Trump: ‘Tarif 80% ke China Sepertinya Tepat’ #perangdagang #tariftrump

NTD Indonesia
799 pengikut
Presiden Trump hari Jumat mengisyaratkan kemungkinan tarif mendatang untuk barang-barang China setelah pembicaraan dagang. Dalam sebuah postingan di Truth Social, Trump menulis tarif 80% untuk China tampaknya tepat. Ia menambahkan bahwa angka akhir tergantung pada Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang bertemu dengan wakil perdana menteri China Sabtu ini.
Baca artikel selengkapnya di: https://ntdindonesia.com/
------
NTD Indonesia di Ganjing World ☛ https://www.ganjingworld.com/s/NK2eJa2ngq
NTD Indonesia di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/
NTD Indonesia di Instagram ☛ https://www.instagram.com/ntdnewsindonesia/
Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/
#perangdagang #perangtarif #tariftrump #negosiasidagang
Presiden Trump hari Jumat mengisyaratkan kemungkinan tarif mendatang untuk barang-barang China setelah pembicaraan dagang.
Dalam sebuah postingan di Truth Social, Trump menulis tarif 80% untuk China tampaknya tepat.
Ia menambahkan bahwa angka akhir tergantung pada Menteri Keuangan AS Scott Besant yang bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China Sabtu ini.
Saat ini, impor China tertentu ke AS menghadapi tarif hingga 245%, sementara sebagian besar barang menghadapi tarif hingga 145%.
Ekspor AS ke China menghadapi tarif 125%.
Seorang ahli ekonom memperhatikan bahwa pembicaraan dagang AS China kali ini berbeda dengan pembicaraan selama masa jabatan pertama Trump.
Pada tahun 2018, Trump masih berpikir untuk memaksa Beijing membuka pasarnya.
Ia masih ingin menghentikan PKC yang mengguruguti ekonomi global melalui negosiasi.
Namun, kali ini, Trump dan para petinggi China serta Partai Republik melihat rezim China sebagai pesaing yang tidak dapat mereka ajak hidup berdampingan.
Jadi, tujuan pembicaraan dagang ini bukan hanya untuk menyamakan kedudukan.
Trump juga ingin menghilangkan pengaruh China dalam rantai pasokan dan mengembalikan manufaktur AS.
Tarif AS terhadap China sudah mulai berdampak.
Ekspor China ke AS anjlog lebih dari 20% pada bulan April.
Beijing mengalihkan ekspor ke Asia Tenggara, Amerika Latin, Eropa, dan Afrika.
Berikut angkanya.
Ekspor China ke sekelompok negara Asia naik 21% pada bulan April dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kelompok tersebut adalah PBB Asia Tenggara, sebuah blok negara-negara termasuk Kamboja, Vietnam, Malaysia, dan Filipina.
Ekspor China ke Amerika Latin juga melonjak 17% dan lebih dari 8% ke Uni Eropa.
Wu Qianlong adalah seorang ekonom Taiwan.
Ia berkata, Trump menaikkan tarif atas China tanpa berbicara dengan Beijing
karena pemimpin China, Xi Jinping, dianggap gagal memenuhi kewajiban China
berdasarkan kesepakatan perdagangan AS-China di masa jabatan pertama Trump.
Wu mencatat bahwa pemerintahan Trump telah mengidentifikasi masalah serius.
Ini bukan hanya masalah dengan Xi Jinping, tetapi juga sistem politik partai komunis China itu sendiri.
Sistem ini membutuhkan kekuatan politik untuk memecah belah
dan mendistribusikan kembali kepentingan ekonomi dengan cara yang sesuai dengan agenda PKC.
Akibatnya, mengintegrasikan China ke dalam globalisasi hanya memperkuat rezim otoriter satu partai PKC
dan memungkinkan pengawasannya lebih menyeluruh terhadap rakyatnya.
Ia mencatat hal ini bertentangan dengan niat awal Washington
dan karenanya AS percaya mereka harus melawan PKC.
