ORASI_SHEREN AULIA PUTRI_MAN 3 BANYUWANGI_PINTAR MEMILIH DAN
📚[IYLF #3 - Indonesian Youth Literacy Festival]
Berkarya dan Berbahasa: Generasi Literasi, Generasi Prestasi
Salam Cendekiawan Muda!
Saya Sheren Aulia Putri dari MAn 3 Banyuwangi siap berkontribusi dan menjadi bagian dari IYLF dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2025 yang diselenggarakan oleh UKM Riset, Pengabdian dan Bahasa Politeknik Negeri Banyuwangi.
Yuk, kita bangun semangat literasi melalui karya dan bahasa yang membawa perubahan positif untuk generasi bangsa.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yang terhormat para juri Pidato Bulan Bahasa Politeknik Negeri Banyuwangi
dan para audiens yang berbahagia
Hadirin sekalian, pada kesempatan ini izinkan saya, Sharon Aulia Putri
menyampaikan sebuah pidato dengan judul
Pintar memilih dan memilah antara tontonan dan tuntunan dengan literasi
Kita semua menyadari bahwa dunia saat ini sedang berada pada arus perkembangan teknologi yang sangat cepat
Informasi begitu mudah diakses melalui sentuhan di tangan kita
Dengan hanya sekali sentuh, kita bisa mendapat berita dari belahan dunia lain
Membaca bermacam buku digital, bahkan belajar dari video yang tersedia gratis
Pemuda adalah motor penggerak perubahan, agen pembaharuan dan harapan bangsa
Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah
Namun, di sisi lain jumlah pengguna internet di Indonesia terus melonjak
Terutama dari kalangan pemuda
Artinya kita punya peluang besar untuk menjadikan era digital ini sebagai sarana memperkuat literasi
Asal pintar memilih dan memilah
Teman-teman sekalian, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai pemuda untuk meningkatkan literasi di era digital
Pertama, menggunakan media sosial secara bijak
Media sosial bukan hanya tempat untuk hiburan, tetapi juga bisa menjadi ruang edukasi
Pemuda dapat menyebarkan informasi bermanfaat
Kedua, memanfaatkan platform digital untuk belajar
Hari ini, kita tidak harus selalu membeli buku cetak untuk membaca
Namun juga dapat melalui telepon gegam
Tugas kita sebagai pemuda adalah menumbuhkan kebiasaan membaca dari sumber-sumber tersebut
Bukan sekedar menghabiskan waktu untuk scroll media sosial tanpa tujuan
Ketiga, menjadi kreator literasi
Bukan hanya pengguna, pemuda bisa menulis blog, membuat artikel, puisi, serpen, bahkan karya ilmiah
Lalu membagikannya melalui platform digital
Dengan demikian, kita tidak hanya menyerap informasi, tetapi juga menghasilkan pengetahuan baru yang bermanfaat untuk orang lain
Keempat, membangun budaya kritis dalam mencari informasi
Era digital sangat rawan dengan penyebaran hoax
Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam memerangi berita palsu
Salah satu caranya dengan selalu mengecek kebenaran informasi tidak mudah percaya
Serta menegur dengan cara yang santun jika ada penyebaran hoax di lingkungan sekitar
Hadirin sekalian, jika peran-peran ini dapat kita jalankan bersama
Maka literasi di era digital bukan hanya sebatas membaca dan menulis
Tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif
Inilah bekal yang akan membuat generasi muda mampu bersaing di mata dunia
Bayangkan saja, jika setiap pemuda di negeri ini terbiasa membaca, terbiasa menulis, dan terbiasa berpikir kritis
Maka bangsa IKITA ini akan menjadi bangsa yang maju, cerdas, dan bermartabat
Para audiens yang terhormat, mari kita jadikan era digital bukan sebagai alasan untuk malas membaca
Melainkan sebagai peluang untuk menembuskan budaya literasi
Kita, para pemuda memiliki kekuatan besar untuk mengubah wajah bangsa melalui literasi digital
Demikian pidato yang dapat saya sampaikan
Semoga dapat menginspirasi kita semua untuk terus meningkatkan literasi di era digital ini
Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

