Keraton Cirebon

Keraton Cirebon

Refleksi Budaya
Refleksi Budaya
13 Agu 2026

Cirebon dan Rebo Wekasan: Merawat Doa, Menolak Bala
[Pembukaan] Halo, selamat datang dan sapa hangat bagi Anda pemirsa setia Refleksi Budaya. Senang sekali dapat kembali menemani perjalanan spiritual dan intelektual Anda. Hari ini, kita akan menepi sejenak ke pesisir utara, ke sebuah kota di mana air dan sejarah berkelindan menjadi satu: Cirebon, Sang Kota Udang
,
. Kita akan menelusuri bagaimana empat keratannya merawat ingatan kedaulatan melalui tradisi yang telah berusia ratusan tahun, yaitu Rebo Wekasan.
[Isi] Cirebon bukan sekadar titik di peta. Namanya yang berasal dari kata Cai-Rebon atau air sisa pembuatan terasi udang, menyimpan memori tentang masyarakat nelayan yang ulet
,
. Di jantung kota ini, berdenyut nadi kekuasaan dari garis keturunan Sunan Gunung Jati yang terwujud dalam empat pusat budaya: Kasepuhan yang tertua, Kanoman, Kacirebonan yang lahir dari api perlawanan, hingga Kaprabonan yang menjadi oase spiritual atau Peguron
,
,
,
.
Bagi masyarakat Cirebon, bulan Safar memiliki tempat yang sangat sakral. Bukan hanya karena dianggap sebagai bulan penuh tantangan, tetapi karena pada tanggal 12 Safar 887 Hijriah, Sunan Gunung Jati menghentikan pemberian upeti kepada Kerajaan Pajajaran, yang menandai lahirnya Kesultanan Cirebon sebagai kerajaan Islam yang merdeka dan otonom
,
.
Puncak dari refleksi di bulan ini terjadi pada hari Rabu terakhir, yang dikenal sebagai Rebo Wekasan
,
. Mengapa tradisi ini begitu kuat dijaga?
Menolak Bala: Berdasarkan keyakinan turun-temurun, dipercaya bahwa ratusan ribu malapetaka diturunkan ke bumi pada hari tersebut
,
. Oleh karena itu, keluarga keraton dan masyarakat berkumpul di tempat suci seperti Langgar Alit atau Bangsal Djinem untuk memanjatkan doa keselamatan
,
,
.
Tradisi Tawurji: Suasana akan berubah riuh namun penuh kegembiraan saat prosesi Tawurji dimulai. Sultan dan kerabat akan menyebarkan uang koin atau Curak kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah
,
,
. Ini adalah wujud nyata dari amanah abadi Sunan Gunung Jati: "Ingsun titip tajug lan fakir miskin"—aku titipkan musala dan fakir miskin
.
Filosofi Kue Apem: Selain uang, sedekah juga diberikan dalam bentuk makanan khas, yaitu Apem
,
. Rasanya yang manis dengan cocolan gula merah menyimpan pesan mendalam: agar setiap perkataan dan tingkah laku kita sehari-hari selalu "manis" dan tidak menyinggung perasaan orang lain demi keselamatan bersama
,
.
Ritual Ngirab: Tak jarang, tradisi ini ditutup dengan Ngirab atau mandi bersama di sungai, sebuah simbol penyucian diri dari segala pengaruh buruk agar dapat melangkah dengan jernih menuju bulan-bulan berikutnya
,
.
[Kesimpulan] Rebo Wekasan mengajarkan kita bahwa kebudayaan adalah cara manusia merespons persoalan hidup dengan harmoni
. Melalui sedekah dan doa, masyarakat Cirebon membuktikan bahwa cara terbaik menghadapi marabahaya adalah dengan mempererat silaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan sesama