Laporan: Kontrak $100 Juta Harvard Akan Dibatalkan Pemerintahan Trump

NTD Indonesia
799 pengikut
Hari Selasa pejabat Trump berkata pemerintah siap membatalkan kontrak senilai 100 juta dolar dengan Universitas Harvard.
Deplu AS meminta kedutaan dan konsulatnya untuk menghentikan sementara semua pengajuan visa pelajar baru. Simak selengkapnya.
Baca artikel selengkapnya di: https://ntdindonesia.com/
------
NTD Indonesia di Ganjing World ☛ https://www.ganjingworld.com/s/NK2eJa2ngq
NTD Indonesia di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/
NTD Indonesia di Instagram ☛ https://www.instagram.com/ntdnewsindonesia/
Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/
#universitasharvard #harvarduniversity #visapelajar #visaamerika #hamas #semitisme #pelajarchina
Hari Selasa, pejabat Trump berkata pemerintah siap membatalkan kontrak senilai 100 juta dolar dengan Universitas Harvard.
Deplu AS meminta kedutaan dan konsulatnya untuk menghentikan sementara semua pengajuan visa pelajar baru.
Simak selengkapnya.
Sehari setelah Presiden Trump mengancam membatalkan dana hibah 3 miliar dolar untuk Harvard,
media melaporkan kemungkinan pembatalan kontrak senilai 100 juta dolar.
Laporan berkata Harvard akan menerima surat terkait pembatalan yang tertunda
dan bahwa administrasi layanan umum akan meminta lembaga pemerintah pusat mengidentifikasi kontrak yang tersisa dengan Harvard.
Selanjutnya, lembaga akan menentukan kontrak-kontrak itu dibatalkan atau dialihkan.
Presiden Trump diperkirakan akan meminta lembaga pemerintah mencari vendor baru terkait dana hibah ini.
DEPLU AS juga telah menginstruksikan kedutaan besar dan konsulat AS di seluruh dunia menghentikan sementara pengajuan visa pelajar.
Perintah tersebut dikirimkan oleh Departemen Pertahanan AS melalui telegram diplomatik, ditanda tangani oleh Menelu Marco Rubio.
Pernyataan menyebutkan para pejabat sedang meninjau dan mengembangkan cara menyeleksi dan memeriksa data pelamar visa,
termasuk meninjau akun media sosial mereka.
Jubir DEPLU, Tammy Bruce menyampaikan beberapa hal terkait keputusan visa pelajar.
Kami menanggapi dengan serius seluruh proses pemeriksaan pada siapa saja yang masuk negara ini dan akan terus melakukannya.
Kami akan terus memeriksa dan terus berminat.
Terlepas apakah pelajar atau turis yang butuh visa atau siapapun Anda, kami akan memeriksa Anda.
Saya pikir, mengapa itu terjadi?
Tampaknya ini menjadi hal yang kontroversial, tapi seharusnya tidak demikian.
Setiap negara harus menganggap serius dan memeriksa siapa saja yang masuk.
Jadi jika Anda akan mengajukan visa, taati proses dan langkah-langkahnya, dan bersiaplah untuk diperiksa.
Dan kami akan menindaklanjuti.
Bruce menolak berkomentar pada laporan pemerintah yang akan memperluas pemeriksaan MEDSOS.
Langkah terbaru Departemen adalah bagian dari upaya pemerintah yang untuk memblokir atau mencegah perilaku antisemit di kampus-kampus.
Di mana pemegang visa pelajar dan green card dapat dideportasi jika terlibat.
Departemen berkata, tindakan itu adalah ancaman pada kebijakan luar negeri AS dan menuduh mereka pro-Hamas.
Namun kritik berkata, ini adalah serangan pada kebebasan berbicara.
Pemerintah juga mengambil tindakan untuk mencegah mahasiswa-mahasiswa asing mendaftar di Harvard.
Walau janji temu visa pelajar yang telah dijadwalkan masih akan berlaku.
Hey, aku sudah beritahu kamu itu.
Tapi lihat, ini berbeda.
Ini adalah Ganjing World.
