Enggak bosan lah.
Pai, cepat nok.
Jepitnya.
Yang bener-bener ada di perahu, Pai.
Kenapa Pai enggak mau turun, guys?
Ikan seneo enggak diambil.
Warnanya apa, Pa?
Sini, nak.
Masya Allah.
Banyak, guys.
Tempala, guys.
Udang hitam.
Udang hitam, guys.
Mantap, guys.
Udang apa, Pai?
Udang hitam Wakanda, Pai.
Wakanda.
Lihat, guys.
Mamah Pai pemberani, guys.
Wanita paling pemberani, guys.
Aku kan istri idaman.
Guys, kita didorong sama istri, guys.
Suami durhaka, guys.
Ada atau ada?
Banyak.
Jangan coba-coba.
Enggak perlu meracun, guys.
Malah kena, Pai.
Ini cara alami, guys.
Udang lamun, tuh.
Udang daun yang tenggelam, tuh.
Diam, Pai.
Oh, apa itu, tuh?
Ikan seluang.
Hah? Apa ini?
Lais.
Lai, ini.
Kok lais panjang?
Ini udang?
Ini anak lele, loh.
Kabur.
Lihat, guys.
Wanita Thailand, guys.
Ini dia.
Kumpulkan.
Nanti diolah masakan.
Masakan yang terenak dari dunia.
Lepaskan, Pai.
Tempala.
Kok ada tempala?
Ini, Niko.
Ini tempala.
Guys, guys.
Hati-hati, Kak Ram.
Dibilas macam itu, ya.
Ini besar.
Cuman dia ini berdiam.
Dia diangkat dari banyong.
Berdiam?
Sudah, banyak.
Kenapa nggak turun, guys?
Saya takut.
Soalnya nggak berani dalam.
Anak berhaka, guys.
Harus makan buntutnya, kan? Baru bisa.
Bisa apa?
Berenang.
Berenang, guys.
Mana? Banyak?
Banyak, Kak?
Ini, Kak.
Kelarau. Yang mana?
Kelarau.
Sili, Kak.
Sili yang ini.
Sili. Bagus.
Dalam, Neng.
Kenapa nggak boleh dicobori?
Kayu.
Kami sangkut.
Hati-hati.
Kamera.
GoPro.
Kami sangkut.
Kecipu yang sangkut.
Udang.
Hati-hati.
Banyak, Neng.
Banyak.
Ini yang anak ini.
Aman, kan?
Mana ikan bodoh?
Ada lagi, tuh.
Kelarau, nih.
Paling bagus, tuh.
Nggak boleh kena hidup, Neng.
Dekat-dekat sini, Pak.
Di belakang, Pak.
Di atas.
Banyak, nih.
Di mana tadi?
Di atas, Neng.
Sini, Pak.
Banyak.
Nggak apa-apa, Pak.
Nggak apa-apa.
Coba lihat.
Nggak gigit.
Orang itu nggak usah diairin.
Nggak.
Tempalak.
Tempalak besar.
Besarnya.
Ikan tempalak, tuh.
Ikan tempalak.
Mana tempalak besar?
Nggak ada.
Endangnya aja yang besar, Neng.
Kepalak besar ada.
Nampai.
Ngebos.
Masukkan bos.
Tempalak lagi.
Banyak.
Yang anak ikan lepaskan lagi, Kak.
Kita ambil udangnya, Kak.
Udang apa, Kak, di sini?
Udang sayur?
Udang sayur.
Tapi lain kayak udang sayur laut, tuh.
Kenapa dimakan?
Biar bisa berenang.
Panis, lah.
Cepat, ya.
Masukkan.
Allah, kakiku ditejak, Neng.
Lihat deh, ikan warna bagus.
Melatik lagi.
Ini, Neng.
Neng.
Masukkan, Pai.
Neng, Pai.
Amankan. Cepat, cepat, cepat.
Neng, Pai.
Lihat capitnya, tuh. Putih.
Capitnya.
Kenapa dia bercapit yang itu, tuh?
Nggak bosan, dong.
Pai, cepat, Neng.
Capitnya.
Oh, kunah.
Kenapa?
Berdarah dicapit undang.
Sakit.
Capitnya tak lepas.
Udah cepitnya ngeri.
Besar, capitnya.
Ada korban dari darahnya.
Cepat, masukkan.
Capit.
Papa mengambil yang besar, Pa.
Suruh siapa mengambil yang bercapit?
Lihat apa ini.
Kayak apa ini?
Kameramen ditunggang ini.
Kayak apa?
Udah?
Capitnya, Jan.
Kenapa tadi?
Kesuka tadi, Neng.
Nggak, dia.
Banyak sekali.
Nggak ada yang menelpon.
Kayak ada yang menelpon.
Banyak.
Kenapa ditaruh di sini, Pai?
Kalau ditaruh di sini, mati.
Jangan menimba, Am.
Nggak bisa ditimba, Am.
Kalau ditaruh di situ, ikan yang lainnya mati.
Panas.
Hah?
Ini banyak.
Letek-letek.
Masuk ke dalam lubang.
Hilang, Am.
Banyak.
Bisa bersembunyi.
Yang besar, yang tukang gigit.
Yang tangannya kayak gini.
Gigit, Am.
Gigit, Am, Pai.
Banyaknya kayak itu, Pai.
Besar lagi.
Dinginnya airnya.
Banyak.
Awas di situ.
Yang besar.
Sampai berdarah tanganku.
Melawan.
Sungguhnya kecil.
Udang Wakanda.
Jangan main-main, Udang Wakanda.
Ini dia tadi.
Yang jepitnya nol.
Lihat.
Yang putih.
Yang besar, yang tukang gigit.
Yang putih.
Bersembunyi.
Cakar, beracun.
Si Am.
Ada yang lembek.
Ganti kulit.
Di atas, Pak.
Dingin, Pak.
Dia masih ada bajunya.
Kita cicilkan, Pak.
Kenapa kamu
cebur-cebur di sungai Wakanda?
Kenapa malah cebur?
Sudah, ya?
Coba lepas. Dia tuh diam.
Coba lepaskan.
Enggak mau. Enggak jadi.
Coba lepaskan.
Kenapa?
Sayang?
Kita punya di rumah.
Apa duluan
kami ditinggal ini?
Guys, kami ditinggal.
Ada yang berenang duluan.
Bawa sini.
Nyaman ikan ini.
Gurih.
Itu ikan bodoh.
Apa?
Masuk, Am.
Masak Allah.
Ada tempalanya.
Kenapa?
Biar dia berteman.
Latek-latek.
Sini, Pak. Tempatnya.
Sini, Am.
Bahaya ini.
Ini yang pantik.
Besar.
Ini kalau menggigit.
Cepat angkat.
Ini takut berani.
Apa ini?
Ini.
Ubur-ubur.
Ini obat.
Obat anti miskin.
Aneh.
Tumbuhan.
Beri tanda.
Makan.
Obat tahan nyolong.
Tanda.
Bumbu.
Ini apa?
Bawang bombay.
Cabe.
Bawang merah.
Bawang putih.
Rasi.
Bawang ungu.
Bawang hijau.
Banyak udang.
Angkat, Pak.
Masukkan udangnya, guys.
Aduk-aduk, guys.
Harum.
Langsung merah udangnya.
Yang tadinya hitam langsung merah.
Harum.
Kalah.
Parpo mahal.
Royco rasa udang.
Kalau ada.
Sudah berubah.
Warnanya.
Mulai harum.
Miler.
Bismillahirrahmanirrahim.
Pak, rasa apa?
Rasa udang.
Manis-manis pedas.
Udang Wakanda.
Boleh pakai bawang masuk, Pak?
Siapa?
Sibah, kumisnya.
Makan, Jack.
Mantap.
Sudah jadi.
Nasi goreng.
Spesial.
Ala.
Papa Poi.
Ala Papa Poi.
Sarapan pagi kita.
Mantap.
Bismillahirrahmanirrahim.
Rasanya seperti rasa udang.
Udang Wakanda.
Meja apa?