00:11 Alibaba Bantu Militer China, AS Jadi Target Utama 01:03 AS - Korea Selatan Rilis Rincian Kesepakatan Dagang
Gedung Putih menuduh Alibaba menyediakan bantuan kepada militer China untuk menyerang AS. Bocor laporan menyebut Alibaba akses data pelanggan. ------------------ Perjanjian AS–Korea Selatan mencakup investasi $350 milyar, pemotongan tarif, proyek AI dan nuklir. Korsel janji pembayaran bertahap dan naikkan anggaran pertahanan hingga 3,5% PDB
Gedung putih menyampaikan kekhawatiran baru atas peran raksasa e-commerce China Alibaba.
Berdasarkan catatan yang diperoleh Financial Times bahwa
selama ini Alibaba telah menyediakan bantuan bagi teknologi militer China dengan target utama AS.
Catatan itu menyebut bahwa Alibaba memberikan akses data pelanggan
seperti alamat IP, detail YV dan riwayat pembayaran kepada pemerintah China.
Alibaba segera membantah semua tuduhan tersebut.
Namun setelah berita tersebut tersiar, saham Alibaba jatuh 4,5 persen.
Catatan tertanggal 1 November itu muncul bertepatan setelah Trump bertemu dengan presidensi di Korea Selatan.
Gedung putih tidak berkomentar soal rencana mereka terkait tuduhan tersebut.
Ini bukan pertama kalinya Parlemen AS menyuarakan kekhawatiran.
Beberapa pihak telah mendesak pemerintah AS untuk mengambil langkah tegas terhadap Alibaba Group.
Amerika Serikat dan Korea Selatan telah meluncurkan kerangka perjanjian dagang terbaru
mencakup investasi Korea di AS yang bernilai lebih dari 350 miliar dolar
di hampir seluruh sektor pembuatan kapal dan industri utama AS.
Pemilihan proyek diperkirakan rampung pada Januari 2029 saat berakhirnya masa jabatan Presiden Trump.
Dana yang dibutuhkan untuk implementasi proyek akan dibayarkan dalam 45 hari kerja
setelah pemberitahuan dari AS soal pemilihan tujuan investasi.
Pengumuman tersebut menyusul pertemuan Presiden Trump dengan Presiden Korea Selatan Lee Jai-myung
Oktober lalu, di mana keduanya setuju menurunkan tarif impor Korea menjadi 15 persen.
Para pejabat mengatakan MOU terbaru menguraikan sederetan proyek
mulai dari galangan kapal, AI hingga energi nuklir.
Kesepakatan tersebut juga membuka pintu bagi Korea Selatan untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir
dan memperluas kemampuan pengolahan bahan bakar.
Korsel berjanji akan menunaikan pembayaran investasinya secara bertahap
untuk menghindari kejolak mata uang.
Korsel juga akan menaikkan anggaran pertahanan menjadi 3,5 persen dari PDB,
menjadi sekutu AS pertama di luar NATO yang memenuhi kriteria Trump pada KTT G20.