Krisis kesehatan yang meresahkan terjadi di Provinsi Gansu, Tiongkok barat laut. Sebuah insiden keracunan timbal dilaporkan di sebuah taman kanak-kanak setempat. Hasil tes otoritas sangat berbeda dengan tes independen oleh orangtua korban, yang menunjukkan kadar timbal hingga 10x lebih tinggi dari standar keamanan AS, dan 3x lipat lebih tinggi dari standar keamanan Tiongkok sendiri. Insiden ini telah memicu kekhawatiran atas keamanan lingkungan, bahan pangan, serta transparansi dan pengujian. Berikut rinciannya.
Krisis kesehatan yang merasakan terjadi di Provinsi Kansu, Tiongkok Barat Laut.
Sebuah insiden keracunan timbal dilaporkan sebuah taman kanak-kanak setempat.
Hasil tes otoritas sangat berbeda dengan tes independen oleh orang tua korban
yang menunjukkan kadar timbal hingga 10 kali lebih tinggi dari standar keamanan AS
dan 3 kali lipat lebih tinggi dari standar keamanan Tiongkok sendiri.
Insiden ini telah memicu kekhawatiran atas keamanan lingkungan,
bahan pangan, serta transparansi dan pengujian.
Berikut rinciannya.
Menurut laporan resmi, 233 dari 251 anak yang diuji
menunjukkan kadar timbal yang melebihi ambang batas keamanan Tiongkok
sebesar 100 mikrogram per liter.
AS dan WHO menetapkan batas keamanan jauh lebih rendah,
yaitu 35 mikrogram per liter.
Yang lebih meresahkan, tes independen oleh orang tua mengungkapkan
kadar yang jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan otoritas setempat.
Hasil tes anak-anak kami sudah masuk.
Untuk yang perempuan, kota Tianshui melaporkan kadar timbal
dalam darah sebesar 143 mikrogram per liter.
Tapi tes di sini menunjukkan 300 mikrogram per liter.
Untuk yang lelaki, kota Tianshui melaporkan 19,44 mikrogram per liter,
sementara tes menunjukkan 352 mikrogram per liter.
Ibunya berkata kedua anak itu dirawat di rumah sakit karena keracunan timbal.
Saya adalah orang tua dari anak yang terdampak di TK di distrik Mai, kota Tianshui.
Hari ini rumah sakit anak saya menunjukkan kadar timbal darah
lebih dari 230 mikrogram per liter.
Ayahnya mengungkapkan, tes rumah sakit dari provinsi tetangga
menunjukkan kadar timbal 45 kali lebih tinggi
dari angka yang dilaporkan otoritas setempat,
yaitu sekitar 5 mikrogram per liter.
Orang tua melaporkan anak-anak mereka menunjukkan gejala seperti muntah,
diare, rambut rontok, akar gigi menghitam, dan perilaku murung.
Timbal sangat beracun bagi anak-anak.
WHO memperingatkan setiap kadar timbal yang terdeteksi dalam darah anak
dapat membahayakan perkembangan otak dan perilaku.
Di bawah tekanan, otoritas sempat merilis laporan investigasi.
Laporan mengklaim bahwa staff dapur di taman kanak-kanak
menambahkan pigment cat ke makanan,
diduga untuk membuat makanan terlihat lebih menarik.
Namun banyak yang meragukan hal ini
sebab pigment cat lebih mahal dan kurang efektif dibandingkan pewarna makanan.
Orang tua juga khawatir tentang investor fasilitas
yang mengelola tiga taman kanak-kanak lain di wilayah tersebut.
Mereka khawatir fasilitas itu mungkin juga terpapar timbal.
Walau pihak berwenang bersikeras tidak ada kelainan di taman kanak-kanak lain,
orang tua tetap skeptis.
Di saat yang sama, penduduk setempat mencurigai stasiun pendabangan timbal
NTD belum dapat memverifikasi klaim ini secara independen.
Perlu dicatat bahwa ini bukanlah krisis keracunan timbal pertama di wilayah tersebut.
Pada tahun 2006, insiden serupa berdampak pada lebih dari 200 penduduk desa di wilayah yang sama.