00:01 AS Menyita Kapal Iran yang Terkait China 01:55 Direktur FBI: China Adalah Ancaman Siber Terbesar AS
AS menyita kapal kargo Iran Touska di Teluk Oman karena menerobos blokade setelah mengangkut bahan baku rudal dari China. ----------- Kepala FBI Kash Patel peringatkan ancaman terbesar siber datang dari China, ungkap keberhasilan FBI dalam memberantas kejahatan dan fentanil.
Sebuah kapal kargo Iran yang berkunjung ke China bulan lalu kini disita oleh AS.
Pasukan AS menyitanya pada hari Minggu setelah kapal mencoba menerobos blokade dan memasuki pelabuhan Iran.
Kini muatan kapal sedang diperiksa seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa China diam-diam membantu militer Iran.
Blokade AS masih berlaku bagi semua kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran.
Kapal kargo Iran bernama Tosca ini menolak berhenti saat diperintahkan.
Presiden Trump memposting pada hari Minggu bahwa kapal perusak Angkatan Laut AS menghalangi kapal tersebut di Teluk Oman dan kini berada di bawah kendali AS.
Mantan perwira Angkatan Laut AS Charlie Brown memberitahu Wall Street Journal bahwa ia yakin kapal tersebut mengangkut barang-barang berharga bagi Iran.
Ini juga menjelaskan mengapa kapal mencoba menembus blokade AS.
Fakta menariknya, kapal Tosca adalah bagian dari armada yang sering mengunjungi China.
Menurut data maritim, kapal itu berhenti di dua kota pelabuhan besar China pada akhir Maret, yaitu Shanghai dan Zhuhai.
Di Zhuhai, pelabuhan Kaolan adalah pusat utama industri berat dan penyimpanan bahan kimia cair yang merupakan bahan baku untuk rudal jarak menengah.
Data maritim juga menunjukkan kapal tersebut menghabiskan sebagian besar waktu tahun lalu berlayar belak-balik antara China dan Iran.
Kapal Tosca dikenai sanksi pada 2018 atas aktivitas ilegal termasuk dugaan penyelundupan.
China menanggapi hari Senin menyatakan kekhawatirannya atas penyitaan AS ini.
Presiden Trump menyatakan pekan lalu bahwa pemimpin rezim China, Xi Jinping, telah berjanji untuk tidak mengirim senjata ke Iran.
Trump juga memperingatkan tarif tinggi terhadap China jika membantu militer Iran.
Insiden ini memperburuk ketegangan antara AS dan Iran.
Hari Senin, Iran berkata bahwa mereka tidak berencana menghadiri putaran perundingan damai berikutnya meskipun belum 100 persen final.
Direktur FBI Cass Patel memperingatkan bahwa China tetap merupakan ancaman siber terbesar bagi AS.
Kepada Fox News, Patel menyoroti upaya FBI dalam memperketat pengawasan siber.
Jika kita kelaah laporan intelijen tahun lalu, China adalah ancaman siber yang paling giat dan paling aktif di dunia saat ini.
Tahun lalu FBI telah menangkap 200 lebih pelaku siber dan tahun ini angkanya sudah mencapai 60 orang.
Kami telah meluncurkan operasi Wintersuit yang merupakan kampanye 60 hari dengan keterlibatan langsung dengan sektor swasta.
Jadi permintaan kami kepada sektor swasta setelah 600 kali lebih keterlibatan kami dalam 60 hari adalah
izinkan kami masuk lebih awal, hubungi kami sesering mungkin.
Tim siber dan tim cat kami akan datang untuk mengusir para aktor jahat ini dan membongkar jaringan mereka.
Patel juga menyoroti berbagai keberhasilan FBI lainnya termasuk penangkapan puluhan ribu pelaku kejahatan kekerasan dan pembubaran ribuan geng.
Selain itu lebih dari 6 ribu anak korban kejahatan berhasil ditemukan.
Dia juga berkata bahwa FBI telah menyita cukup banyak fentanil yang cukup untuk membunuh 180 juta warga Amerika.