
Anak Bereinkarnasi Menangis di depan patungnya sendiri!!! mencari kenangan ribuan tahun yang lalu!
“Bocah jiwa yang bereinkarnasi” adalah gelar yang digunakan dalam tradisi Buddha Tibet untuk menyebut tulku, yaitu praktisi yang diyakini terlahir kembali sebelum resmi diakui sebagai Buddha hidup.
Wairocana atau Vairotsana adalah Buddha yang sering ditafsirkan sebagai tubuh dharmakaya dari Buddha Gautama; ia juga disebut sebagai Buddha Matahari. Dalam Buddhisme Tiongkok-Jepang, Wairocana dipandang sebagai perwujudan dari konsep sunyata atau ketiadaan.
Kenangan Ribuan Tahun yang Tiba-Tiba Terkuak
Bisakah Anda bayangkan memiliki ingatan dari lebih dari seribu tahun yang lalu?
Pada 10 Juni 2019, seorang anak berusia enam tahun, di dalam Gua Qingpu, terletak 13 km sebelah timur Biara Samye di Lhasa, Tibet, tiba-tiba mengingat praktik pertapaannya yang terjadi ratusan hingga ribuan tahun lalu. Ia pun menangis tersedu-sedu. Suasana yang penuh emosi itu juga membuat tim pendampingnya ikut meneteskan air mata. Anak itu mengatakan bahwa ia pernah bermeditasi di gua tersebut.
Siapa sebenarnya anak ini?
Namanya Ngawang Jigme Jigten Wangchuck, lahir pada 23 Juni 2013 dari keluarga kerajaan Bhutan. Ia adalah cucu Raja Bhutan ke-4, Jigme Singye Wangchuck, melalui putri Princess Sonam Dechen Wangchuck. Sejak usia tiga tahun, ia sudah mulai menceritakan kehidupan masa lalunya. Lebih mengejutkan lagi, ia mampu menyebut nama biara-biara di Tibet beserta lokasi geografisnya dengan sangat jelas—hal yang tak mungkin diketahui oleh seorang anak kecil.
#tibet
#bhutan
#reinkarnasi
Ringkasan Video
Dibuat oleh AIThis video tells the story of Ngawang Jigme Jigten Wangchuk, a member of the Bhutanese royal family recognized as the reincarnation (tulku) of Vairotsana, a legendary 8th-century translator and Buddhist master. It details his 2019 pilgrimage to Tibet, where the young boy demonstrated an uncanny knowledge of ancient sites and experienced emotional reunions with his past life.

