Menantang kepemimpinan AS memiliki konsekuensi, tapi bekerjasama dengannya akan membuka peluang perdagangan lebih baik. Itulah pesan yang disampaikan Presiden Trump pada pemimpin dunia, dimulai dengan beberapa mitra dagang utama China. Hari Selasa, Trump berkata ia akan segera mengumumkan tarif tambahan 10% bagi semua anggota BRICS. Anggota kelompok BRICS meliputi China, Rusia, Brasil, India, Afrika Selatan, termasuk Indonesia.
Menantang kepemimpinan AS memiliki konsekuensi,
tapi bekerjasama dengannya akan membuka peluang perdagangan lebih baik.
Itulah pesan yang disampaikan Presiden Trump kepada pemimpin dunia,
dimulai dengan beberapa mitra dagang utama China.
Hari Selasa, Trump berkata ia akan segera mengumumkan tarif tambahan 10%
bagi semua anggota BRICS.
Anggota utama kelompok BRICS meliputi China, Rusia, Brazil, India, dan Afrika Selatan.
Berikut Presiden Trump berbicara dalam rapat kabinet.
BRICS didirikan untuk merugikan kita.
BRICS didirikan untuk merendahkan dolar kita.
Menghapus dolar dari standar.
Tidak apa-apa jika mereka ingin bermain itu, saya juga bisa memainkannya.
Jadi siapapun yang tergabung dalam BRICS akan dikenakan biaya 10%.
Jika kita kehilangan dolar sebagai standar dunia,
itu akan seperti kalah perang.
Perang dunia besar.
Kita tidak akan sama lagi.
Kita tidak akan biarkan itu terjadi.
Jika diberlakukan, tarif AS untuk China akan naik dari 55% ke 65%.
BRICS yang dipimpin oleh China dan Rusia
telah berkembang menjadi blok beranggotakan 11 negara,
mewakili sekitar 40% PDB global.
Kelompok ini bertujuan menantang sistem keuangan global yang dipimpin AS,
termasuk mempromosikan Yuan China sebagai alternatif dolar AS dalam perdagangan global.
Pada Senin Malam, Trump telah menandatangani perintah eksekutif
untuk menunda tarif timbal baliknya hingga 1 Agustus, kecuali untuk China.
Ia menegaskan hal ini di Truth Social,
bahwa tidak akan ada lagi perpanjangan setelah batas waktu.
Sejak Senin, 14 negara telah menerima surat resmi dari Gedung Putih tentang tarif AS.
Presiden Trump memperingatkan negara-negara itu untuk tidak melakukan pembalasan
atau mencoba mengalihkan barang melalui negara-negara dengan tarif yang lebih rendah.
Ia juga mendorong perusahaan asing untuk membangun pabrik di AS
untuk menghindari tarif.
Sebagian besar dari 14 negara ini berada di Asia
dan telah menjalin hubungan dagang dengan Beijing,
termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia.
Tindakan-tindakan AS ini telah meresahkan Beijing.
Pada hari Selasa, surat kabar pemerintah People's Daily memperingatkan
China akan mengambil tindakan terhadap langkah yang berdampak negatif terhadap kepentingannya.