An Ignored Invitation | Hyperrealistic Drawing on Kids' Screen Addiction (Charcoal & Soft Pastel)

Hyperrealism Fine Art Enthusiasts
13 pengikut
58 Tayangan video·9 Sep 2026
Dibuat oleh AI·Mungkin mengandung kesalahan
Ringkasan Video
Dibuat oleh AIVideo ini mendokumentasikan proses pembuatan karya seni berjudul \"Unignore Invitation\", sebuah kritik visual terhadap kecanduan gadget pada anak-anak. Menggunakan media charcoal dan soft pastel, seniman menciptakan kontras antara nuansa monokrom elemen alam dengan pendaran warna digital yang tajam pada wajah subjek untuk menggambarkan keterasingan anak dari dunia nyata.
Halo semuanya, selamat datang kembali.
Kali ini, saya akan mengangkat sebuah isu global yang terjadi di sekitar kita.
Kecanduan gadget ada anak.
Karya berjudul Unignore Invitation ini terinspirasi dari putri saya dan anak-anak sebayanya di seluruh dunia.
Dunia digital perlahan menggeser aktivitas fisik mereka
hingga keindahan alam, burung, dan kepupupu tak lagi menarik perhatian.
Semua terabeikan demi keseruan semuh di dalam layar.
Karya ini, saya buat menggunakan charcoal dan sop pastel di atas kertas pastel matte A2.
Mengusung nuansa monochrome dengan pendaruh warna digital yang kontras pada wajahnya.
Selamat menyaksikan proses pembuatannya step by step.
Langkah pertama, membuat sketsa dan outline menggunakan pensil charcoal.
Saya memanfaatkan titik-titik pandu yang sangat samar untuk menjaga proporsi dan kekuatan figur.
Tahap ini sangat krusial karena menentukan fondasi akhir karya.
Bagi pemula, penggunaan proyektor sangat disarankan.
Dimulai dari titik bentuk dasar wajah, rambut, dan tangan.
Lalu dilanjutkan dengan sketser awal, elemen alam seperti bunga, burung, dan kepupupu.
Masuk ke bagian latar belakang.
Gunakan stik charcoal untuk memblok area tergelap dengan warna hitam pekat dan merata.
Selanjutnya, tambahkan stik sop pastel abu-abu tua sebagai lapisan kedua.
Kedua warna ini menggunakan jari hingga menyatu sempurna dan membentuk gradasi yang halus.
Selanjutnya, arsir dasar pada burung, bunga, dan kepupupu.
Gunakan gradua sop pastel dari abu-abu tua sedang hingga terang untuk membangun bentuk dasar dan kedalaman.
Ratakan dengan jemari untuk menghasilkan transisi warna yang lembut.
Di tahap ini, kita memainkan dimensi ruang.
Ciptakan efek blur di latar belakang jauh, semi-blur di area menengah, hingga objek bergaris tergas pada bidang kedepan.
Ini saatnya pemblokiran awal pada figur.
Gunakan spit charcoal untuk mengisi area rambut, bayangan mata, hidung, mulut, hingga bagian belakang jajar.
Lapisi dengan abu-abu gelap dan baurkan secara merata.
Di bagian belakang jauh, gunakan jemari untuk menghasilkan transisi warna yang lembut.
Gunakan monochrome ke warna-warna hangat seperti coklat dua hingga terang.
Kemudian, timpakan pendaran warna biru, ungu, magenta, dan kuning menyalah merepresentasikan efek pantulan cahaya dari layar digital.
Sebelum melangkah ke tahap detail, semprotkan fiksatif secara merata ke seluruh permukaan kertas.
Ini penting untuk mengunci pigment pastel dan debu charcoal agar tidak mengotori proses berikutnya.
Memasuki tahap pendetailan.
Gunakan pensil pastel abu-abu terang untuk membentuk paru, kepala, hingga bulu sayap burung pertama.
Sapukan pensil pastel putih hanya pada area yang terkena pendaran cahaya yang paling kuat.
Gunakan pula pensil putih ini untuk menggambar detail kontras pada motif sayap kupu-kupu.
Untuk mata kiri, gunakan pensil charcoal yang sangat tajam.
Perhatikan cara saya memegang pensil.
Teknik ini memberi kendali penuh untuk menarik garis alis dan bulu mata yang meruncing, tipis namun tegas.
Lengkapi mikro detail di sekitar area mata dengan perpaduan pensil pastel putih, light yellow, brown yellow, dan burnt sienna.
Beralih ke area hidung.
Bentuk bayangan tergelap menggunakan pensil pastel dark burnt amber.
Badukan warna-warna terang hangat untuk membangun volume hidung, dan akhiri dengan sentuhan pensil putih sebagai highlight.
Gunakan teknik yang sama untuk mata bagian kanan.
Dengan pensil charcoal tajam, bentuk alis dan bulu mata helai demi helai, sentuhan warna-warna cerah di sekitarnya akan mempertegas impresi cahaya digital yang terpancar mendalam.
Gunakan pensil charcoal untuk mengisi kedalaman celah mulut.
Gambar kerutan alami bibir menggunakan warna dark burnt amber, lalu tambahkan detail mikro dan efek kilap menggunakan pensil warna cerah dan putih.
Untuk detail rambut, pegang pensil charcoal dengan posisi lebih bebas, agar sapuan garis terasa dinamis, luas dan memiliki variasi tipis tebal yang alami.
Tambahkan pensil abu-abu sedang untuk volume rambut lapisan kedua.
Lalu akhiri dengan kelaw highlight menggunakan pensil putih.
Kembali ke latar, gambar detail burung kedua menggunakan pensil pastel abu-abu terang dari kepala hingga ekor.
Berikan sentuhan pensil putih sebagai finishing highlight pada bagian yang terpendar cahaya.
Gunakan gradasi pensil pastel abu-abu gelap, sedang dan terang untuk membentuk detail jari, kerutan buku jari, hingga kuku.
Gunakan pensil putih untuk menonjolkan highlight paling terang pada area tangan.
Setelah seluruh detail selesai sempurna, sprotkan kembali lapisan fiksatif akhir.
Langkah ini mengunci seluruh media secara permanen, melindungi karya dari benturan, kelembaban, dan jaringan.
Dan cuaca agar bertahan lama.
Terima kasih telah menonton!
