Presiden Trump membatalkan rencana pertemuannya dengan Xi setelah China mengeluarkan pembatasan ekspor tanah jarang dan menaikkan tarif produk China menjadi 130%. ------------------- Perseteruan AS-China memanas: China tolak 'decoupling', pasar saham AS anjlok. Spekulasi masalah kesehatan Xi Jinping merebak usai komentar misterius dari Trump.
00:11 Trump Batal Bertemu Xi dan Tarif Naik 130% Setelah China Membatasi Tanah Jarang 02:40 Konflik Dagang AS-China di Tengah Spekulasi Kesehatan Xi Jinping
Pertemuan antara Presiden Trump dan pemimpin China Xi Jinping kemungkinan besar tidak akan terjadi.
Trump menulis di media sosial pada hari Jumat bahwa tidak ada alasan baginya untuk bertemusi.
Ini terjadi setelah PKC mengumumkan aturan baru pembatasan ekspor tanah jarang.
Trump mengawali unggahannya dengan pesan,
Beberapa kejanggilan sedang terjadi di China.
Ia lanjut mengatakan bahwa China menjadi sangat jahat dan menyandera dunia
dengan membatasi akses atas logam dan market yang digunakan pada produk elektronik, chip, komputer,
laser, dan teknologi lainnya.
Yang berkata AS telah dihubungi oleh banyak negara yang mengaku sangat marah
atas apa yang disebutnya permusuhan perdagangan yang serius.
Ia sedang mempertimbangkan kenaikan masif pajak impor atas produk China.
Ketegangan antara kedua nyakian meningkat setelah China memblokir akses Amerika
ke unsur tanah jarang yang krusial bagi elektronik dan teknologi lainnya.
Presiden Trump mengecam langkah baru China yang membatasi ekspor tanah jarang
dan menyebutnya sangat agresif.
Ia membebankan tarif tambahan 100% di atas seluruh tarif yang ada pada China,
sehingga total tarif kini mencapai 130%.
Kenaikan tarif baru ini akan berlaku per 1 November,
bertepatan dengan pemberlakuan pembatasan ekspor tanah jarang oleh China.
Trump memperingatkan kenaikan tarif bisa dipercepat,
menyusul tindakan tegas lainnya apabila China melakukan pembalasan.
Presiden Trump mengumumkan bahwa China akan membayar tarif tambahan 100%
di atas tarif yang sudah dibayarkan saat ini,
dan menyebut Partai Komunis China sangat bermusuhan dan jahat
dengan kontrol ekspor terbaru mereka atas komponen tanah jarang.
Di Truth Social, Trump menulis,
mulai 1 November 2025 atau bisa lebih cepat,
Amerika Serikat akan membelakukan tarif 100% pada China di atas tarif yang telah mereka bayar.
Selain itu, pada 1 November, kami akan membelakukan kontrol ekspor
pada setiap dan semua perangkat lunak penting.
Ini akan menaikkan total tarif pada China menjadi 130%
yang terdiri atas 10% tarif regular,
20% tarif krisis fentanil China,
dan kini tarif terbaru 100%.
Langkah ini menyusul pernyataan Trump pada Jumat pagi
bahwa ia membatalkan rencana pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping
pada KTT APEC di Korea Selatan akhir bulan ini.
Pembatalan ini terjadi setelah PKC mengumumkan
aturan baru pembatasan ekspor tanah jarang dan mineral penting lain
yang krusial bagi produksi iPhone
hingga sistem pertahanan rudal,
di mana AS sangat bergantung pada China
atas komponen tanah jarang mereka yang berlimpah.
Menyusul peringatan Presiden Trump
untuk melawan langkah Beijing baru-baru ini,
China merespon baik di media sosial maupun media publik.
Pesan-pesan yang disetujui Beijing
beredar di media pemerintah,
memperingatkan bahwa ekonomi AS masih sangat bergantung
pada rantai pasokan China,
sehingga decoupling hampir mustahil.
Mereka juga berkata pembatasan ini bukanlah hal baru,
melainkan alat tawar-menawar untuk mendorong Trump kembali ke meja perundingan.
Menyusul komentar terbaru Trump tentang China,
pasar bereaksi.
Dow Jones turun signifikan 600 poin pada hari Jumat.
S&P 500 mengalami penurunan terdalam sejak April,
mengikuti kinerja 500 saham utama AS.
Presiden Trump memicu spekulasi dengan komentar
mengejutkan diunggahan media sosialnya pada hari Jumat,
berkata,
beberapa hal yang sangat aneh sedang terjadi di China.
Kami akan membedah konteks dan peristiwa di balik beredarnya laporan
yang belum diverifikasi dari berbagai sumber,
yang menyatakan bahwa pemimpin komunis China, Xi Jinping,
mungkin tiba-tiba menderita strok.
Kini dalam segmen Wawasan China In Fokus,
kita tinjau bersama hal tersebut.
Selama dua hari terakhir,
pesan dari berbagai sumber telah menyuarakan klaim serupa,
yang menunjukkan bahwa pemimpin China, Xi Jinping,
mungkin berada dalam kondisi serius,
kemungkinan karena strok mendadak.
Di antaranya adalah Tuan,
mantan pejabat PKC,
dan Tang Paiqiao, seorang aktivis pro-demokrasi.
Presiden AS Donald Trump memicu spekulasi
tentang kemungkinan masalah kesehatan Xi,
dengan menyatakan,
beberapa hal yang sangat aneh sedang terjadi di China.
Ia menambahkan,
ini bukan hanya kejutan nyata bagi saya,
tetapi bagi semua pemimpin dunia bebas,
dan hal-hal yang dulunya rutin,
kini tidak lagi rutin.
Chai Sen Kun, seorang komentator ternama urusan China,
mengatakan dalam postingannya di X,
berbunyi,
rangkaian tindakan terbaru PKC telah menyebabkan hubungan China-AS
terus memburuk,
membuat Trump tidak yakin siapa yang bertanggung jawab di China,
dan siapa yang sebenarnya dapat berunding.
Pertemuan antara Trump dan Xi,
yang sedianya akan berlangsung akhir bulan ini,
diharapkan dapat membuat robosan
perundingan dagang besar antara kedua negara,
menurut Menteri Keuangan Scott Besant.
Sementara itu,
tindakan Beijing baru-baru ini telah menunjukkan
sikap yang sangat bermusuhan.
China telah mengumumkan pembatasan baru
pada ekspor tanah jarang dan material penting lainnya.
Pada hari Jumat,
Beijing mengumumkan bahwa kapal-kapal AS
akan dikenai biaya untuk berlabuh
di pelabuhan China mulai selasa depan.
Para pejabat China juga telah membuka
penyelidikan antitrust terhadap Qualcomm,
perusahaan lisensi patent
dan desain chip terkemuka AS.
Apakah ini hanya taktik negosiasi dari Beijing?
Sementara itu,
Presiden Taiwan Lai Ching Teh baru-baru ini
mendesak Trump untuk membantu
melawan agresi militer Beijing terhadap Taiwan,
menyinggung hadiah Nobel Perdamaian bagi Trump.
Pada hari nasionalnya,
Taiwan juga meluncurkan sistem pertahanan udara
T-DOM terbaru
di tengah meningkatnya ancaman dari China.
Sebelumnya, Presiden berjanji
bahwa pengeluaran pertahanan Taiwan
akan mencapai 5 persen dari PDB
pada tahun 2030.
Sementara itu, China dilaporkan menghukum
para jurnalis karena menerbitkan laporan
yang membocorkan detail tentang senjata baru.
Lembaga penyiaran negara CCTV
mengumumkan bahwa Xi diharapkan
akan hadir di KTT Perempuan Global
minggu depan. Xinhua yang dikelola
pemerintah China juga melaporkan bahwa pada
10 Oktober, Xi Jinping menelepon
Kim Jong-un dalam peringatan 80 tahun
Partai Korea Utara berkuasa.
Apakah media pemerintah bergerak
untuk membungkam rumor tentang kesehatan Xi
dan kemungkinan gejolak politik
di China? Para analis berpendapat
bahwa dengan meningkatnya perebutan
kekuasaan internal, PKC dapat
menggunakan berbagai cara untuk
menyelesaikan tantangan domestiknya.