
SITUASI EKONOMI CHINA MEMPRIHATINKAN: RAKYAT BIASA MENGEMIS DI JALAN, KAUM MISKIN MENANGIS PUTUS ASA
Seorang individu yang telah tinggal di Guangzhou selama enam tahun memperingatkan para pencari kerja untuk tidak datang ke kota tersebut, menggambarkannya sebagai "suram dan menyedihkan." Ia menyarankan agar orang orang mencari pekerjaan di kota lain, seperti Shenzhen, karena kondisi ekonomi di Guangzhou saat ini sangat buruk.
Penulis menjelaskan bahwa banyak pekerja berpendidikan tinggi, termasuk lulusan sarjana, magister, dan bahkan PhD, kini terpaksa bekerja sebagai kurir pengantar barang dengan upah yang rendah. Industri pengiriman barang sedang kacau, dengan banyak perusahaan yang tidak mampu membayar asuransi sosial bagi karyawannya. Akibatnya, banyak orang menganggur dan terpaksa melakukan pekerjaan yang putus asa, bahkan menjadi pekerja sementara dengan upah yang sangat minim.
Situasi ekonomi yang buruk ini diperkuat dengan contoh contoh nyata:
* Sebuah video viral menunjukkan empat pria paruh baya mengemis di jalanan Langf karena tidak bisa mendapatkan pekerjaan.
* Banyak toko di Shenzhen dilaporkan mengalami kerugian.
* Sejumlah perusahaan di Guangzhou belum membayar gaji karyawan selama berbulan bulan, bahkan ada yang tiba tiba membubarkan diri.
* Banyak orang paruh baya mengalami PHK dan kesulitan mencari pekerjaan baru.
* Lulusan baru dengan nilai akademik tinggi pun mengalami penolakan lamaran kerja.
* Banyak pabrik, termasuk di Foshan, bangkrut karena terkait dengan kehancuran real estat.
Secara keseluruhan, tulisan ini menggambarkan krisis ekonomi yang parah di China, di mana banyak orang mengalami kesulitan keuangan, kehilangan pekerjaan, dan terpaksa hidup dalam kondisi yang sulit. Banyak orang, termasuk yang berpendidikan, merasa tidak berdaya dan putus asa. Kondisi ini membuat kehidupan sehari hari terasa berat, dengan orang orang yang berjuang keras hanya untuk bertahan hidup.
