
Berdamai dengan masa kini

Dalam struktur kesadaran yang terdistorsi, manusia sering kali melakukan tindakan yang secara fundamental tidak logis: membantah kenyataan yang sedang terjadi atau the isness of life. Kita terjebak dalam siklus pemikiran repetitif yang sia-sia: "Ini tidak seharusnya terjadi, tetapi ia terjadi... namun ia tetap tidak seharusnya terjadi." Argumen mental terhadap realitas ini adalah sebuah bentuk kegilaan. Namun, karena fenomena ini dialami oleh hampir semua orang, masyarakat menganggapnya sebagai normalitas. Secara esensial, normalitas manusia modern adalah sebuah bentuk disfungsi mental yang kolektif.
Ketidaksadaran ini termanifestasi dalam dialog internal yang reaktif dan penuh penolakan terhadap fakta objektif, seperti:
"Dia seharusnya tidak berperilaku sekasar itu terhadap saya."
"Situasi ini tidak boleh terjadi sekarang; ini merusak rencana saya."
"Saya terpaksa melakukan ini, padahal saya seharusnya melakukan hal lain."
Menolak kenyataan yang sudah mewujud adalah tindakan yang menguras energi dan merusak kualitas hidup. Berargumen dengan "apa yang ada" adalah pertempuran yang tidak mungkin dimenangkan, karena tidak ada pikiran yang cukup kuat untuk mengubah sesuatu yang telah menjadi fakta di momen ini.
