melindungi hamba,
bahkan akan mengirim hamba kembali ke Cao,
untuk mengambil hati raja Cao.
Raja Cao mengangguk setuju, berkata sambil memuji.
Analisa Lin Xiang Ru ini sangat rasional.
Miao Xian kembali bicara.
Saat itu hamba pun langsung paham
dan segera minta nasihat pada Lin Xiang Ru
apa yang harus hamba lakukan.
Lin Xiang Ru memberikan lagi analisanya.
Dia berkata kesalahan yang hamba buat tidak sampai tak terampuni.
Jika hamba mengakui kesalahan pada Baginda dengan tulus,
dengan kemurahan hati dan lapang dada Baginda,
hamba pasti akan dimaafkan.
Dan ternyata yang ia katakan itu memang terjadi.
Selesai mendengar cerita Miao Xian, raja berkata.
Sepertinya Lin Xiang Ru ini
sungguh orang yang cakep dan rasional.
Raja Cao ingin bertemu dengan Lin Xiang Ru,
berharap ia punya cara menyelesaikan krisis ini.
Raja pun memanggil Lin Xiang Ru datang ke istana.
Cerita ini masih bersambung.
Di episode berikutnya, kita akan saksikan
bagaimana Lin Xiang Ru memperlihatkan
kebijakan dan keberaniannya sekaligus.
Berperan dalam kisah mengembalikan Gyokuto kepada Cao
yang berusia lebih dari 2000 tahun.