
“Disergap Saat Rapat Rahasia! 15 Komandan Elite Iran Tewas Seketika”
Ahvaz, Iran — 23 Maret 2026
Situasi keamanan di Iran kembali mengalami eskalasi tajam setelah serangkaian serangan presisi menargetkan elite militer negara tersebut. Dalam perkembangan terbaru, sedikitnya 15 pejabat tinggi dari Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan tewas dalam sebuah operasi militer gabungan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Insiden ini terjadi dalam kondisi yang disebut-sebut menyerupai adegan dramatis dalam film Let the Bullets Fly—“sedang makan dan bersantai, tiba-tiba disergap”—namun kali ini terjadi di dunia nyata dengan dampak yang jauh lebih mematikan.
________________________________________
Serangan Presisi di Ahvaz: Komandan IRGC Tewas Seketika
Menurut laporan yang beredar pada 23 Maret 2026, jurnalis Iran yang kini berada di pengasingan di Jerman, Farshad, bersama sejumlah akun intelijen sumber terbuka (OSINT) di platform X, mengungkap bahwa serangan tersebut sebenarnya terjadi dua hari sebelumnya, yakni pada pagi hari, 21 Maret 2026.
Target serangan adalah sebuah resor mewah di tepi Sungai Karun, Kota Ahvaz, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat hiburan terbesar di Iran bagian selatan.
Rekaman pasca-serangan menunjukkan bahwa kompleks tersebut hancur total dan berubah menjadi puing-puing. Ledakan yang sangat presisi diduga menghantam langsung area tempat para pejabat militer berkumpul.
Sumber yang sama menyebutkan bahwa lokasi tersebut sebelumnya digunakan sebagai tempat pertemuan sementara para komandan IRGC, setelah markas utama mereka di Ahvaz mengalami kerusakan akibat serangan sebelumnya.
Namun, langkah pemindahan tersebut justru berujung fatal. Tempat yang dianggap aman itu ternyata telah terdeteksi oleh sistem intelijen canggih milik pihak penyerang.
#iran
#perang
#krisis
