00:01 Sanksi Baru AS ke Perusahaan Kilang Minyak China Beli Minyak Iran 01:23 China Blokir Kesepakatan Akuisisi Meta Manus Senilai 2 Miliar Dolar
AS sanksi kilang China Heng Li karena beli minyak Iran. Beijing protes, sementara kilang tersebut membantah dan beralih ke bank domestik. ---------------- Beijing resmi batalkan akuisisi Meta terhadap Manus, Otoritas perintahkan pembatalan transaksi serta perketat pengawasan regulasi teknologi ke perusahaan AS.
Pemerintahan Trump kembali menekan sumber kehidupan ekonomi Iran
dengan menjatuhkan sanksi baru terhadap perusahaan penyulingan minyak China
yang dituduh membeli minyak mentah Iran.
Departemen Keuangan AS mengumumkan hal ini pada hari Jumat
mengatakan tujuannya adalah untuk memutus pendapatan minyak Teheran
dan memutus jaringan armada tanker Bayangan.
Serangan ekonomi AS sedang berlangsung penuh.
AS memperingatkan negara-negara dan perusahaan yang mendanai Iran
Sebuah kilang minyak swasta besar China, kilang minyak dan petrokimia Hangli
termasuk di antara yang dikenai sanksi.
Departemen Keuangan AS mengatakan pada hari Jumat
bahwa Hangli adalah salah satu pembeli terbesar minyak Iran yang dikenai sanksi
dengan pembelian mencapai miliaran dolar.
Hari Senin, Beijing menanggapi dengan keras
menyatakan akan melindungi perusahaan-perusahaan China.
Pabrik kilang minyak Hangli membantah melakukan perdagangan dengan Iran
dan berkata akan beralih ke Bank China
untuk pembayaran di masa depan sebagai akibat sanksi AS.
Kilang minyak swasta China ini, yang juga dikenal sebagai kilang teko,
menyumbang sepertiga dari industri pengolahan minyak di China.
Mereka membeli dan memproses minyak mentah berdiskon Iran
dan pembeliannya tidak dicatat oleh data Beacukai China.
Sebelum blokade AS, sekitar 80 hingga 90 persen ekspor minyak mentah Iran
telah ditujukan ke China.
Beralih ke kabar terbaru sebutan akuisisi metamanus senilai 2 miliar dolar.
Beijing secara resmi telah mengumumkan pemblokiran akuisisi tersebut
setelah investigasi selama berbulan-bulan.
Bulan lalu, otoritas China mencekal CEO dan Kepala Ilmuwan Manus
buna mencegah mereka meninggalkan China.
Meski kesepakatan itu sudah diumumkan Desember lalu
dan proses integrasi keduanya sudah berjalan hingga tahap rampung,
Senin kemarin, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China
mengumumkan bahwa mereka telah memblokir akuisisi meta senilai 2 miliar dolar
terhadap Manus atas dasar tinjauan keamanan investasi asing.
Manus didirikan di China pada 2022 sebelum akhirnya pindah ke Singapura
dan menutup operasionalnya di China pada 2025 sebelum kesepakatan dengan meta.
Perusahaan ini mengembangkan agen AI serba guna untuk tugas kompleks
seperti riset pasar, pengkodean, dan analisis data.
Tanpa penjelasan riji, penegak hukum Beijing
memerintahkan kedua belah pihak untuk sepenuhnya membatalkan transaksi.
Jurubicara meta menyatakan bahwa kesepakatan keduanya sudah sesuai hukum
dan berharap ada solusi tepat atas perkara tersebut.
Analis menilai langkah Beijing sebagai peringatan
untuk mencegah perusahaan startup China lain mengikuti jejak Manus.
Kedepannya, transfer teknologi China ke perusahaan pesan AS
akan menghadapi pengawasan regulasi yang jauh lebih ketat.
Menurut Financial Times, meta telah mulai mengintegrasikan teknologi Manus
ke dalam perangkat internalnya.
Sebagian besar pekerjanya berbasis di Singapura
dan telah bergabung dalam operasional meta.
Yang menjadi pertanyaan, apakah otoritas China punya yuridiksi
membatalkan akuisisi yang telah selesai beberapa bulan lalu
dan bagaimana cara mereka memaksakan perintah tersebut?