Titik Terang, Efek Pygmalion

Titik Terang - Kehidupan, Misteri dan Psikologi
217 pengikut
558 Tayangan video·2 Mei 2023
Efek Pygmalion adalah fenomena psikologis dimana ekspetasi atau harapan atau keyakinan seseorang dapat mempengaruhi hidup kita. Bahkan pencapian yang kita dapatkan, cara kita bertindak, serta pandangan kita terhadap kemampuan yang kita miliki dapat dipengaruhi oleh ekspetasi atau harapan yang dibangun oleh orang-orang disekitar kita. Efek Pygmalion ini terinspirasi oleh kisah dalam mitologi Yunani kuno tentang seorang pematung bernama Pygmalion yang jatuh cinta pada patungnya sendiri.
Para pemimpin harus selalu mengharapkan
yang terbaik dari orang-orang di
sekitarnya. Mereka tahu bahwa orang-orang
dapat berubah dan tumbuh. Orang menjadi
apa seperti yang diyakininya sendiri.
[Musik]
Halo semuanya... Nama saya Neny Anggraeni.
Selamat datang di channel saya Titik
Terang. Di sini kamu akan dapatkan semua
info sampai tips dan trik seputar dunia
psikologis.
Tahukah kamu tingginya sebuah ekspektasi
atau harapan atau keyakinan yang kita
punya terhadap orang lain akan
mempengaruhi perilaku kita terhadap
orang tersebut.
Perilaku yang kita tunjukkan akan
berdampak pada kepercayaan diri orang
yang kita beri ekspektasi atau harapan
tersebut. Inilah yang dalam dunia
psikologis disebut efek Pygmalion.
Istilah ini terinspirasi dari kisah
cinta yang melibatkan Dewa dan manusia.
Oke... sebelum lanjut penerapannya pada
pengembangan persepsi serta konsep diri,
inilah kisah Pygmalion.
Alkisah di suatu Negeri Yunani Kuno
hiduplah seorang pematung berbakat
bernama Pygmalion.
Ia hidup seorang diri dengan usianya
yang sudah cukup pantas untuk membina
sebuah keluarga. Namun sampai detik ini
belum juga ditemukan seorang wanita yang
sesuai impiannya. Pygmalion banyak
membuat patung-patung indah, salah satu
hasil ciptaannya yang terindah adalah
patung wanita bernama Galatea.
Galatea merupakan patung gading sangat
cantik. Patung ini tercipta sebagai
bentuk realisasi dan impian Pygmalion akan
gambaran wanita yang sempurna.
Patung tersebut nampak nyata dengan
kulit yang halus putih terbuat dari
gading yang sangat indah.
Parasnya cantik rupawan dan tidak ada
yang dapat menandinginya di Yunani.
Pygmalion pun akhirnya jatuh cinta
pada patungnya sendiri.
Sehari-hari waktunya hanya dihabiskan
untuk menatap Galatea, bahkan ia
memperlakukan Galatea seolah-olah hidup.
Pygmalion memberikan patungnya
baju-baju yang paling indah dan
perhiasan paling mahal, sehingga menambah
kesempurnaan Galatea.
Pada malam tiba ia membaringkan patung
tersebut dalam peraduan yang berbantal
bulu angsa halus dan sofa bertilam
sutra terindah. Begitulah Pygmalion
memperlakukan patungnya seperti istrinya
sendiri.
Sampai pada suatu hari di kota Cyprus
diselenggarakan pesta tahunan rakyat
untuk memuja Dewi Venus, Dewi Keindahan.
Rakyat berkumpul untuk memperoleh berkah
dengan memberikan persembahan, tak
terkecuali Pygmalion sendiri.
Di depan altar Dewi Venus Pygmalion
berdoa untuk dapat memperoleh berkah
seperti Galatea, patung yang telah
dianggapnya seperti istrinya sendiri.
Pygmalion telah menyangkal kenyataan
dan mengubah mimpinya menjadi nyata
dengan menganggap patungnya seolah-olah
hidup.
Dewi Venus akhirnya begitu tersentuh
dengan Seniman yang kesepian tersebut.
Venus pun dengan seijin Zeus memberikan
kekuatan hidup pada Galatea tanpa
sepengetahuan Pygmalion. Ia
menghembuskan Api asmara sehingga
tampaklah kobaran api sebanyak tiga kali
di atas altar tempat Pygmalion
memberikan persembahannya.
Singkat cerita Pygmalion akhirnya
menyadari bahwa Galatea hidup. Mereka pun
akhirnya membina rumah tangga dan
memiliki seorang anak bernama "Paphos".
Namanya kelak diabadikan menjadi nama
kota tempat bangsa Hellenik merayakan
pesta meriah Untuk Memuja Venus
demikianlah kisah Pygmalion yang
akhirnya hidup bahagia bersama istri dan
anaknya.
Efek Pygmalion adalah fenomena
psikologis dimana ekspektasi atau
harapan atau keyakinan seseorang dapat
mempengaruhi hidup kita bahkan pencapian
yang kita dapatkan, cara kita bertindak,
serta pandangan kita terhadap kemampuan
yang kita miliki dapat dipengaruhi oleh
ekspektasi atau harapan yang dibangun
oleh orang-orang di sekitar kita.
Efek Pygmalion telah dipelajari
selama beberapa dekade oleh para
psikolog, seperti Robert Rosenthal dan
Lenore Jacobson. Dan aplikasi
penerapannya banyak digunakan dalam
dunia kepemimpinan, SDM, pendidikan, sosial
parenting, dan lain-lain.
Menjangkau hampir setiap bidang
kehidupan dan memiliki kekuatan untuk
mempengaruhi hubungan kita dengan
orang-orang di sekitar kita dan diri
kita sendiri.
Ekspektasi atau harapan yang dimiliki
oleh ortu, guru, pimpinan, sangat
berpengaruh terhadap kinerja anak, murid,
atau karyawan itu sendiri.
Ekspektasi yang ditekankan akan
direalisasikan dan menjadi bagian dari
konsep diri, sehingga mereka akan
bertindak sesuai dengan keyakinan
internal yang dimiliki terhadap diri
sendiri. Efek pigmalion mengingatkan kita
untuk lebih berhati-hati dalam membangun
ekspektasi terhadap orang lain. Ekspektasi
dapat menjadi positif, atau negatif
tergantung pada ekspektasi atau harapan
individu terhadap individu lainnya.
Terima kasih untuk telah menonton video
ini, jangan lupa untuk like, subscribe dan
share, agar lebih banyak orang mendapat
info yang bermanfaat. Terima kasih dan
sampai jumpa di video-video selanjutnya.
[Musik]
