CHINA: KEBANGKRUTAN DI MANA-MANA! 600 JUTA ORANG DALAM KEMISKINAN: TUNAWISMA, KELAPARAN, TERLUPAKAN

CHINA: KEBANGKRUTAN DI MANA-MANA! 600 JUTA ORANG DALAM KEMISKINAN: TUNAWISMA, KELAPARAN, TERLUPAKAN

D
83 Tayangan video·5 Agu 2025  #china #tiongkok #tionghoa

China, yang sebelumnya dianggap sebagai kekuatan ekonomi yang tak terbendung, kini menghadapi krisis kemanusiaan dan ekonomi yang parah. Di balik citra modernnya, lebih dari 600 juta orang hidup dengan kurang dari $2 per hari. Keruntuhan ekonomi ini didorong oleh utang yang masif, pengangguran, dan hilangnya harapan. Perdana Menteri Li Keqiang bahkan pernah menyatakan bahwa lebih dari setengah populasi memiliki penghasilan bulanan di bawah 1.000 yuan, jumlah yang tidak cukup untuk bertahan hidup di mana pun.

Krisis ini telah menciptakan kelas bawah baru yang terdiri dari pekerja lepas, lulusan baru, dan lansia yang semuanya berjuang melawan kemiskinan. Tunawisma, yang dulunya merupakan hal tabu, kini semakin umum terlihat di kota kota besar. Antrean di bank makanan semakin panjang setiap minggunya, dan mantan manajer kini tinggal di tempat penampungan plastik. Pihak berwenang menanggapi masalah ini dengan menyembunyikan orang orang yang tidak memiliki tempat tinggal, bahkan menginstruksikan staf untuk "mendorong mereka agar tidak terlihat".

Inti dari keruntuhan ini adalah runtuhnya pasar properti, yang sebelumnya menyumbang hampir sepertiga dari PDB China. Para pengembang besar seperti Evergrande dan Country Garden jatuh ke dalam utang yang besar, menyebabkan jutaan pekerja konstruksi, pekerja pabrik baja, dan buruh migran kehilangan pekerjaan. Akibatnya, nilai properti anjlok, meninggalkan keluarga keluarga dengan apartemen kosong dan cicilan yang tak terbayarkan.

Tingkat pengangguran kaum muda mencapai 21,3% pada tahun 2023, setelah itu pemerintah berhenti melaporkan data tersebut. Industri yang pernah dianggap stabil seperti teknologi dan pendidikan swasta telah hancur akibat tindakan keras pemerintah dan disinvestasi asing. Bahkan pekerjaan pabrik tidak lagi aman, dengan banyak pabrik yang tutup dan meninggalkan pekerjanya tanpa upah. Secara keseluruhan, krisis ini bukan hanya keruntuhan finansial, melainkan juga keruntuhan kemanusiaan, yang tercermin dalam meningkatnya keputusasaan dan kemarahan di jalanan.

#china #tiongkok #tionghoa #ekonomi #xijinping

Stempel waktu