Akankah Xi Menghadapi Tekanan untuk Mundur?

NTD Indonesia
799 pengikut
Akankah Xi Jinping menghadapi tekanan untuk mundur di rapat pleno Partai Komunis China akhir bulan ini? Simak ulasan analis pensiunan brigjen David Stillwell bersama host China in Focus Tiffany Meier.
Baca artikel selengkapnya di: https://ntdindonesia.com/
------
NTD Indonesia di Ganjing World ☛ https://www.ganjingworld.com/s/NK2eJa2ngq
NTD Indonesia di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/
NTD Indonesia di Instagram ☛ https://www.instagram.com/ntdnewsindonesia/
Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/
#PartaiKomunisTiongkok #XiJinping #HuJinTao #turunjabatan #RapatPlenoPKT
Partai Komunis Tiongkok sedang bersiap untuk rapat pleno keempat yang akan berlangsung pada akhir bulan.
Pertemuan ini diadakan setiap lima tahun dan merupakan kesempatan bagi para petinggi partai
untuk mengatur pembagian wawonan dan menentukan arah pemerintahan.
Semua mata tertuju pada pertemuan tahun ini.
Satu pertanyaan besar, apakah Xi Jinping berada di bawah tekanan untuk turun jabatan?
Presiden Yunnan Brikjian David Stillwell bersama kami untuk mengulaikan beberapa poin penting.
Rapat pleno keempat PKT akan dilangsungkan akhir bulan ini, yaitu sekitar 20 hingga 23 Oktober.
Banyak analis Tiongkok mencermati akankah ada perubahan struktural.
Sebelum kita bahas lebih lanjut, apakah yang dimaksud dengan pleno keempat itu?
Sistem PKT yang sejauh ini dinilai efektif dimulai pada tahun 1978
ketika Teng Xiaoping selama pleno ketiga Kongres Partai ke-11 yang berfokus pada ekonomi
mencanangkan ide reformasi dan keterbukaan.
Tujuannya adalah memperbaiki sistem mawis yang kako
dengan memasukkan pemikiran ekonomi barat dan sedikit keterbukaan politik.
Rapat pleno ini ada tujuh pleno dalam sigrus lima tahunan Kongres Partai.
Kongres Partai adalah acara utamanya, seperti Kongres Partai ke-18 saat saya di Beijing
di mana Xi Jinping mengambil alih kekuasaan dari Hu Jintao.
Pada dasarnya ini adalah Komite Sentral Partai dan Komite Tetap
di mana Xi Jinping menyampaikan arahan kepada sekitar 25 petinggi partai
tentang bagaimana sedalah sesuatunya akan terjalan,
apa yang harus kalian katakan kepada rakyat, bagaimana kita akan menjalankan negara ini.
Jadi semuanya adalah mandat, setangah sedikit yang diterima.
Perlu dicatat ini tidak sama dengan Kongres Rakyat Nasional yang diadakan setiap musim stemi.
Banyak analis melihat pleno keempat ini sebagai indikasi apakah Xi Jinping akan melepaskan kekuasaan.
Kemungkinannya 0%.
Xi Jinping telah menempatkan dirinya di posisi di mana ia tidak bisa mundur,
terutama setelah melakukan kampanye inspeksi disiplin dan anti-korupsi yang tanpa henti,
dimulai dari menjatuhkan pusilai.
Apabila Xi Jinping mundur, ia tidak lagi mendapat perlindungan dari sistem
dan kemungkinan besar akan menghadapi nasib yang sama dengan orang-orang yang ia hukum,
seperti penjara.
Saya yakin Tiran jarang mundur secara sukarela karena takut akan pembalasan dari orang-orang yang dihukumnya.
Xi Jinping tidak berkuasa sendirian, ia jelas dilindungi oleh para kroni dan anteknya.
Namun saya juga telah melihat ada kelompok besar, yaitu tentara pembebasan rakyat,
yang beberapa anggotanya telah ditangkap dan dilengsarkan.
Xi Jinping mungkin punya kekhawatiran apakah kekuasanya bisa terus bertahan.
Pertanyaannya, apakah ada jalan keluar yang terhormat baginya?
Saya tidak tahu.
Inilah mengapa semua mata sedang mengarah pada PNO keempat.
Kita lihat saja apa yang akan terjadi nantinya.
Tampaknya ada beberapa pihak yang menyoroti bahwa Xi Jinping tidak menghadiri sidang umum PBB ke-80
dan Li Keqiang yang menggantikannya.
Jadi, apabila Xi Jinping tidak berkuasa seumur hidup seperti yang diinginkannya,
siapa yang kemungkinan besar menjadi pengganti atas perannya?
Ya, jika kita lihat Li Keqiang ini sangat masuk akal, bukan?
Li Keqiang keluar, Li Qiang masuk.
Li Keqiang dan Xi Jinping jelas memiliki perbedaan perspektif.
Masih ingat saat Hu Jintao digiring keluar dari Kongres Partai ke-20?
Saat itu, Li Keqiang menatap Hu Jintao seolah berkata,
Hei kawan, aku merasakan penderitaanmu.
Begitulah mereka menyingkirkannya dan membawa masuk lainnya,
persis seperti yang mereka lakukan pada Qin Kang dan lainnya,
dan menggantinya dengan orang-orang yang jelas-jelas setia pada Xi Jinping.
Jadi, menurut saya, Li Qiang yang paling mungkin menjadi pewaris tahta,
meskipun dia menjalankan urusan kenegaraan.
Dia adalah orang negara, bukan wakil Xi Jinping.
Bahkan, siapa wakil Xi?
Kita belum menunjuk penerus dan itu adalah bagian lain yang mengkhawatirkan dari sistem ini.
Sepertinya kali ini banyak analis terfokus pada apa yang mungkin terjadi
atau diputuskan pada Pleno ke-4.
Apakah fokus Pleno ke-4 telah berubah dari sebelumnya,
seperti yang tadi Anda bahas?
Saya rasa begitu.
Sebelumnya, Pleno ke-4 secara umum berfokus pada perubahan hukum dan konstitusi.
Meski tidak ada yang benar-benar dijalankan oleh manajemen partai.
Pleno ke-3 adalah yang berhubungan dengan ekonomi.
Pleno ke-4 yang akan datang ini seharusnya membahas masalah hukum dan partai.
Tapi yang saya lihat, semua sinyal awal lebih banyak dibicara tentang ekonomi.
Ini karena dunia, terutama Uni Eropa dan tentu saja AS,
mulai melindungi pasaran mereka dengan tarif dan tindakan serupa.
Karena sistem Tiongkok ini terus membanjiri perekonomian kita,
akibatnya ekonomi Tiongkok terkena dampak signifikan.
General Stillwell, seperti biasa, terima kasih banyak telah menyertai kami.
Bagus, sampai bertemu lagi Tiffany, terima kasih.
