Taif with Al-Ghifari Haramain Medan Sumatera Utara Indonesia 19/20 August 2023 perjalanan umroh.

29 Okt 2026

Assalamualaikum,

Today we'll be going to Ta'if with an Indonesian tour group Al-Ghifari Haramain.
We thank you for this hospitable group that helped service us, we will always remember the memories we shared together on our trips, and we will never forget your kindness to us.
Thanks for watching and don't forget to like, share, subscribe, and turn on your notification bell so you don't miss out on any videos from us.

Hari ini kita akan berangkat ke Ta'if bersama grup tur Indonesia Al-Ghifari Haramain.
Kami berterima kasih atas kelompok yang ramah membantu melayani kami, kami akan selalu mengingat kenangan yang indah bersama dalam perjalanan kami, dan kami tidak akan pernah melupakan kebaikan Anda kepada kami.

The story of Ta'if,
Prophet Muhammad (pbuh) embarked on a journey to Taif, hoping to find a receptive audience among its inhabitants. He approached the city's prominent figures, including its leaders and influential individuals, to convey the message of Islam and seek their support. However, he was met with disdain and hostility instead of a warm reception. The people of Taif not only rejected the Prophet's (pbuh) message and subjected him to extreme humiliation and physical abuse.
As he endured their rejection and mistreatment, the Prophet Muhammad (pbuh) remained steadfast in his mission, relying on Allah's guidance and mercy. Amidst his suffering and disappointment, the Prophet Muhammad (pbuh) sought solace in prayer, beseeching Allah for support and guidance.
Responding to his plea, Allah sent Angel Jibril (Gabriel) to offer assistance. Jibril informed the Prophet that, if he wished, Allah would destroy the people of Taif for their insolence. However, the Prophet, known for his mercy and compassion, chose forgiveness and prayed for the people's guidance instead.

Amidst his suffering and disappointment, the Prophet Muhammad (pbuh) sought solace in prayer, beseeching Allah for support and guidance. Responding to his plea, Allah sent Angel Jibril to offer assistance. Jibril informed the Prophet that if he wished, Allah would destroy the people of Taif for their insolence.
However, the Prophet, known for his mercy and compassion, chose forgiveness and prayed for the people's guidance instead. The story of Taif carries several profound lessons for believers. It emphasizes the importance of resilience, perseverance, and patience in adversity. Despite enduring physical and emotional pain, the Prophet Muhammad (pbuh) never wavered in his commitment to deliver Allah's message of Islam.

Muhammad ibn al-Qasim belonged to the Banu Thaqif, an Arab tribe that is concentrated around the city of Taif in western Arabia.
After the Muslim conquest, he spread Islam throughout Pakistan and India.

Sejarah Kota Ta'if,
Kisah sejarah selanjutnya Rasululah menerima penolakan dari penduduk Kota Thaif. Awalnya Rasulullah menetap 10 hari di Thaif untuk menyampaikan dakwah sekaligus meminta perlindungan. Akan tetapi, ternyata penduduk kota tersebut malah menolak dan memperlakukan Rasulullah dengan kasar.Menerima penolakan tersebut, kemudian Rasulullah kembali dari kota Thaif. Ketika perjalanan pulang Rasulullah menemukan tempat yang sekiranya aman dari orang Thaif. Di tempat tersebut Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah SWT.Kemudian Allah SWT mengutus malaikat Jibril untuk datang menemui Rasulullah. Setelah memberi salam, malaikat Jibril pun menyatakan akan melakukan apa yang Rasulullah perintahkan. Bahkan malaikat Jibril sanggup membenturkan kedua gunung di samping kota untuk membinasakan orang di antara keduanya.

Dalam sejarah Kota Thaif ini Rasululah tidak menyetujui pernyataan malaikat Jibril. Rasulullah malah berharap terdapat seseorang dari kalangan kota tersebut yang akan menyembah Allah. Betapa mulianya hari Rasulullah yang berdoa kebaIkan pada orang yang sudah menyakitinya.

Bahkan mereka berani melempari Rasulullah dengan batu hingga menyebabkan kakinya terluka. Tindakan tersebut akhirnya membuat Zaid bin Haritsah RA membela dan melindungi Rasulullah. Namun kepala sahabat Rasulullah tersebut juga terluka sebab terkena lemparan batu.
Muhammad ibn al-Qasim berasal dari Banu Thaqif, sebuah suku Arab yang terkonsentrasi di sekitar kota Taif di Arabia barat.
Setelah penaklukan Muslim, dia menyebarkan Islam ke seluruh Pakistan dan India.

Terima kasih sudah menonton dan jangan lupa like, share, subscribe, dan nyalakan lonceng notifikasinya agar tidak ketinggalan video apa pun dari kami.