00:01 Strategi Energi AS Warnai Rencana Perundingan dengan China 01:23 UEA Keluar dari OPEC, Picu Pergeseran Pasar Energi Global
AS tengah menekan ekspor minyak Iran dan hubungan energinya dengan China guna memperkuat posisi tawar menjelang pertemuan Trump-Xi Jinping. -------------- Peta energi global mengalami pergeseran drastis seiring keluarnya UEA dari OPEC dan ekspor AS cetak rekor jelang negosiasi penting dengan China
Senin kemarin, Menteri Keuangan AS Scott Besson memastikan bahwa Presiden Trump akan mengunjungi Beijing
pertengahan Mei ini untuk sebuah pertemuan penting dengan Xi Jinping.
Sementara itu, AS terus menekan Tehran dengan memutus jalur ekspor minyak
yang selama ini merupakan sumber pendapatan utama pemerintah Iran.
Hal ini untuk memperkuat posisi tawar Amerika di pasar energi dunia.
Kami sedang mencekik resim itu agar tak lagi mampu membayar gaji tentaranya.
AS telah memblokir kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz selama lebih dari 20 hari,
memberikan pukulan telak bagi korps garda revolusi Islam Iran yang menguasai hampir setengah dari ekspor minyak Iran.
Sebagian besar minyak tersebut diangkut ke China melalui armada gelap yang disebut Shadow Fleet.
Operasi penertiban oleh AS telah mencegat seluruh pengiriman ke China,
menggagalkan pengiriman sekitar 1,7 juta barel minyak Iran setiap harinya.
Selama ini China mendanai mereka lewat pembelian energi.
Kami telah mendesak China untuk berhenti,
dan kami juga telah meningkatkan tekanan kepada siapapun yang mencoba mengirinkan dana ke Iran untuk membantu IRGC.
AS terus menekan hubungan China dan Iran di sektor energi.
Bulan lalu AS menjatuhkan sanksi kepada sebuah perusahaan penyulingan China, Hengli Petrochemical.
Pejabat AS mengatakan perusahaan tersebut mendapatkan minyak dari Iran melalui armada gelap.
Di saat bersamaan, sebuah pergeseran tengah berlangsung di Timur Tengah.
Uni Emirat Arab mengumumkan pengunduran dirinya dari OPEC,
sebuah langkah yang berpotensi mengguncang kendali jangka panjang organisasi itu atas produksi minyak dunia.
Seorang pakar memprediksi keluarnya UAE dapat membuka pintu pasokan ke pasar,
dan mendorong negara lain mengikuti jejaknya.
Hal ini akan memicu persaingan baru yang mendorong harga minyak jauh lebih rendah.
Sementara itu Venezuela kini muncul sebagai mitra baru AS, dan terus meningkatkan kapasitas produksinya.
Ekspor minyak AS sendiri juga terus meluas.
Ekspor energi AS kini mencetak rekor tertinggi.
Berkat kebijakan Presiden Trump, AS kini adalah raksaksa energi dunia.
Secara keseluruhan, peta energi dunia tengah mengalami pergeseran jelang persiapan AS melakukan negosiasi dengan Beijing.
Kami akan terus memantau apakah strategi energi ini berhasil setelah pertemuan tersebut.