Penjara 4 Tahun Lagi: Kisah Jurnalis yang Ungkap Fakta COVID-19 di Wuhan

NTD Indonesia
798 pengikut
Jurnalis Zhang Zhan kembali dipenjara 4 tahun. Ia melaporkan fakta awal COVID-19 di Wuhan, yang dianggap menyingkap kebohongan pemerintahan Partai Komunis China.
Baca artikel selengkapnya di: https://ntdindonesia.com/
------
NTD Indonesia di Ganjing World ☛ https://www.ganjingworld.com/s/NK2eJa2ngq
NTD Indonesia di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/
NTD Indonesia di Instagram ☛ https://www.instagram.com/ntdnewsindonesia/
Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/
#zhangzhan #jurnalischina #covid19 #pandemi #kebebasanpers #reporterswithoutborders #pelanggaranhamchina #wuhan #sensorpemerintahchina #penjarachina
Seorang jurnalis China yang telah dipenjara selama 4 tahun,
diperpanjang hukumannya 4 tahun lagi pada hari Jumat,
menurut kelompok kebebasan Perse Internasional Reporters Without Borders.
Jurnalis China itu dihukum setelah laporan tahap awalnya pada wabah COVID-19 di Wuhan
yang ditutup-tutupi Partai Komunis China.
Berikut selengkapnya.
Chang Chan dihukum penjara 4 tahun setelah ia mengunggah kisah
tentang penyebaran awal virus corona di Wuhan.
Jurnalis warga itu pertama kali ditangkap tahun 2020,
menyusul laporannya selama berbulan-bulan
tentang rumah sakit yang penuh sesak dan jalanan yang kosong.
Ini menyeratkan bahwa realita lebih buruk daripada narasi resmi pemerintah.
Chang melakukan mogok makan setelah ditangkap dan ia dipaksa makan dengan selang.
Pengacaranya berkata ia dipenjarakan pada Desember 2020
atas tuduhan memicu pertengkaran dan memprovokasi masalah.
Kelompok kebebasan Perse Internasional RSF
melaporkan kesehatannya menurun drastis
dan ia dirawat di rumah sakit penjara pada 2023.
Chang dibebaskan pada Mei 2024
hanya untuk ditangkap lagi tiga bulan kemudian.
RSF berkata vodis 4 tahun penjara lagi dijatuhkan Jumat lalu
menyusul laporan Chang tentang pelanggaran HAM di China.
Kelompok tersebut mendesa komunitas internasional
agar menekan Beijing membebaskannya.
Mantan pengacara Chang mengunggah DX
bahwa hukumannya kali ini didasarkan pada komentar Chang
Sementara pihak berwenang China tidak pernah mengumumkan secara publik
aktivitas spesifik apa yang menyebabkan dakwaan terhadap Chang.
