Kini kita cermati Brazil, negara terbesar di Amerika Selatan. Dari perang tarif sengit dengan AS hingga cadangan tanah jarangnya yang melimpah, Brasil menarik perhatian global. Diluar semua ini, banyak yang mengamati apakah ketegangan dengan AS akan mendorong Brazil lebih dekat ke Tiongkok. Flora Hua berbincang dengan Marcos Schotgues pemimpin redaksi Epoch Times Brazil.
Kini kita cermati Brazil, negara terbesar di Amerika Selatan.
Dari perang tarif sengit dengan AS hingga cadangan tanah jarangnya yang melimpah,
Brazil menarik perhatian global.
Di luar semua ini, banyak yang mengamati apakah ketegangan dengan AS
akan mendorong Brazil lebih dekat ke Tiongkok.
Flora Hua berbincang dengan Marco Shakis, pemimpin redaksi Epoch Times Brazil.
Sebelum berangkat ke Texas pada hari Jumaat,
Presiden Trump berkata ia mungkin akan bicara dengan Presiden Brazil Lula suatu saat nanti.
Ini terjadi beberapa jam setelah Lula memperingatkan dalam sebuah wawancara TV
bahwa Brazil akan mengupayakan kesepakatan, tetapi tidak mengesampingkan tarif timbal balik.
Hari Rabu, Trump mengumumkan tarif AS tertinggi sejauh ini.
Beya masuk 50 persen untuk barang-barang Brazil mulai 1 Agustus.
Itu di luar tarif tambahan 10 persen untuk semua anggota BRICS.
AS saat ini memiliki surplus perdagangan lebih dari 7 miliar dolar dengan Brazil,
namun dampak perang dagang akan lebih menyakiti Brazil, karena ukuran ekonomi AS jauh lebih besar.
AS adalah mitra dagang terbesar kedua Brazil setelah Tiongkok.
Tarif yang lebih tinggi dapat membekukan sebagian besar ekspor Brazil,
memperburuk ekonominya yang rapuh.
Namun Brazil masih memiliki satu kartu, yaitu mineral tanah jarang.
Negara ini punya cadangan yang besar, tapi masih butuh Tiongkok untuk memprosesnya.
Brazil memiliki cadangan tanah jarang terbesar kedua di dunia,
dengan sebagian produksinya dikontrak untuk diekspor ke Tiongkok.
Kemungkinan ini akan membuat Brazil lebih dekat dengan Tiongkok.
Sayang sekali, karena Tiongkok punya cara seperti predator di Amerika Latin,
khususnya dalam hal pinjaman dan infrastruktur.
Sebagai mitra dagang utama Brazil, investasi Tiongkok meningkat pesat.
Di tahun 2023 saja, investasi Tiongkok di Brazil melonjak 33 persen
dengan kepemilikan saham di bidang energi, pertambangan, pertanian, dan infrastruktur.
Di Brazil, sebagian besar pengaruhnya adalah menentukan opini publik,
juga memastikan pelabuhan berjalan sesuai keinginan mereka,
juga jika mereka butuh sumber daya pertanian di Brazil.
Tiongkok juga mengelola bersama stasiun satelit di Brazil.
Dalam bidang militer, Marinir Tiongkok juga bergabung dalam latihan militer Brazil
untuk pertama kalinya bulan lalu.