Laporan: Dana Pajak A.S. Bantu Danai Militer China #militerchina #pentagon

NTD Indonesia
799 pengikut
Laporan kongres AS mengungkapkan bahwa miliaran dolar uang pajak warga AS secara tidak langsung membantu industri militer China. Dana ini disalurkan melalui proyek penelitian bersama. Beberapa lembaga penelitian di China yang menerima dana hibah Pentagon bahkan sudah masuk daftar hitam pemerintah AS.
Baca artikel selengkapnya di: https://ntdindonesia.com/
------
NTD Indonesia di Ganjing World ☛ https://www.ganjingworld.com/s/NK2eJa2ngq
NTD Indonesia di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/
NTD Indonesia di Instagram ☛ https://www.instagram.com/ntdnewsindonesia/
Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/
#ASChina #Pentagon #PajakAS #MiliterChina #PartaiKomunisChina
Sebuah laporan investigasi terbaru Dewan Kongres AS mengungkap bahwa miliaran dolar dana dari pajak warga AS secara tidak langsung membantu industri militer China.
Dana ini disalurkan melalui proyek bersama antara lembaga penelitian AS dan China.
Hibah Pentagon senilai lebih dari 2,5 miliar dolar diketahui membantu mendanai penelitian sensitif yang bekerja sama dengan lembaga yang terkoneksi dengan industri militer China.
Beberapa diantaranya sudah masuk dalam daftar hitam pemerintah AS.
Anggota komite khusus tentang PKC dari Partai Republik menulis,
Tidak ada pembenaran dana pajak AS dipakai mendanai proyek yang dilakukan oleh entitas yang terbukti memfasilitasi pelanggaran HAM dan yang mendukung sistem pengawasan massal China.
Komite menyoroti kekhawatiran yang telah ada selama bertahun-tahun.
Jadi apa yang kami temukan adalah bahwa banyak penelitian yang dilakukan di bawah usaha patungan ini menguntungkan militer.
Dan tentu saja kami sadar bahwa Partai Komunis China semakin agresif baik di dalam negeri dan di seluruh dunia.
Mereka menggunakan segala taktik untuk menyusup ke institusi kita dan benar-benar mengganggu cara hidup kita.
Laporan setebak 80 halaman tersebut mencatat beberapa contoh.
Termasuk kasus seorang ilmuwan nuklir dari Institut Carnegie di Washington yang juga bekerja untuk institusi di China.
Ia menggunakan dana Pentagon untuk penelitian tentang pengembangan sejata nuklir.
Pemerintah China bahkan mengakuinya ikut berkontribusi mewujudkan misi negara.
Mulinar mengusulkan RUU yang menuntut transparansi penuh untuk proyek penelitian dan meminta Pentagon berhenti mendanai proyek yang terkoneksi dengan entitas China yang masuk dalam daftar hitam.
Komite juga membuat beberapa rekomendasi kepada Departemen Perang yang sebelumnya dikenal sebagai Departemen Pertahanan.
