EksklusifMelepaskan Anak Rusa Malah Diganjar Dengan Ini?!【🌙 Bulan Sudah Tertidur】

TAS KECIL Siao Shu Bao Indonesia
209 pengikut
Kisah ini di adaptasi dari “Qin Xi-ba membebaskan anak rusa” - salah satu cerita dari “Kronik Lü Buwei”. Kasih sayang mendorong Qin Xi-ba melepas anak rusa, mengakibatkannya dipecat. Namun kasih sayang pulalah yang membukakan lebar pintu baginya.
🎒 subscribe TAS KECIL - SIAO SHU BAO INDONESIAN. Tumbuhkan Ketrampilan Anak Melalui Cerita.
Cerita kami bukan sekadar cerita, tetapi mengajak adik-adik mengasah imajinasi, melatih nalar, menumbuhkan logika, serta rasa saling peduli.
Yuk, ajak anak bertumbuh melalui cerita!
#anakrusa #fabel #anabul #binatangkesayangan #ceritasebelumtidur #ceritaanak #karaktermoral #edukasi #parenting #kids #imaginasi #bedtime #stories #dongeng #dongengsebelumtidur
Adik-adik, setelah selesai cerita ini, tidur ya.
Zaman dulu, dulu sekali di negara lu.
Di masa musim semi dan musim gugur,
ada seorang penguasa bernama Mengsun yang gemar berburu.
Ia sering mengajak rombongan mencari hewan buruan ke gunung dan hutan.
Suatu pagi, mentari baru saja menyinari lembah.
Mengsun dan rombongan masuk ke dalam hutan lebat.
Burung bernyanyi, daun gemerisik ditiup angin.
Tiba-tiba, bunyi berkresek di tengah rumputan.
Eh, hewan apa itu?
Pasukan membidikan panah ke arah rumput.
Eh, kepala seekor rusa menyembuh keluar.
Bulunya lembut, sepasang matanya bulat dan jernih.
Sungguh mengemaskan.
Aduh, lucu sekali, ujar Mengsun dalam hati.
Ia memerintahkan anak buahnya, tangkap rusa ini hidup-hidup.
Mengsun ingin membawanya pulang dan dipelihara.
Dengan cepat, para anak buah menangkap si rusa.
Dengan gembira, Mengsun berpesan kepada pejabat di sampingnya, Chin Sipa.
Kau bawa si rusa pulang dulu ke istana.
Selesai berpesan, Mengsun kembali berburu.
Chin Sipa mengurung rusa kecil di sebuah sangkar,
lalu mengendarai kereta kuda kembali ke istana.
Namun kereta belum terlalu jauh,
Chin Sipa mendengar suara hewan berlari di belakang mengikuti kereta.
Ia menoleh ke belakang.
Seekor rusa sika dewasa berlari membuntuti keretanya.
Sepanjang jalan, rusa sika dewasa ini sambil berlari, sambil bersuara.
Rusa kecil dalam sangkar juga bersuara menyahut.
Suara dua rusa itu terdengar memilukan.
Chin Sipa langsung paham.
Mereka adalah sepasang ibu dan anak.
Chin Sipa menghentikan keretanya.
Berjalan ke belakang kereta sambil mengibas tangan mengusir rusa dewasa.
Hei, berhenti melengking.
Pergi sana jangan ikuti aku lagi.
Meskipun Chin Sipa mengusirnya beberapa kali,
ibu rusa tetap tidak mau pergi.
Tahantinya bersuara melengking.
Chin Sipa dalam hati mulai tidak tega,
tapi ia berpikir.
Kalau aku lepaskan rusa kecil,
raja pasti marah padaku.
Hukuman berat apa yang akan kuhadapi jika itu terjadi?
Mata Chin Sipa tertumbuk pada mata sedih rusa kecil.
Lengkingan pilu rusa betina juga tidak berhenti.
Tiba-tiba ia berbalik,
membuka sangkar tempat rusa kecil dikurung.
Secepat angin, rusa kecil melompat keluar dari kurungan,
berlari menghampiri rusa betina.
Ibu rusa menjilat anak rusa dengan lembut.
Dua ekor rusa, ibu dan anak ini,
satu persatu berlari kembali ke hutan
dan menghilang dalam sekejap.
Dengan wajah penuh senyum,
Chin Sipa menyaksikan semua pemandangan ini.
Ketika mengsun kembali dari berburu,
saat dia tahu Chin Sipa telah melepas anak rusa kesukaannya,
amarannya meluap.
Kamu! Beraninya kamu melanggar perintahku!
Sekarang juga, pergi kamu dari istana!
Diusir dari istana sama dengan kehilangan status dan kekayaan.
Benar saja, Chin Sipa diganjar hukuman yang berat.
Setahun kemudian,
waktunya Putra Mahkota bersekolah.
Siapakah yang dipilih jadi guru Putra Mahkota?
Para menteri mengusulkan beberapa calon.
Namun, belum ada yang betul-betul diminati mengsun.
Siapa ya guru yang bermoralitas lugur?
Alis mengsun mengkerut rapat.
Pusing memikirkan masalah ini.
Eh, terlintas kelas ide.
Ah benar juga, dialah orangnya.
Langsung ia perintahkan anak buahnya.
Cepat kirim utusan cari Chin Sipa.
Minta dia datang ke istana.
Aku ingin mengangkatnya sebagai guru Putra Mahkota.
Loh, kenapa Chin Sipa diangkat sebagai guru pangeran?
Semua tidak paham apa alasannya.
Mengsun tertawa terkekeh.
Katanya...
Terhadap anak rusa saja Chin Sipa begitu belas asih.
Apalagi terhadap anak manusia.
Sudah pasti lebih baik lagi.
Pangeran dididik Chin Sipa adalah hal yang paling tepat.
Memang benar.
Putra Mahkota di bawah bimbingan Chin Sipa
perlahan tumbuh jadi sosok yang berhati mulia.
Memahami prinsip kebajikan dan keadilan.
Rusa Sika kecil tertidur di samping induknya.
Pangeran yang baik hati sudah tertidur di istana kerajaan.
Bulan pun sudah tertidur.
