Iran Dihantam dari Segala Arah! Menteri Minyak Mundur, Rial Ambruk, AS Klaim Ekspor Jadi Nol

ET News
ET News
10 Tayangan video·5 Okt 2026  #israel #iran #amerika

5 Oktober 2026
Tekanan terhadap Iran semakin meningkat di tengah perang berkepanjangan di Timur Tengah. Pada Minggu, 4 Oktober 2026, pemerintah Iran mengumumkan perubahan penting di sektor energi setelah Menteri Perminyakan Mohsen Paknejad resmi mengundurkan diri. Pada saat yang hampir bersamaan, Amerika Serikat menegaskan bahwa strategi terhadap Teheran kini tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga blokade dan tekanan ekonomi berskala besar.
Pengunduran diri Paknejad menjadi perhatian karena terjadi ketika sektor minyak Iran menghadapi tekanan berat. Konflik yang telah berlangsung selama sekitar tujuh bulan telah memukul perekonomian Iran, sementara antrean panjang kendaraan dilaporkan terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.
Kantor Presiden Iran mengonfirmasi bahwa Presiden Masoud Pezeshkian telah menerima pengunduran diri Paknejad. Wakil kepala komunikasi kantor kepresidenan, Mehdi Tabatabaei, mengatakan Paknejad sebenarnya telah mengajukan pengunduran diri karena alasan pribadi sejak beberapa waktu sebelumnya. Setelah permintaannya akhirnya diterima, Hamid Bovard, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala eksekutif National Iranian Oil Company atau NIOC, ditunjuk sebagai pelaksana tugas Menteri Perminyakan.
Pergantian kepemimpinan tersebut berlangsung pada saat industri minyak—salah satu sumber pendapatan terpenting Iran—menghadapi tantangan besar akibat perang, blokade, dan sanksi Amerika Serikat. Menariknya, tidak lama sebelum kabar pengunduran dirinya diumumkan, Paknejad masih berusaha meyakinkan masyarakat bahwa pendapatan dari minyak Iran yang sebelumnya telah terjual masih masuk ke negara tersebut.

#israel
#iran
#amerika