00:00 Minyak Iran Masih Mengalir ke China Lewat Selat Hormuz 00:57 Trump: 28 Kapal Penebar Ranjau Iran di Selat Hormuz Dihancurkan 01:40 Serangan ke Iran, Trump: “Kita Belum Selesai” 02:49 Gedung Putih: Harga Minyak Akan Turun Setelah Perang Iran Usai 03:56 CCTV Buatan China Bantu AS Lacak Pemimpin Iran
Iran tetap pasok minyak ke China via Selat Hormuz, diduga demi barter senjata dan bahan roket untuk memperkuat program rudal. ---------- AS menghancurkan puluhan kapal ranjau dan 5.500 target di Iran. Trump mengklaim hampir seluruh angkatan laut Iran telah tenggelam. ---------- Gedung Putih optimistis Operasi Epic Fury segera usai, operasi itu melumpuhkan kekuatan militer Iran, serta menjamin penurunan harga minyak dan gas bagi rakyat Amerika. ---------- Teknologi pengawas buatan China di Iran berbalik membantu intelijen Barat akibat celah keamanan, mengancam strategi kontrol warga oleh Beijing.
Di tengah perang, Iran terus mengirimkan sejumlah besar minyak mentah melalui selat hormus ke China.
Menurut pelaca kapal tanker, hampir 12 juta barrel minyak Iran telah melewati selat sejak perang dimulai, termasuk 2 juta barrel pada hari Senin.
Pelaca kapal menunjukkan beberapa kapal berhasil melewati selat itu dengan mendaftarkan diri sebagai kapal China.
Kapal Turki juga dilaporkan mendapat pengecualian serupa.
Analis menduga Beijing mungkin telah mencapai kesepakatan dengan Tehran sebagai imbalan pasokan minyak bumi ke Iran, penyediaan peralatan militer, dan intelijen.
Dua kapal Iran baru-baru ini berangkat dari pelabuhan Kailan di China Tenggara.
Washington Post melaporkan Kailan adalah pelabuhan untuk memuat bahan kimia, termasuk prekursor bahan bakar roket padat yang dibutuhkan Iran untuk program rudalnya.
Iran juga telah mengirim produk gas dan minyak dengan setidaknya 11 kapal tanker lainnya yang mencapai China sejak 28 Februari.
Pada hari Rabu, Trump mengatakan AS telah menyerang 28 kapal penebaran Jauh Iran sejauh ini.
16 di antaranya diserang sehari sebelumnya.
Menurut Komando Pusat, mereka adalah bagian dari kapal-kapal Iran yang dihancurkan oleh AS.
Komando Pusat AS memposting video serangan ke kapal-kapal tersebut di X kemarin.
Postingan berkata, pasukan AS menghancurkan beberapa kapal angkatan laut Iran pada 10 Maret, termasuk 16 kapal penebaran Jauh di dekat Selat Hormuz.
Hampir 1.5 minyak dunia melewati Selat Hormuz.
Dalam postingan di Truth Social sebelumnya, Presiden Trump memperingatkan bahwa Ranjauh apapun yang diletakkan di Selat oleh Iran harus segera disingkirkan,
mengancam konsekuensi militer jika Tehran tidak patuh.
Presiden Trump berkata, AS menyerang rezim Iran lebih keras dari hampir semua negara yang pernah diserang dalam sejarah.
Dan ini belum selesai.
Koresponden NTD Mary Otsu melaporkan.
Komandan Pusat AS pagi ini berkata, pasukan AS terus memberikan pertempuran dasyat pada rezim Iran.
Laksamana Bradley Cooper mengatakan, kekuatan tempur Iran menurun,
sementara AS berfokus pada tujuan militer yang ditetapkan Presiden Trump.
Cooper juga mengumumkan bahwa 12 hari terakhir, AS telah menyerang lebih dari 5.500 target di dalam Iran,
termasuk lebih dari 60 kapal angkatan laut dengan berbagai sistem senjata presisi.
Presiden Trump memberitahu Axios hari ini bahwa hampir tidak ada lagi yang tersisa untuk ditargetkan di dalam rezim tersebut.
Kami telah menyerang mereka lebih keras dari semua negara dalam sejarah.
Dan kami belum selesai.
Kami menghancurkan hampir semua kapal ranjau mereka dalam satu malam.
Kami sudah sampai di kapal nomor 60.
Saya tidak sadar mereka punya angkatan laut sebesar itu.
Saya katakan itu besar dan tidak efektif.
Setiap kapal mereka, hampir semua angkatan laut mereka telah hilang ke dasar laut.
Kepada warga AS, Gedung Putih menyampaikan harga minyak akan turun setelah perang di Iran usai.
Pemerintah Trump yakin sepenuhnya bahwa target dari operasi Epic Fury akan segera tercapai.
Kepada rakyat Amerika, kami pastikan kenaikan harga minyak dan gas saat ini hanya sementara.
Dan operasi ini akan berakhir dengan berkurangnya harga gas dalam jangka panjang.
Begitu tujuan dari operasi Epic Fury tercapai sepenuhnya,
warga AS akan melihat harga minyak dan gas turun drastis.
Bahkan jauh lebih rendah dari sebelum adanya operasi.
Dan kita akan hidup di dunia di mana Iran tidak lagi dapat mengancam AS atau sekutunya dengan bom nuklir.
Gedung Putih berkata Presiden Trump berkomitmen untuk memastikan selot hormus tetap beroperasi bagi kapal-kapal minyak.
Presiden dan timnya terus memantau pasar dan menjalin komunikasi dengan para pemuka industri.
Gedung Putih berkata militer AS tengah membuat terobosan dalam mencapai tujuan militer operasi.
Sejauh ini mereka telah menggempur lebih dari 5.000 target,
menghancurkan 50 kapal angkatan laut Iran.
Serangan rudal dan drone Iran masing-masing berhasil ditekan hingga 90% dan 85%.
Awal serangan ke Iran, sistem pengawasan Tehran yang dibangun untuk memantau rakyat Iran
justru membantu AS dan Israel dalam melacak keberadaan Ali Khamenei yang berujung pada kematiannya.
China, selaku pihak yang membantu Iran dalam membangun sistem itu,
tidak menyangka bahwa sistem itu telah disadap oleh AS selama bertahun-tahun.
Hal ini mengirimkan efek gentar bagi pemegang kekuasaan di Beijing,
karena China sendiri mengoperasikan sistem pengawasan serupa dengan skala yang jauh lebih besar.
Pekan lalu Financial Times melaporkan bahwa sebelum serangan diluncurkan,
intelijen AS dan Israel telah mempelajari peta jalan Tehran selama bertahun-tahun.
Mereka menggunakan model bantuan AI untuk menganalisis hasil tangkapan kamera tepat waktu
guna memahami pergerakan internal pejabat Iran secara sistematis.
Data intelijen ini sangat membantu AS dan Israel dalam menargetkan dan menghabisi pemimpin resim Iran.
Menariknya, kamera pengawas yang digunakan Iran juga terpasang di seluruh jalan di Beijing.
Selama puluhan tahun, produsen China seperti Hikvision, Tahua dan TNT
telah memasuk teknologi pengawas ke resim Iran, mulai dari perangkat lunak hingga perangkat fisik.
Hal ini didasarkan kepentingan untuk mengontrol rakyatnya,
yang mendorong resim China untuk terus membangun teknologi ini selangkah lebih maju dibanding negara lain.
Zineh Pribowa, seorang analis urusan Timur Tengah dan China memberikan pandangannya.
Jika kita lihat, China telah membantu seluruh arsitektur telekomunikasi Iran.
Mereka membuatnya sama persis dengan yang ada di Beijing.
Saat protes pecah di seluruh Iran Januari lalu, pemerintah menindak para demonstran secara brutal
karena Iran punya teknologi China yang sangat canggih.
Teknologi yang dibuat sedemikian rupa hingga bisa melacak dengan sangat mudah
siapa yang memakai hijab dan tidak, siapa yang melakukan ini dan itu
karena mereka telah menguji cobanya kepada kaum Uighur.
China memiliki kamera pengawas terbanyak di dunia dan mendominasi ekspor teknologi tersebut secara global.
Selama bertahun-tahun, berbagai negara telah menyatakan kekhawatiran
akan adanya celah keamanan pada produk buatan China.
Mereka khawatir perangkat tersebut bisa difungsikan Beijing untuk mengintai wilayah mereka.
Masalahnya, celah keamanan ini tidak hanya bisa diakses Beijing, namun juga para peretas.
Pada 2023, sebuah perusahaan teknologi AS berhasil meretas kamera Hikvision buatan China dalam waktu 11 detik.
Pihak perusahaan memperingatkan bahwa kerentanan ini terkait celah keamanan yang dipasang oleh Hikvision dalam produknya,
meski klaim itu dibantah oleh Hikvision.
Para analis berpendapat, alat pengintai resim untuk memantau dan menekan pembangkang justru bisa menjadi bumerang.
Sementara resim sibuk memantau warganya, intelijen AS mungkin juga sedang ikut mengawasi.
Sampai jumpa di video selanjutnya