00:11 Iran Blokir Starlink, Teknologi Mungkin Dipasok China atau Rusia 02:20 Target Trump Berikutnya: Komunis Kuba 03:06 Aliansi Partai Komunis China Tumbang Satu Demi Satu
Iran memutus internet dan memblokir Starlink menggunakan teknologi militer. Di tengah protes massal, AS menyatakan dukungan penuh bagi kebebasan rakyat. ------------------- Para pemimpin otoriter sekutu dekat China, seperti di Venezuela, Nepal, Bangladesh, dan Suriah, kehilangan kekuasaan tak lama setelah memperkuat hubungan dengan PKC.
Pemadaman internet di Iran telah berlangsung selama 4 hari,
menyebabkan 90 juta penduduknya terperosok dalam kegelapan digital.
Baik jaringan internasional maupun domestik terputus sepenuhnya.
Bahkan layanan internet satelit seperti Starlink turun tajam.
Menurut IranWire, platform berita online independen,
lebih dari 80 persen lalu lintas internet Starlink telah terganggu.
Jurnalis Israel, Emily Skrodar, mencatat aktivitas Starlink di Iran diblokir total.
Rezim Iran dilaporkan telah mengaktifkan pemutus sinyal bertaraf militer untuk memblokir Starlink.
Para ahli berkata, teknologi canggih ini mungkin dipasok oleh China atau Rusia.
China telah mensimulasikan penggunaan drone untuk memblokir Starlink di area seluas Taiwan
dan berinvestasi besar-besaran dalam sistem ini.
Namun operasi anti-GPS offensive yang sebenarnya masih belum dikonfirmasi.
Hari Minggu, Presiden Trump mengatakan ia akan berdiskusi dengan Elon Musk tentang konektivitas Starlink.
Protes anti-komunis di seluruh Iran kini telah memasuki minggu ketiga.
Setidaknya 500 orang telah tewas dan lebih dari 10 ribu orang telah ditangkap,
menurut sebuah kelompok HAM berbasis di AS.
Gedung putih terus menyuarakan dukungan untuk rakyat Iran yang berjuang untuk kebebasan.
Pada 10 Januari, Menlu AS Marco Rubio memposting
bahwa AS mendukung rakyat Iran yang berani.
Sekutu Presiden Trump, Senator Lindsey Graham, meretweet postingan Rubio,
menambahkan pesan ke rezim,
kebrutalan Anda terhadap rakyat Iran yang hebat tidak akan dibiarkan begitu saja.
Jadikan Iran hebat kembali.
Presiden Trump memposting di hari yang sama,
mengutip, Iran sedang melihat kebebasan mungkin seperti belum pernah sebelumnya.
AS siap membantu.
Menteri Perang AS Pete Hegseed meretweet postingan Presiden beberapa jam kemudian pada hari Senin.
Iran mengatakan siap berperang, tetapi juga siap bernegosiasi dengan AS.
Kembali ke konektivitas Starlink,
kantor berita Iran melaporkan pasukan keamanan Iran menindak penggunaan Starlink di negara itu.
Pihak berwenang menggembak rumah-rumah dan menangkap mereka yang ditemukan memiliki peralatan satelit.
Kuba muncul sebagai target utama pemerintahan Trump setelah penangkapan detaktor dan gembong narkoba Venezuela Nicolas Maduro oleh Washington.
Presiden Trump telah meningkatkan tekanan pada Kuba.
Dalam unggahannya hari Minggu, Trump berkata,
Kuba hidup selama bertahun-tahun dengan sejumlah besar minyak dan uang dari Venezuela.
Venezuela sekarang punya Amerika Serikat, militer terkuat di dunia,
untuk melindungi mereka dan kami akan melindungi mereka.
Tidak akan ada lagi minyak atau uang yang dikirim ke Kuba.
Tidak. Saya sangat menyarankan mereka untuk membuat kesepakatan sebelum terlambat.
Seorang pengguna DX meninggalkan pesan untuk Presiden Trump yang mengusulkan agar Menteri Marco Rubio mengambil alih Kuba.
Trump menanggapi dengan berkata,
Kedengarannya bagus bagi saya.
Lingkaran persahabatan Partai Komunis China Qian menyempit dari Venezuela hingga Suria.
Satu demi satu pimpinan otoliter mulai kehilangan kekuasaan.
Bulan Mei lalu, pemimpin China Xi Jinping bertemu dengan Maduro di Moskow
dan mengapresiasi hubungan yang kuat di antara keduanya.
Kehidupan Maduro berubah drastis tujuh bulan kemudian.
Kini Maduro menjadi tahanan AS dan didakwa atas terorisme narkoba.
Senada dengan mantan Perdana Menteri Nepal Sharma Oli,
Agustus lalu ia bertemu dengan utusan China dan menyatakan siap memulai kemitraan baru yang lebih kuat dengan China.
Sebulan kemudian, Oli dipaksa mundur setelah protes menentang larangan media sosial oleh paraktivis muda pecah di seluruh negeri.
Posisinya kini digantikan oleh seorang mantan ketua hakim.
Insiden serupa juga terjadi pada Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina.
Ia bertemu dengan Xi pada 2024.
Setelahnya, China meningkatkan hubungan keduanya menjadi mitra kerja sama strategis yang komprehensif.
Satu bulan kemudian, ia mengundurkan diri setelah 15 tahun berkuasa.
Ribuan orang menyerbu kediamannya setelah tindakan kerasnya terhadap pengujuk rasa yang menewaskan 300 orang.
Beralih ke Syria, Xi Jinping menyambut mantan Presiden Syria Basar al-Assad pada 2023 dan mengumumkan kemitraan strategis antar keduanya.
Assad memimpin Syria selama 24 tahun.
Ia melarikan diri ke Rusia usai bertemusi pada 2024 setelah pasukan pemberontak berhasil merebut ibu kota Syria.
Sampai jumpa.