00:00 Iran Serang Kapal Tanker Raksasa Tujuan China 00:57 China Lanjutkan Impor Energi AS Akibat Perang Iran 01:51 Trump Kritik NATO Atas Kurangnya Dukungan di Perang Iran 03:21 Anggota Parlemen Uni Eropa Kunjungi China: Bahas Impor Murah China
Iran kembali serang kapal tanker tujuan China di Dubai, menambah ketegangan di Selat Hormuz ditengah upaya Beijing jadi mediator. ----------------- Di tengah konflik Iran, China kembali lanjutkan impor energi dari Amerika guna mengamankan pasokan. ----------------- Trump sarankan sekutu mandiri atau beli energi AS akibat konflik Iran. Hubungan renggang karena Eropa enggan terlibat militer penuh. ----------------- Delegasi Parlemen Uni Eropa kunjungi China demi perbaiki hubungan dagang dan regulasi e-commerce, meski tetap mendukung Taiwan secara diplomatis.
Iran melancarkan serangan drone ke sebuah kapal tanker minyak tujuan China di Pelabuhan Dubai.
Serangan itu terjadi selasa pagi.
Kapal tanker bernama Al-Si itu terbakar,
namun api berhasil dipadamkan tanpa ada kebocoran minyak ataupun cedera awak kapal.
Kapal tersebut memuat 2 juta barel minyak mentah asal Kuwait dan Arab Saudi
dan dijadwalkan menuju kota Qingdao, China.
Serangan ini terjadi setelah Beijing mengonfirmasi bahwa
tiga kapalnya telah berhasil melewati selat hormus.
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan di selat hormus.
Awal bulan ini sebuah kapal kargo milik China dihantam oleh Iran.
Dan minggu lalu, Iran memaksa mundur dua kapal kontainer China
yang tengah mencoba melintasi selat tersebut.
Meski pejabat tinggi China telah berupaya menjamin keamanan jalur pelayaran,
Iran menolak tawaran Beijing untuk menjadi mediator dalam konflik,
mengindikasikan bahwa konflik tersebut merusak ambisi Partai Komunis China.
Di tengah ketidakstabilan pasar global akibat perang Iran dan gangguan di selat hormus,
China berencana untuk melanjutkan impor minyak mentah dan gas alam cair dari AS.
Menurut Kepler, perusahaan riset asal Eropa,
sekitar 600 ribu barel minyak mentah asal AS dijadwalkan
akan dimuat ke kapal tanker tujuan China pada bulan April.
Selain itu, sekitar 300 ribu metrik ton gas alam cair AS
sudah dipersiapkan untuk pengiriman Maret.
Jika hal ini terwujud,
ini menandai pengiriman minyak mentah AS pertama ke China sejak Februari tahun lalu.
China bergantung pada pasokan luar negeri atas 70 persen konsumsinya.
Ketidakpastian geopolitik tampaknya memaksa Beijing
untuk kembali mengandalkan pasokan energi AS
yang sempat terkena tarif akibat perang dagang.
Isu perdagangan termasuk meningkatan pembelian komunitas energi dan pertanian AS
diprediksi akan menjadi topik utama dalam pebicaraan mendatang antara AS dan China.
Ketegangan meningkat antara AS dan sekutu-sekutu Eropanya terkait perang Iran.
Dalam unggahan di Truth Social hari Selasa,
Presiden Trump mengatakan ia punya dua saran
untuk negara-negara yang kekurangan bahan bakar akibat gangguan di selat Hormuz.
Ia merujuk negara-negara seperti Inggris yang menolak terlibat upaya melawan Iran.
Trump berkata pilihan pertama adalah membeli energi dari AS karena persediaannya melimpah,
sementara pilihan kedua adalah mengumpulkan keberanian
pergi ke selat dan mengambilnya.
Ia menambahkan negara-negara harus belajar berjuang sendiri.
AS tidak akan membantu mereka karena mereka tidak membantu AS.
Dalam unggahan terpisah, Trump berkata Perancis menolak mengizinkan pesawat
yang membawa pasokan militer ke Israel terbang melalui wilayah udaranya.
Trump kemudian melunakan nadanya dalam wawancara dengan CBS News,
berkata AS akan siap membantu namun frustasi karena negara-negara lain tidak berbuat lebih.
Inggris mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan-pangkalan mereka
untuk menyerang situs rudal Iran yang menyerang kapal di Selat Hormuz.
Namun menegaskan Inggris tidak akan bergabung dalam operasi AS-Israel.
Sementara Italia dilaporkan menolak mengizinkan pesawat perang AS
untuk perang melawan Iran menggunakan pangkalan udara di Sicilia.
Spanyol juga telah menutup wilayah udaranya untuk pesawat AS yang terlibat serangan Iran.
Sementara Jerman berkata Berlin siap untuk mengamankan perdamaian di Iran.
Yang mengkritik serangan itu mengatakan tidak ada strategi penyelesaian.
Di tengah meningkatnya ketegangan AS dan Eropa,
sekelompok anggota Parlemen Uni Eropa sedang mengunjungi China.
Ini adalah kunjungan pertama dalam 8 tahun
menandai keterlibatan yang diperbaharui antara Beijing dan Brussels.
Hubungan telah tegang akibat defisit perdagangan Uni Eropa
lebih dari 300 miliar dolar dengan China
dan dukungan Beijing untuk Rusia dalam perang Ukraina.
Tahun lalu China mencabut sanksi terhadap beberapa anggota Parlemen Eropa
demi membangun kembali hubungan Eropa di tengah tekanan tarif AS.
Delegasi Uni Eropa yang mengunjungi China mengawasi pasar dan perlindungan konsumen Uni Eropa.
Salah satu prioritas utamanya adalah mengatasi lonjakan impor murah dari China.
Bisnis Eropa berkata ini adalah persaingan tidak sehat
karena paket-paket kecil ini tidak dikenakan tarif.
Lebih dari 4 miliar paket kecil memasuki pasar Uni Eropa pada 2024
dengan lebih dari 90% diantaranya berasal dari China.
Banyak dari paket-paket ini memasuki Uni Eropa
melalui raksasa e-commerce China seperti Sein dan Temu.
Pekan lalu Uni Eropa sepakat untuk merombak sistem bea cukainya
dengan platform e-commerce China menghadapi denda
jika menjual produk ilegal atau tidak aman ke pasar Uni Eropa.
Di hari yang sama anggota Parlemen Uni Eropa lainnya
bertemu Presiden Taiwan Lai Ching Teh di Taipei.
Delegasi dipimpin oleh Ketua Komite Keamanan dan Pertahanan Parlemen Eropa.
Lai berterima kasih pada Parlemen Eropa atas dukungannya pada Taiwan.