00:11 China Perintahkan Bank Periksa Pinjaman Terkait Venezuela 02:09 Survey: Indeks PMI China Terendah dalam 6 Bulan
China instruksikan bank periksa risiko utang Venezuela senilai 10 miliar dolar usai penangkapan Maduro oleh AS guna melindungi investasi Beijing. ------------ PMI jasa China Desember turun ke 52, level terendah enam bulan. Pertumbuhan melambat akibat pelemahan ekspor, PHK, dan biaya produksi.
China dilaporkan memerintahkan bank-banknya untuk memeriksa dampak keuangan dari Venezuela
setelah AS menangkap mantan pemimpinnya Nicolas Maduro, sekutu lama Beijing.
Bank-bank China memiliki kekhawatiran besar untuk mendapatkan kembali miliaran pinjaman yang belum lunas.
Regulator keuangan tertinggi China telah memerintahkan bank-bank pemberi pinjaman utama
untuk melaporkan pinjaman terkait Venezuela dan memperketat pemantauan resiko.
Menurut sumber Bloomberg pada hari Senin, ini mencerminkan kekhawatiran Beijing
atas ketegangan geopolitik terkait investasi China di kawasan tersebut.
Venezuela telah menjadi mitra utama China selama bertahun-tahun.
Pada pertengahan tahun 2000-an, China membutuhkan minyak dan Venezuela membutuhkan uang.
Kedua negara menjalin kemitraan yang berpusat pada pinjaman untuk minyak.
Menurut data bantuan sebuah lembaga penelitian berbasis di Virginia,
mengklaim total pinjaman China ke Venezuela sejak tahun 2000 telah mencapai lebih dari 100 miliar dolar.
Negara itu kini berutang sekitar 10 miliar dolar kepada Beijing.
Namun, melunasi utangnya telah menjadi masalah jangka panjang bagi Venezuela.
Sanksi AS dan kemerosotan ekonomi Venezuela telah memaksa China untuk menerima minyak alih-alih uang tunai.
Kini tekenan Washington dapat mempersulit proses tersebut.
Pada hari Sabtu, pasukan AS menangkap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.
Tak lama setelah itu, Presiden Trump mengklaim bahwa AS siap mengambil alih industri minyak Venezuela.
Menlu AS Marco Rubio berkata, militer AS akan memblokir kapal tanker minyak yang dikenai sanksi
sampai Venezuela membuka sektor energinya untuk investasi asing.
Langkah ini dapat mengakibatkan Venezuela mengalihkan prioritasnya ke Washington
daripada membayar kembali utangnya kepada Beijing.
Bahkan jika industri minyak Venezuela membantu membayar kembali sebagian pinjaman China,
kehadiran AS yang lebih kuat di Amerika Latin menimbulkan resiko baru bagi pemberi pinjaman China.
Selanjutnya kita bahas ekonomi China.
Survei sektor swasta pada hari Senin menunjukkan pertumbuhan sektor jasa China pada bulan Desember
mencapai laju terlambat dalam enam bulan.
Perlambatan terjadi karena pertumbuhan bisnis baru melemah dan permintaan asing menurun.
Indeks PMI jasa umum China disusun oleh S&P Global.
Disebutkan data PMI China pada bulan Desember turun menjadi 52, angka terendah sejak Juni.
Indeks PMI adalah indikator ekonomi penting dengan angka di atas 50 menandai ekspansi
dan di bawahnya menandai kontraksi.
Survei melacak sekitar 650 perusahaan China
menunjukkan perusahaan telah melakukan PHK karyawan selama lima bulan berturut-turut
karena meningkatnya biaya produksi.
Ditambahkan bahwa penurunan ekspor, perkurangnya wisatawan asing dan menyusutnya pasar kerja
semua berkontribusi pada penurunan.
Ekonomi China berjuang untuk tumbuh tahun lalu di tengah krisis real estate yang berkepanjangan, deflasi
dan ketegangan perdagangan dengan AS dan pasar utama lainnya.
Meskipun data resmi memproyeksikan pertumbuhan PDB sebesar 5 persen tahun ini,
banyak ekonom mengatakan angka tersebut adalah dilebih-lebihkan.