SANG JUARA DUTA SMA PROVINSI BALI

MANUH BALI CHANNEL
403 pengikut
Profil dari Salah satu wakil Duta SMA provinsi Bali dari SMAN 2 Kuta Selatan Bali.
#bekindbecool
#sman2kutaselatan
Dibuat oleh AI·Mungkin mengandung kesalahan
Ringkasan Video
Dibuat oleh AIThe Duta SMA 2026 event at Prambanan Temple highlighted 76 ambassadors from 38 provinces, featuring Ikomang Agus Wahyu Sluyendika from Bali. Wahyu's journey from overcoming past failures to becoming a provincial ambassador serves as an inspiration for his peers, emphasizing resilience, holistic education, and the importance of contributing to society through leadership and education.
Dari pelataran Candi Prambanan, Daerah Istimewa, Yogyakarta.
Inilah Malam Puncak Apresiasi Duta SMA Tahun 2026.
36 Provinsi, 1 Indonesia, 1 Generasi, 1 Semangat yang menginspirasi.
Kita akan perkenalkan ke-76 Duta SMA terpilih.
Berwakilan dari 38 Provinsi dengan latar Candi Prambanan yang megah ini.
Dan inilah para Duta SMA Tahun 2026.
Dari Provinsi Bali.
Ikomang Agus Wahyu Sluyendika dan Desak Ketut Ariseptiana.
Bagi saya ini sebuah kejutan ya.
Sebuah kejutan dalam usia 7 tahun sekaligus juga kado ulang tahun bagi SMA 2 Kota Selatan.
Karena peserta dari Bali berdasarkan informasi dari tim juri seleksinya ketat.
Kemudian persaingannya juga sangat ketat.
Dan ketika Wahyu lolos dengan temannya di SMA 1 Singa Raja itu juga perjuangannya sangat-sangat melelahkan.
Di samping juga yang muncul ke permukaan itu juga memang orang-orang yang hebat.
Sampai-sampai Dewan Juri menentukan dua juara Wakil Bali untuk ketingkat nasionalis merasa kesulitan.
Itu saya pikir nilai semangat juang dari mereka.
Utamanya Wahyu dari SMA 2 Kota Selatan dan Septy dari SMA 1 Singa Raja.
Kalau Wahyu ini kan sebenarnya juara ketika masih di SMP.
Festival Bahasa Ibu di tahun 2024 kalau tidak salah.
Ketika di SMP dia kan Ketua Osis.
Pada saat itu dia masuk ke SMA ini kan lewat jalur prestasi.
Cuma di tahun 2024 itu Wahyu hanya berhasil meraih juara 2 di tingkat provinsi.
Sehingga tidak mewakili Bali di tingkat nasional.
Saya katakan itu barangkali kegagalan, keberhasilan yang tertunda sehingga di SMA dilanjutkan.
Kalau kami di sekolah kan punya visi mengembangkan kecerdasan secara jama'
Dalam arti cerdas hari ini bukan hanya cerdas secara intelektual tapi juga cerdas emosional.
Ada kecerdasan motorik, ada kecerdasan estetik, ada kecerdasan yang lain yang jumlahnya banyak.
Jadi kita tidak hanya berpaku kepada mata pelajaran tetapi juga ada skill yang harus dikuasai oleh anak.
Karena hari-hari ini tampaknya sukses itu bukan semata-mata kecerdasan intelektual
Tetapi juga kecerdasan lain yang ikut menopang.
Terutama dalam membangun relasi, hubungan antara yang satu dengan yang lain.
Baik di level sekolah, antar sekolah, di tingkat keupatan, antar sekolah di tingkat provinsi dan antar sekolah tingkat nasional.
Bahkan antar sekolah di tingkat global.
Karena itu semangatnya sesuai dengan moto sekolah kami IWK Jaya Sadu.
Arif bijaksana dalam menangkan persaingan, landasannya adalah kebudayaan bangsa.
Ketika kita bicara budaya, kita tidak hanya bicara tentang keharifan lokal
Tetapi juga keharifan lokal yang berguna untuk menopang semangat nasionalisme dan bisa bersaing di kancah global.
Kalau anak SMA di sini, kegiatan-kegiatan seperti ini tidak ada secara khusus pendampingan.
Mereka itu rata-rata mencari informasi.
Dan saya sendiri kebetulan salah satu pengurus asosiasi kepala sekolah di Indonesia.
Salah satu wakil ketua di pusat.
Informasi-informasi itu kan ketika ada informasi pusat yang mesti dilaksanakan oleh sekolah.
Kami hanya meng-share saja informasi itu kepada guru dan guru meneruskan kepada siswa.
Dan sekiranya ada yang berminat dan berbakat, siswa dengan kemauan sendiri untuk menaftar.
Jadi kalau mereka, karena saking banyaknya murid yang kita punya, kita kan tidak tahu talenta masing-masing anak secara optimal.
Jadi anak itu akan datang dengan kesadaran sendiri untuk mengikuti berbagai aneka lomba.
Dan hari ini misalnya sekolah kami kan kemarin 9 tahun ada kopbol di Mengui.
Kita ngirip dua tim, kemarin juara satu tim.
Dan hari ini juga tim dua akan bertanding. Mudah-mudahan juga juara.
Paling tidak kan citra diri sekolah terangkat.
Karena untuk mencapai gelar duta itu, duta SMA itu bukan sesuatu yang mudah.
Karena ketika kegiatan itu kebetulan saya juga mendampingi Wahyu selama dua hari di Jogja.
Walaupun tidak penuh acara pembukaan, kemudian ketemu dengan teman-teman dari kementerian.
Saya mengetahui bagaimana pola duta SMA yang diinisiasi sejak lima tahun yang lalu.
Pertama-tama mereka bertemu di jalur daring, di akhir finalis tingkat nasional dia bertemu secara luring.
Jadi dari segi seleksi, selain teknologi diberdayakan, dari segi kemanusiaan, tingkat nasional itu juga membangun jejaring secara nasional antarsiswa.
Dan yang lebih membanggakan lagi, kalau dulu zaman guru berprestasi atau kepala sekolah berprestasi atau murid berprestasi,
itu kan perwakilan masing-masing provinsi cuma satu orang. Entah itu perempuan yang juara, entah itu laki yang juara.
Kalau sekarang duta ini kan ada perwakilan perempuan, ada perwakilan laki-laki.
Jadi saya pikir ini juga bagian dari kesetaraan gender.
Wahyu sebagai duta SMA kan juga membuat rencana tindak lanjut.
Dalam satu tahun ke depan, sebelum duta ke enam nanti akan dikukuhkan, Wahyu ini punya tugas untuk menyebar teruskan berbagai informasi terkait dengan tugas-tugas mereka di tingkat nasional.
Salah satunya tentu saja mengedukasi teman-teman di sini, baik misalnya dalam konteks penyelamatan lingkungan,
termasuk juga bagaimana mengedukasi sekolah dan masyarakat terkait dengan bahaya sampah plastik.
Itu salah satu yang juga menjadi tanggung jawab untuk melakukan sosialisasi di tingkat sekolah maupun di tingkat lingkungan di Provinsi Bali.
Dan tidak tertutup kemungkinan juga nanti dia akan digunakan oleh pemerintah Provinsi Bali untuk mengedukasi sekolah-sekolah di seluruh Bali walaupun mungkin tidak semua sekolah bisa dikunjungi seperti itu.
Jadi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi Bali bisa menggunakan duta ini sebagai pelantang suara anak muda untuk mengedukasi masyarakat.
Perkenalkan nama saya Ikomang Agus Wahyu Silandika, murid dari SMA Negeri 2, Kota Selatan.
Bangga sekaligus haru bisa melanjutkan langkah lebih besar lagi, berdampak lebih besar lagi bagaimana saya selalu mengingat karena apa saya memulai
dan sampai selanjutnya dan seterusnya semoga bisa selalu berdampak bagi Bali dan Indonesia.
Baik, ada tiga tahap yakni seleksi tahap pertama merupakan seleksi administrasi, yang kedua adalah seleksi wawancara dari program, dan seleksi ketiga adalah seleksi dari tahap nasional.
Sebelum ikut dalam kompetisi Duta SMA, ada beberapa hal yang membentuk saya sampai di detik ini adalah tiga lomba yang saya ikuti yakni ada FLS3N, Utsawa Dharma Gita, dan Duta SMA.
Di FLS3N saya sama sekali tidak mendapatkan juara, dan di Utsawa Dharma Gita saya mendapatkan juara tiga dan tidak melaju ke Provinsi Bali.
Di sana saya merasakan jatuh sekali rasanya, tapi saya ingat saya tidak boleh terlalu larut dalam hal tersebut.
Saya harus bangkit kembali, dan saya mendapatkan suatu kabar bahwasannya ada pendaftaran Duta SMA, maka dari itu terbesar di benak saya bahwa proses saya tidak sampai sini saja.
Saya harus berdampak selanjutnya selama ke depannya. SMA selama tiga tahun tidak harus dan tidak selalu sekolah pulang, sekolah pulang belajar, tapi saya ingin selalu bermanfaat berdampak ke depannya, jangka panjangnya seperti itu.
Dan yang membentuk saya menjadi Duta SMA dari seleksi tahun pertama, jujur rasanya agak takut dan benar-benar bimbang, karena lawan-lawan benar-benar wow banget rasanya.
Ada yang sudah pernah mengikuti kedutaan lainnya, tapi saya di sini baru benar-benar pertama kali.
Di situ terbesar di benak saya bahwasannya adalah setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memulai.
Bagaimana saya memberanikan diri untuk selalu bertumbuh dan berproses menerima koreksi, menerima afirmasi dan aspirasi teman-teman, sehingga saya menyusun beberapa konsep yaitu MATAXU untuk program yang saya usung ke tingkat nasional.
Dan bersyukur saya ucapkan karena beberapa support dari sekolah yang bisa saya ucapkan, hingga saya berada di posisi seperti sekarang.
Dan di tahap ketiga saya melaju mewakili provinsi Bali, di sana menemukan teman-teman dari Sabang sampai Merauke benar-benar wow banget, terbaik dari masing-masing provinsi.
Di sana saya belajar bukan hanya untuk menjadi pemenang, tapi bagaimana saya belajar untuk bertumbuh dan berdiskusi bagaimana pendidikan dari masing-masing provinsi dan juga bagaimana pentingnya edukasi pendidikan antar sebaya.
Tantangan terbesarnya yakni adalah menguatkan diri sendiri, karena bahwasannya setiap hari manusia selalu memiliki ide-ide inovasi, tapi perlu dikurasi juga.
Nah, di sana adalah bagaimana saya mengemas suatu konsep, suatu ide, tidak terlepas dari esensi dari budaya Bali, tidak terlepas dari esensi apa itu pendidikan.
Di sana adalah challenge untuk diri saya, bagaimana meyakinkan pihak juri, bagaimana meyakinkan pihak, seluruh pihak yang berada di SMA dan juga bagaimana saya membawa value dari duta SMA tersebut.
Itu tantangan terbesar dan itu harus saya challenge untuk diri saya sendiri.
Diberikan amanah sebagai duta SMA bukan hanya sekedar prestasi yang saya nikmati sendiri, tetapi bahwasannya sesuai dengan motto SMA, SMA maju bersama hebat semua, bukan maju sendiri hebat sendiri.
Bagaimana saya bisa membawa teman-teman untuk ikut serta merasakan bagaimana dampak seorang duta ada di sini.
Duta adalah wajah dari suatu instansi, bagaimana di suatu SMA bisa menginspirasi dan mengajak teman-teman yang satu visi dan satu misi untuk bertumbuh dan berkembang bersama, bukan hanya dinikmati sendiri tetapi bisa berdampak bagi semua.
Dan dalam bersastra, saya mengambil konsep yakni takitakining sewakagunawidya, artinya masa terbaik untuk mengabdi dan untuk ilmu adalah sejak dini.
Dan ada satu prinsip yang saya selalu amalkan bagaimana untuk selalu berdampak yakni sejati, baik, dan sabar.
Yakni menyusun beberapa part-part tersebut bukanlah hal yang sangat sederhana, walau diucap sederhana tapi memiliki makna yang sangat amat mendalam.
Sedari SMP ataupun SMA, saya aktif bidang paskibra, bidang sastra yakni puisi, datuk kekawin, dan juga bidang organisasi.
Saya mengikuti organisasi dari SMP itu adalah OSIS dan pernah menjadi Ketua Angkatan saat SMP.
Di samping itu, saat SMA, saya dipercaya menjadi Wakil Ketua 2 di Paskibra, dan juga sekarang berprestasi di bidang Kedutaan Rajang Pejen.
Contohnya, waktu ini pernah mengikuti kegiatan edukasi tentang Sobat Pantai, setelah itu ada beberapa kegiatan-kegiatan tentang edukasi kemasyarakat-masyarakat.
Masyarakat yang diketahui itu adalah bukan masyarakat luar dari sekolah, tapi internal sekolah juga, termasuk masyarakat.
Maka dari itu, saya selalu mengedukasi teman-teman bagaimana membaurkan, bagaimana teman-teman merasakan bagaimana sih manfaat dari juta tersebut.
Yang menginspirasi saya adalah keluarga saya, karena bawasannya setiap keluarga memiliki beberapa-beberapa pecah-pecahan hingga menjadi satu.
Itulah yang membuat saya terinspirasi dari saya, termotivasi.
Pulang dari sekolah capek, saya selalu ingat bagaimana ibu dan bapak dan keluarga mengusahakan saya sebegitunya.
Maka dari itu, saya selalu ingat kepada orang tua, kepada saudara, kepada seluruh keluarga besar saya, baik teman ataupun keluarga,
itu adalah inspirasi terbesar saya, karena kalau tidak karena mereka, saya tidak bisa sampai di tahap seperti ini.
Programnya itu adalah selalu berkolaborasi, karena bawasannya adalah,
bagaimana saya sebagai Duta SMA Provinsi Bali mampu menjadi pelantang sebaya untuk membawakan suara aspirasi SMA hingga ke tingkat nasional nantinya sebagai laporan.
Ada program yang saya usung yakni Mataksu, mencirikan bagaimana identitas Bali mampu didengar sehingga kekancah nasional.
Mataksu yakni ada tiga tahap, manha abinawa, tatwa jenana, dan kriya suci usaha.
Pertama dari pikiran, hati, dan kemudian dilakukan.
Memulai itu adalah bagian yang paling susah, tapi selalu ingat ketika kalian melangkah ke depan,
karena apa kalian memulai, dan selalu ingat bawasannya adalah usahakan doa kalian dan doakan usaha kalian.
Pengenalkan, nama saya Lisa, saya adalah siswa dari SMA Negeri Doakota Selatan.
Lalu kesan saya, Wahyu sebagai Duta SMA Bali itu pastinya saya bangga banget,
karena Wahyu ini membawa nama SMA Negeri Doakota Selatan itu jadi dikenal oleh banyak orang,
terus mengharumkan juga nama SMA Negeri Doakota Selatan, jadi menurut saya lumayan membanggakan buat Wahyu,
apalagi dia adik kelas saya, masih kelas 10, sudah jadi Duta SMA, itu pasti sangat bangga,
dan menjadi apresiasi terbesar saya untuk dia.
Oke, saya Imad Darussardina, dan saya akan memberikan apresiasi kepada Wahyu, yaitu adik kelas saya.
Saya jujur sangat bangga ketika dia dipanggil oleh Bapak Kepala Sekolah di ke depan,
ternyata dia yang membawakan nama SMA Negeri Doakota Selatan ke Indonesia,
karena dia sudah mewakilkan Duta Anak SMA dari Bali, di Provinsi Bali.
Jujur, saya sebagai kakak kelasnya juga terkagum, apalagi dia juga anak paskip,
karena jiwa disiplinnya juga sangat tinggi yang saya lihat,
dan juga kata-katanya, kata-kata yang dia ucapkan ketika dia menjadi Duta SMA,
jujur membuat saya juga menjadi termotivasi untuk menjadi yang lebih banyak lagi,
dan bisa bersama bertumbuh dengan Wahyu juga.
Pernah nama saya Gina, saya merupakan seorang siswi di SMA Negeri Doakota Selatan,
yang kebetulan kakak kelas dari Wahyu yang sekarang menjabat sebagai Duta SMA dari Provinsi Bali.
Kesan saya untuk Wahyu itu sangat bangga banget,
bisa menjadi lebih terkenal lagi SMA Negeri Doakota Selatan di mata nasional ya, terutama.
Terus semoga Wahyu bisa tetap rendah hati ke depannya,
dan terus berkaya lagi untuk SMA Negeri Doakota Selatan dan untuk Bali juga.
Halo semua perkenalkan nama saya Lugifah Yantri Maheswari, dari kelas 13.
Kesannya kak Wahyu itu sangat keren ya menurut saya,
sangat-sangat menginspirasi buat kita-kita yang memang baru join di Toska ini gitu.
Sangat menginspirasi buat kita karena kita juga lagi mencari jati diri gitu.
Darin Wira Jayanti dari kelas 13.
Kesan saya sama kak Wahyu itu benar-benar bikin saya terinspirasi ya,
karena saya itu juga suka ya perjuangannya gitu.
Itu kan pasti perlu perjuangan, perlu perjalanannya panjang buat bisa jadi duta.
Dari selain bakat, itu kak Wahyu memang dia sudah bisa berjuang dan menginspirasi adik-adiknya.
Itu benar-benar saya juga pengen suatu hari nanti bisa jadi kayak kak Wahyu ya.
Saya Abdillah Userman Syah, biasanya dipanggil dengan sebutan Firman.
Jadi kesan dan pesan saya tentang si Wahyu, yaitu duta SMA kita.
Itu dia adalah sebuah tokoh yang sangat menginspirasi kita,
menurut-menurut SMA Negeri Doakota Selatan untuk menjadi lebih baik terhadap kehidupan kita
dan juga memilih apa jalan yang kita inginkan.
Dengan tidak mengikuti kata-kata orang lain, kita harus tahu tujuan kita itu apa.
Dan dia sangat menginspirasi saya, terutama saya ini,
untuk selalu maju ke depan tanpa memperlukan perkataan orang lain
dan untuk menerima kritik oleh orang lain juga.
Terima kasih.
Proses pembimbingan sampai Wahyu bisa menjadi duta provinsi Bali itu lumayan panjang Pak Nge.
Itu pun tidak bisa saya kerjakan sendiri.
Kami berkolaborasi dengan berbagai guru bidang mata pelajaran
di mana dari segala proses yang terjadi itu, kami berkolaborasi dengan guru bahasa.
Pada saat dia membuat esai, kami berkolaborasi dengan teman-teman dari tim jurnalis.
Pada saat dia membuat video profil dan masih banyak lagi prosesnya
supaya dia bisa menjadi duta SMA Niko.
Terlebih dari saya sendiri yang sebagai pembimbing itu
membantu dia dari berbagai administrasi yang diperlukan.
Dari surat-suratnya, izin dari kepala sekolah, izin orang tua, surat keterangan sehat dan lain sebagainya.
Itu yang kami lakukan untuk mendukung prosesnya Wahyu
hingga di posisinya dia sekarang sebagai duta SMA Provinsi Bali.
Wahyu, yang kita lihat Wahyu itu seperti sosok pemimpinnya bagus.
Dia bisa mengkolaborasikan atau menginisiasi dan mengajak teman-temannya
untuk bergerak mengikuti dengan apa yang dia visikan dan dia misikan.
Terlebih dari itu, dia memiliki karisma yang bagus
jadi orang lain bisa mengikuti dan mendengarkan apa yang dia ucapkan.
Jadi dari situ kami menganggap Wahyu cocok menjadi seorang duta SMA untuk mewakili sekolah seperti itu.
Terlebih dari calon-calon yang lain yang kita calonkan sebagai calon duta SMA untuk mewakili sekolah
kami melihat Wahyu yang paling cocok untuk mewakili sekolah menjadi duta SMA.
Pesan untuk siswa-siswa yang lainnya, siswa-siswa yang lainnya
jangan berkecil hati, tetap mencoba, keluar dari zona nyaman
keluar dari zona nyaman untuk mencari nyamannya sendiri
karena kita merasa nyaman, kita pasti akan melakukan sesuatu dengan senang hati.
Tapi jangan takut gagal, dari gagal kita belajar, dari kegagalan orang juga kita belajar.
Be kind, be cool
Clap your hands and shout it loud
Stand up tall and make us proud
Everyday at home or school
Be kind, be cool
If friend is feeling down
I can turn a frown around
Helping hands and gentle words
Are the best rewards
Sharing smiles we laugh and play
Kindness grows in every way
Small good deeds can really rule
Kind is always cool
When I don't know what to do
There's a simple golden clue
In my heart I hear it say
Choose the better way
Hey, hey, what should we do?
Be kind, be cool
That's the way for me and you
Be kind, be cool
Clap your hands and shout it loud
Stand up tall and make us proud
Everyday at home or school
Be kind, be cool
Can you clap?
Can you jump?
Can you say it nice and clear?
Be kind
Be cool
Hands together me and you
Kind hearts shining through and through
Hey, hey, we know what to do
Be kind, be cool
Sing it strong, sing it true
Be kind, be cool
Jump up high, reach the sky
Spread the joy to every school
All around the world we rule
Be kind, be cool
La, la, la
Be kind
La, la, la
Be cool
La, la, la
Be kind
La, la, la
Be cool
