Trump klaim uang hasil perdagangan tidak adil AS bantu membangun militer China, berharap kesepakatan adil dengan Xi Jinping. --------------- Washington peringatkan Beijing berhenti memaksa perusahaan asing berinvestasi di industri AS dan menuduh China merusak industri kapal AS. --------------- Sanae Takaichi dikonfirmasi sebagai PM Jepang ke-104 dari LDP, memimpin kabinet konservatif. Kekurangan mayoritas, ia mungkin gelar pemilu dini. Pro-AS dan Taiwan, Takaichi dikagumi. --------------- Para pemohon berbondong-bondong ke Beijing menuntut keadilan atas perlakuan buruk, sering dihentikan. Protes unik terjadi (kambing dilepas di gedung pemerintah). Sementara itu penangkapan manajer perusahaan swasta meningkat di bawah kampanye antikorupsi.
00:10 Trump: AS 'Membangun Militer China' dari Hasil Perdagangan Tidak Adil 01:06 AS Peringatkan Beijing atas Paksaan Terhadap Industri AS 02:15 Sanae Takaichi Terpilih Jadi PM Jepang Perempuan Pertama 04:57 Warga Berbondong ke Beijing Ajukan Petisi; Pengusaha Swasta China Khawatir Jadi Incaran
Presiden Trump berkata AS telah membangun militer China dari uang hasil perdagangan yang tidak adil.
Hal itu disampaikan saat menjamu senator Partai Republik di Gedung Putih hari ini.
Kita membangun militer mereka. Kita membangun militer China dengan uang kita yang hilang selama bertahun-tahun akibat kecurangan.
Trump juga berharap dapat mencapai kesepakatan yang bagus dengan pemimpin Partai Komunis China, Xi Jinping.
Saya telah mengalir ratusan miliar dolar dari China. Saya memasang kait penuh untuk China.
Dan juga saya punya hubungan baik dengan Presiden Xi.
Saya berharap dapat membuat kesepakatan yang bagus dengannya, dan ia akan melakukannya.
Saya ingin ia membuat kesepakatan yang bagus untuk China, tapi itu harus adil.
Selama bertahun-tahun mereka merawop 5, 6, 700 miliar dolar, sementara kita tidak mendapatkan apapun.
Trump dan Xi diperkirakan akan bertemu secara langsung akhir bulan ini di Korea Selatan di sela-sela KTT APEC.
Perwakilan dagang AS memperingatkan Beijing untuk berhenti memaksa perusahaan asing agar tidak berinvestasi di industri Amerika dan berjanji akan menindak tegas.
Pernyataan ini muncul seiring sanksi China terhadap anak perusahaan pembuat kapal Korea Selatan di AS,
yang dianggap merusak rencana Trump mengembalikan kejayaan industri pembuatan kapal AS.
Pekan lalu China mengenakan sanksi kepada 5 anak perusahaan pembuat kapal Korea Selatan di AS yang langsung diberlakukan.
Perusahaan Korea Selatan, Hanwha Ocean, memiliki galangan kapal terkemuka di Philadelphia, berperan penting membantu AS membangun industri pembuatan kapal.
AS terprosok dari peringkat 1 keurutan 19 dunia dengan kemampuan produksi kurang dari 5 kapal, sementara China membangun lebih dari 1,700 kapal per tahun.
AS menuduh China terlibat dalam praktek perdagangan yang tidak adil dan merugikan bisnis kapal AS.
Pekan lalu AS telah membelakukan tarif pelabuhan atas kapal-kapal China, dan China membalas dengan tindakan serupa.
Duta Besar Jameson Greer pada hari Senin menyebut pembalasan China sebagai paksaan ekonomi untuk mempengaruhi politik Amerika dan mengendalikan rantai pasokan global.
Di Jepang, momen bersejarah terjadi pada hari Selasa ketika Sanae Takaichi, pemimpin Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, secara resmi dikonfirmasi sebagai Perdana Menteri berikutnya.
Setelah konfirmasi, Takaichi bertemu dengan Kaisar Naruhito yang menyerahkan surat pengangkatan resmi, menandainya sebagai Perdana Menteri ke-104 Jepang.
Pengangkatan ini juga menandai peluncuran pemerintahan koalisi baru antara LDP dan Partai Nippon Isin.
Perdana Menteri baru Jepang, Sanae Takaichi, maju dengan kabinet yang seluruhnya terdiri dari anggota Partai Demokrat Liberal yang berkuasa.
Meskipun Partai Nippon Isin mendukung pemerintahannya, mereka melakukannya dari luar kabinet dalam peran kolaboratif.
Dari para pejabat LDP yang ditunjuk, saingan terakhir Takaichi dalam perebutan kepemimpinan partai, Shinjiro Koizumi yang berusia 44 tahun, akan mengambil jabatan Menteri Pertahanan.
Kandidat lainnya, Yoshimasa Hayashi dan Toshimitsu Motegi telah ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri dan Menteri Luar Negeri.
Minoru Kihara akan menjabat sebagai sekretaris kabinet utama.
Kabinet baru ini secara luas dipandang sebagai kabinet yang konservatif.
Namun, tantangan masih ada. LDP saat ini kekurangan mayoritas di kedua majelis parlemen, menjadikannya sebagai pemerintahan minoritas.
Satu-satunya jalan keluar dari kebuntuan politik adalah pemilu dini.
Sanae Takaichi populer di kalangan publik, hingga ia dapat mengamankan stabilitas jangka panjang jika membubarkan parlemen pada akhir tahun ini atau awal tahun depan, dan memimpin LDP memenangkan mayoritas.
Awal tahun ini, Takaichi mengunjungi Taiwan, bertemu dengan Presiden Lai Ching Teh.
Dalam pidatonya selama kunjungan, ia menyuruhkan Jepang, Taiwan, dan mitra demokrasi lainnya untuk membentuk aliansi keamanan guna memperkuat pertahanan, keamanan ekonomi, dan ketahanan rantai pasokan.
Saya melihatnya sebagai pemimpin yang pro-AS, anti-China, dan bersahabat dengan Taiwan.
Kabinetnya seluruhnya terdiri dari pejabat dengan pandangan anti-China yang kuat, dan kemungkinan besar akan membuat Beijing khawatir.
Akio Yaita adalah sesama alumni Institut Pemerintahan dan Manajemen Matsushita Jepang.
Ia mengenang bahwa Takaichi adalah sosok yang terkenal selama masa sekolahnya.
Saat mendaftar di sekolah ini, ia mengendarai sepeda motor besar dari Kobe ke Tokyo.
Selama masa sekolahnya, ia bermain heavy metal dan drum, namun tetap menjadi siswa yang sangat rajin.
Sebagai anak didik mendiang Shinzo Abe, Takaichi telah lama mengagumi wanita besi Inggris Margaret Thatcher.
Kini semua mata tertuju padanya.
Takaichi diperkirakan akan menghadiri KTT ASEAN mendatang di Malaysia dan konferensi APEC di Korea Selatan.
Ia juga akan menjamu Presiden AS Donald Trump di Tokyo minggu depan.
Beralih ke segmen wawasan China In Focus.
Ketika para pemimpin tertinggi Beijing berkumpul untuk memetakan rencana lima tahun ke depan,
para pemohon warga negara yang menuntut keadilan telah berbondong-bondong ke Beijing untuk mengajukan banding ke otoritas yang lebih tinggi.
Ini adalah antrean di luar badan yang bertanggung jawab untuk mendengarkan keluhan publik.
Pihak berwenang telah berusaha menghentikan dan memulangkan mereka.
Ada puluhan ribu pemohon di China, mereka biasanya mengalami berbagai macam perlakuan buruk.
Salah satunya adalah pemerintah daerah yang menghancurkan rumah mereka secara paksa,
agar pemerintah daerah dapat menyita tanah dan menjualnya untuk proyek konstruksi.
Biasanya sulit bagi para pemohon untuk mendapatkan keadilan melalui sistem hukum.
Jika gagal di tingkat lokal, mereka akan berbondong-bondong ke Beijing untuk mengajukan banding ke otoritas yang lebih tinggi.
Namun mereka sering dihentikan di tengah jalan oleh petugas atau bahkan ditangkap.
Dalam berita lain, lebih dari seratus kambing dilepaskan di depan gedung pemerintah daerah di Provinsi Shaanxi.
Pemiliknya, Bermarga Chang, mengirim mereka untuk berunjuk rasa.
Chang menuntut kompensasi yang wajar dari pejabat setempat.
Konstruksi dari perusahaan milik negara merusak aliran air setempat,
membanjiri peternakan kambingnya hingga kambing-kambing itu tidak punya tempat.
Chang hanya menerima kurang dari 300 dolar sebagai kompensasi.
Para pengusaha China menghadapi lebih dari sekedar pasar yang lesu.
Banyak yang kini khawatir akan sesuatu yang lebih serius, penahanan mendadak oleh Partai Komunis China.
Di antara para manajer tingkat tinggi perusahaan-perusahaan yang terdaftar di China,
setidaknya satu orang telah ditangkap setiap minggu tahun ini.
Hampir 80% dituduh melanggar aturan pengungkapan informasi.
Para kritikus berkata ini adalah tuduhan samar yang digunakan PKC untuk mengejar siapapun yang ditargetkannya.
Ini adalah bagian dari apa yang disebut Beijing sebagai kampanye anti-korupsi.
Beberapa kasus bunuh diri di kalangan pemimpin bisnis baru-baru ini menyoroti tekanan yang semakin meningkat.
Kampanye anti-korupsi telah bergeser dari perusahaan milik negara ke sektor swasta,
membuat komunitas bisnis bertanya-tanya siapa yang mungkin menjadi target berikutnya.