Pada tanggal 22 Oktober 2024, militer Israel mengumumkan bahwa komandan baru yang bertanggung jawab atas aspek keuangan Hizbullah telah berhasil dieliminasi dalam operasi di Suriah. Menurut laporan dari Agence France-Presse (AFP), juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, mengungkapkan bahwa komandan tersebut—yang identitasnya belum diumumkan—memimpin Pasukan 4400 Hizbullah. Pasukan ini bertanggung jawab mengatur pengiriman minyak dari Iran ke Suriah untuk kemudian dijual ke Lebanon, menghasilkan pendapatan bernilai puluhan juta dolar bagi Hizbullah. Serangan ini merupakan bagian dari kampanye yang telah berlangsung selama hampir sebulan, di mana Israel berusaha mengusir Hizbullah dari perbatasan utara negara tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, serangan Israel juga semakin terfokus pada menghancurkan sumber keuangan Hizbullah.
Salam Pemirsa,
Pada tanggal 22 Oktober 2024,
Militer Israel mengumumkan bahwa komandan baru yang bertanggung jawab atas aspek keuangan Hezbollah
telah berhasil dieliminasi dalam operasi di Syria.
Menurut laporan dari Agent First Press,
HFP, jurubicara militer Israel, Daniel Hagari,
mengungkapkan bahwa komandan tersebut yang identitasnya belum diumumkan,
memimpin pasukan 4.400 Hezbollah.
Pasukan ini bertanggung jawab mengatur pengiriman minyak dari Iran ke Syria untuk kemudian dijual ke Libanon,
menghasilkan pendapatan bernilai puluhan juta dolar bagi Hezbollah.
Serangan ini merupakan bagian dari kampanye yang telah berlangsung selama hampir sebulan,
di mana Israel berusaha mengusir Hezbollah dari perbatasan utara negara tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir,
serangan Israel juga semakin terfokus pada menghancurkan sumber keuangan Hezbollah.
Selain itu, setelah beberapa pemimpin Hamas dibunuh,
termasuk Yahya Sinwar pada 16 Oktober 2024,
muncul pertanyaan tentang siapa yang akan memimpin organisasi tersebut selanjutnya.
Namun laporan terbaru menunjukkan bahwa Hamas mungkin tidak akan menunjuk pengganti langsung bagi Sinwar.
Sebaliknya, kepemimpinan akan diserahkan kepada komite yang terdiri dari 5 anggota yang berbasis di Doha, Qatar.
Komite ini meliputi 2 perwakilan dari wilayah Palestina,
Hayya dari Gaza dan Jabarin dari tepi barat,
serta 3 pemimpin yang tinggal di luar negeri,
termasuk Khaled Massal, mantan pemimpin Hamas.
Dua anggota lainnya adalah Darwish, ketua komite Surah Hamas,
dan seorang sekretaris biropolitik yang juga berbasis di Qatar.
Dalam perkembangan lain,
akun Ex-Israel War melaporkan bahwa militer Israel telah melakukan beberapa operasi pembersihan di daerah Jabalia Gaza Utara
untuk menghancurkan pasukan Hamas yang bersembunyi di sana.
Meskipun operasi ini berhasil membersihkan beberapa wilayah,
sisa-sisa pasukan Hamas mampu berkumpul kembali,
diduga melalui jaringan terowongan bawah tanah yang tersebar luas.
Militer Israel telah memperingatkan warga sipil untuk segera mengungsi dari daerah tersebut
dan menyerukan kepada anggota Hamas yang bersembunyi untuk menyerah.
Operasi militer besar-besaran diperkirakan akan dilancarkan guna menghancurkan jaringan terowongan ini
dan memastikan keamanan wilayah Gaza Utara.
Sementara itu,
ketegangan antara Iran dan Israel
semakin memana setelah serangan rudal Iran terhadap Israel.
Israel berulang kali memperingatkan Iran dan berjanji akan melakukan tindakan balasan.
Pada 18 Oktober 2024,
sebuah dokumen rahasia Amerika Serikat yang bocor di parpomedia sosial Telegram
mengungkapkan penelian AS terhadap rencana serangan Israel terhadap Iran.
Dokumen tersebut mengonfirmasi bahwa AS secara diam-diam memantau sekutu mereka.
Rincian dalam dokumen tersebut mencakup dua sistem rudal balistik udara Israel,
Golden Horizon dan ROK,
serta rencana serangan Israel terhadap fasilitas radar di Asfan pada April mendatang.
Pihak perwenang AS kini sedang menyelidiki kebocoran tersebut
dan mengkhawatirkan adanya potensi bocornya lebih banyak dokumen sensitif di masa mendatang.
Tindakan militer Israel di Syria,
ketegangan yang terus meningkat dengan Iran serta serangan terhadap Hamas,
menunjukkan dinamika geopolitik yang semakin kompleks di kawasan Timur Tengah.
Operasi-operasi ini memperlihatkan upaya Israel untuk mengatasi ancaman dari berbagai front,
baik dari Hezbollah maupun Hamas sambil menghadapi tantangan dari Iran yang terus bereskalasi.
Cukup sekian dulu. Terima kasih atas perhatiannya.